BARITO TIMUR, MNP – Sorotan publik terhadap dugaan pencemaran Sungai Munte oleh PT Bartim Coalindo mulai menemukan titik terang.
Setelah sebelumnya mencuat di media dan ditindaklanjuti dengan inspeksi mendadak oleh Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup, ditemukan adanya kerusakan lingkungan yang memicu perhatian luas.
Pemerintah daerah pun saat itu mengeluarkan sejumlah rekomendasi tegas yang wajib dipenuhi perusahaan sebagai langkah pemulihan lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan tim MNP pada Kamis (2/4/2026), PT Bartim Coalindo disebut telah menindaklanjuti rekomendasi tersebut.
Perusahaan kini membangun tujuh kolam pengelolaan air limbah sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.
Di lokasi, kondisi air di beberapa kolam terpantau relatif jernih, bahkan terlihat adanya biota seperti ikan gabus yang hidup di dalamnya ,ini merupakan indikasi awal membaiknya kualitas air.
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Bartim Coalindo, Ian menegaskan bahwa pihaknya telah menjalankan kewajiban lingkungan sebagaimana diatur pemerintah.
“Perusahaan sudah memenuhi kewajiban terkait lingkungan hidup sesuai aturan yang berlaku. Saat ini kondisi di lapangan sudah berjalan baik,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sistem pengelolaan air (treatment) kini dilakukan secara rutin setiap hari dengan mengacu pada baku mutu air yang ditetapkan.
Perbaikan tersebut mencakup penataan area operasional serta penguatan sistem pengendalian dampak lingkungan yang sebelumnya menjadi sorotan masyarakat.
Meski demikian, hasil investigasi juga menyoroti pentingnya pengawasan berkelanjutan dari pemerintah dan pihak independen.
Hal ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa komitmen perusahaan tidak hanya bersifat sementara, melainkan konsisten dalam jangka panjang.
Ian berharap ke depan hubungan antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah dapat berjalan lebih harmonis.
“Kami berharap bisa bersinergi, sehingga keberadaan perusahaan memberikan manfaat tanpa mengabaikan aspek lingkungan,” tambahnya.
Di sisi lain, sejumlah warga berharap perbaikan yang dilakukan benar-benar berkelanjutan dan tidak berhenti pada momentum sorotan publik semata.
Mereka menekankan pentingnya transparansi serta keterlibatan masyarakat dalam proses pengawasan kedepan.
![]()
Penulis : Yulius Yartono
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan