Proyek Gedung Koperasi Merah Putih di Rantau Minyak Disorot, Diduga Abaikan Transparansi dan K3

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN, MNP – Proyek pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di Desa Rantau Minyak, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung, menuai sorotan tajam dari masyarakat.

Pasalnya, hingga memasuki bulan ketiga pengerjaan, proyek tersebut diduga mengabaikan aspek transparansi dan keselamatan kerja, Kamis (19/03/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan tidak adanya papan plang proyek yang semestinya memuat informasi penting seperti nilai anggaran, sumber dana, serta pihak pelaksana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiadaan papan informasi ini menimbulkan kecurigaan adanya unsur kesengajaan untuk menutup akses informasi publik.

Selain itu, penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga diduga tidak dijalankan.

Sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) sebagaimana mestinya, yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka selama proses pembangunan berlangsung.

Saat awak media mencoba mengonfirmasi terkait pihak kontraktor, seorang pekerja yang ditemui di lokasi mengaku tidak mengetahui siapa pelaksana proyek tersebut.

“Saya tidak tahu, Pak, siapa kontraktornya. Saya baru dua hari kerja di sini. Coba tanya saja ke kepala desa,” ujarnya singkat.

Kondisi ini semakin memicu pertanyaan publik terkait transparansi proyek. Salah seorang warga Desa Rantau Minyak yang enggan disebutkan namanya juga mempertanyakan besaran anggaran serta volume pekerjaan pembangunan gedung tersebut.

“Kami sebagai warga berhak tahu ini anggarannya berapa, sumbernya dari mana, dan spesifikasi bangunannya seperti apa,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun pihak terkait mengenai proyek tersebut.

Minimnya informasi yang tersedia dinilai berpotensi menimbulkan dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan.

Masyarakat berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk melakukan pengawasan dan memastikan proyek berjalan sesuai aturan, termasuk keterbukaan informasi publik serta penerapan standar keselamatan kerja.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

IGORNAS Cup Kota Tasikmalaya Resmi Dibuka, Jaring Bibit Atlet SD
Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung
Polsek Patangkep Tutui Selidiki Temuan Mayat Perempuan Lansia dengan Luka Bakar
Bupati Tasikmalaya Soroti Minimnya Minat MIPA, STEM Didorong Sejak PAUD hingga SMP
Warga Keluhkan Proyek Drainase di Kelurahan Sukamenak, Pejabat Pemkot dan Pelaksana Bungkam
Kemendikdasmen Dorong Terwujudnya Sekolah Aman dan Berintegritas di Tasikmalaya
Dugaan Pungli di Jembatan Ciloa Jadi Sorotan, Pemkab Tasikmalaya Siapkan CCTV dan Penerangan
Berlaku Hingga 17 November, Ini Syarat Manfaatkan Program Keringanan PBB-P2 Kota Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:31 WIB

IGORNAS Cup Kota Tasikmalaya Resmi Dibuka, Jaring Bibit Atlet SD

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Polsek Patangkep Tutui Selidiki Temuan Mayat Perempuan Lansia dengan Luka Bakar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Bupati Tasikmalaya Soroti Minimnya Minat MIPA, STEM Didorong Sejak PAUD hingga SMP

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Warga Keluhkan Proyek Drainase di Kelurahan Sukamenak, Pejabat Pemkot dan Pelaksana Bungkam

Berita Terbaru

Berita terbaru

IGORNAS Cup Kota Tasikmalaya Resmi Dibuka, Jaring Bibit Atlet SD

Rabu, 28 Okt 2026 - 12:31 WIB

Berita terbaru

Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:15 WIB