TASIKMALAYA, MNP – Harapan Kota Tasikmalaya untuk menjadi tuan rumah Liga Suratin U-13 dan U-15 tingkat Jawa Barat tahun 2026 dipastikan kandas.
Penyebab utamanya bukan karena persoalan teknis atau minimnya peserta, melainkan kondisi Stadion Dadaha (Wiradadaha) yang dinilai belum memenuhi standar untuk menggelar kompetisi sekelas provinsi.
Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Tasikmalaya, H. Wahid, mengungkapkan bahwa PSSI Jawa Barat sebenarnya telah memberikan kepercayaan kepada Kota Tasikmalaya untuk menggelar ajang bergengsi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, melihat realita kondisi stadion saat ini, kesempatan emas itu terpaksa dilepaskan.
“Awalnya kita memang dipersilakan oleh PSSI Jawa Barat untuk menjadi tuan rumah Liga Suratin di Stadion Wiradadaha. Tetapi setelah melihat situasi dan kondisi stadion, kami tidak mungkin memaksakannya. Stadion ini belum layak untuk pertandingan tingkat Jawa Barat,” ujar Wahid, Minggu (02/08/2026).
Wahid menyayangkan pembatalan ini karena dampaknya cukup signifikan bagi Kota Tasikmalaya.
Selain kehilangan peluang untuk memutar roda perekonomian daerah melalui industri olahraga, Tasikmalaya juga kehilangan momentum untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai penyelenggara ajang tingkat regional.
Padahal, dari sisi pembinaan atlet usia muda, perkembangan sepak bola di Kota Tasikmalaya sedang berada dalam tren positif. Pada Liga Suratin 2025 lalu, tim Kota Tasikmalaya sukses memboyong gelar Juara II tingkat Jawa Barat.
“Alhamdulillah, kualitas anak-anak terus meningkat dari tahun ke tahun. Harapannya perkembangan ini terus konsisten sehingga mampu melahirkan atlet profesional. Namun sayangnya, potensi besar ini belum diimbangi oleh sarana dan prasarana yang memadai,” tambah Wahid.
Ironi antara prestasi atlet muda yang meroket dan minimnya fasilitas olahraga kini menjadi sorotan tajam. Kegagalan menjadi tuan rumah dinilai sebagai tamparan sekaligus bahan evaluasi besar bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya.
Sebagai daerah dengan tradisi sepak bola yang kuat, perbaikan infrastruktur stadion mulai dari kualitas lapangan, tribun penonton, ruang ganti pemain, hingga fasilitas keselamatan sudah mendesak untuk direalisasikan.
Masyarakat dan pencinta sepak bola lokal kini berharap Pemkot Tasikmalaya tidak tinggal diam. Langkah nyata dalam merenovasi Stadion Wiradadaha sangat dibutuhkan agar ajang-ajang bergengsi lainnya tidak kembali melayang di masa depan.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan