Pekerjaan Asal-asalan? Warga Soroti Proyek Rabat Beton di Peundeuy Garut

Sabtu, 13 September 2025 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Proyek pembangunan jalan rabat beton di ruas Jalan Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy, Kabupaten Garut, menuai sorotan dari warga setempat.

Pembangunan yang merupakan bagian dari program perbaikan jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Garut ini dinilai warga tidak memenuhi standar kualitas karena diduga dikerjakan secara manual.

Proyek senilai puluhan miliar rupiah yang dikucurkan Pemkab Garut untuk perbaikan jalan di 42 kecamatan ini awalnya disambut antusias.

Warga berharap jalan yang baik akan meningkatkan akses, mobilitas, dan kesejahteraan. Namun, kekecewaan muncul ketika melihat proses pengerjaan di lapangan yang disinyalir asal-asalan.

Pembangunan Diduga Manual dan Tanpa Standar

Ucu Tutun Bahtiar, seorang tokoh masyarakat dan Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Partai Demokrat Kecamatan Peundeuy, mengungkapkan kekhawatirannya.

“Ini ruas jalan kabupaten, masa pengerjaannya seperti membangun jalan gang atau jalan lingkungan,” ujarnya belum lama ini.

Ia menduga pengerjaan tidak sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan meragukan kualitas mutu betonnya.

“Pekerjaan dilakukan secara manual, bahkan dengan kaki untuk mengaduk material. Kami ragu standar mutu K200 atau bahkan K175 bisa tercapai,” tambah Ucu.

Selain itu, ia juga menyoroti tidak adanya papan informasi proyek dan kurangnya Alat Pelindung Diri (APD) bagi sebagian pekerja.

“Ini patut diduga mengabaikan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Kami berharap pembangunan di Peundeuy dilakukan secara profesional, proporsional, dan berkualitas agar tidak ‘seumur jagung’,” tegasnya.

Penjelasan UPT PUPR Peundeuy

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) PUPR Kecamatan Peundeuy, Fery Irawan, menjelaskan bahwa kewenangan UPT terbatas pada monitoring dan bukan ranah teknis.

Menurutnya, proyek ini dikerjakan oleh pihak ketiga dengan sistem Penunjukan Langsung (PL) dan anggaran di bawah Rp200 juta, tepatnya sekitar Rp193 juta.

“Papan informasi dan rambu keselamatan ada di lapangan. Pengerjaannya manual dengan bantuan molen, bukan menggunakan readymix karena nilai paketnya di bawah Rp200 juta. Kalau pakai readymix, panjang jalan yang direncanakan tidak akan tercapai,” jelas Fery.

Ia menambahkan bahwa panjang jalan yang dikerjakan sekitar 153 meter dengan lebar 4 meter dan tebal 0,20 meter, serta mutu beton yang direncanakan adalah Fc’20Mpa.

Mengenai APD, Fery berjanji akan mengoordinasikan dengan pengawas lapangan. Proyek ini dijadwalkan selesai dalam 45 hari kalender.

Pengawas dan PPTK Belum Merespons

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Pengawas Lapangan, Rizwanullah, dan PPTK PUPR, Ariel, tidak memberikan tanggapan.

Kepala Dinas PUPR Garut, Agus Ismail, membenarkan adanya kegiatan rabat beton di ruas jalan tersebut dengan panjang sekitar 400 meter.

Namun, ketika dimintai detail lebih lanjut mengenai pengerjaan manual, ia hanya menjawab singkat, “Nanti disampaikan ke PPTK-nya,” katanya.

Keresahan warga Peundeuy ini menjadi catatan penting bagi Pemkab Garut agar setiap proyek pembangunan, meskipun dengan anggaran terbatas, tetap mengedepankan kualitas dan standar teknis yang memadai demi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Loading

Penulis : Wawan Uje

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Pererat Silaturahmi, Tujuh DPC Partai NasDem Dapil 2 Garut Gelar Pertemuan di Malangbong
Kawal Pintu Tol Paduraksa Pemalang, Rizal Bawazier Minta Pemerintah Pusat Kaji Efisiensi Logistik
Kapolresta Tasikmalaya Kota Hadir Mendadak di Ta’lim Islah PD Persatuan Umat Islam
Dipergoki Warga, Polisi Bubarkan Balap Liar di Depan GOR Way Handak
Jebol Tembok Gudang Pakai Mobil Pikap, Empat Pria di Natar Ditangkap, 21 Ban Disita
KKG dan Operator Kecamatan Sukaratu Gelar Capacity Building, Perkuat Sinergi dan Penyegaran Kinerja
Sentuhan Teknologi Drum Seeder di Bungursari: Solusi Pertanian Modern Sambut Swasembada Pangan
Padat Karya Mandiri ala Warga: H Jajah Nurjaman Perbaiki Drainase, Warga Mekarwangi Ikut Bergerak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pererat Silaturahmi, Tujuh DPC Partai NasDem Dapil 2 Garut Gelar Pertemuan di Malangbong

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Kawal Pintu Tol Paduraksa Pemalang, Rizal Bawazier Minta Pemerintah Pusat Kaji Efisiensi Logistik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Kapolresta Tasikmalaya Kota Hadir Mendadak di Ta’lim Islah PD Persatuan Umat Islam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Dipergoki Warga, Polisi Bubarkan Balap Liar di Depan GOR Way Handak

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Jebol Tembok Gudang Pakai Mobil Pikap, Empat Pria di Natar Ditangkap, 21 Ban Disita

Berita Terbaru

Berita terbaru

Dipergoki Warga, Polisi Bubarkan Balap Liar di Depan GOR Way Handak

Minggu, 25 Okt 2026 - 11:09 WIB