ENREKANG, MNP – Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi dengan memasang target ambisius di bidang sumber daya manusia akademik.
Institusi yang terus berkembang di Bumi Massenrempulu itu menargetkan lahirnya sedikitnya 26 dosen dengan jabatan akademik Lektor Kepala hingga Profesor dalam kurun waktu 2026-2027.
Target besar tersebut disampaikan langsung oleh Rektor UNIMEN, Dr. Syawal Sitonda, dalam kegiatan Coaching Clinic bertema “Strategi dan Pendampingan Pengusulan Jabatan Fungsional (Lektor, Lektor Kepala, Guru Besar)” yang berlangsung di Aula Kampus I UNIMEN, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 17, Enrekang, selama dua hari, 16–17 September 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Antara tahun ini sampai tahun depan, setidaknya akan lahir 26 orang Lektor Kepala dan Profesor minimal satu orang,” tegas Syawal di hadapan puluhan dosen peserta coaching clinic.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen UNIMEN untuk tidak hanya menjadi perguruan tinggi yang hadir secara fisik, tetapi juga unggul secara kualitas akademik.
Menurut Syawal, percepatan jabatan fungsional dosen tidak semata-mata berkaitan dengan pengembangan karier individu dosen itu sendiri, melainkan menjadi kunci utama dalam mengangkat marwah dan mutu institusi.
Ia menjelaskan bahwa posisi akademik dosen merupakan salah satu indikator paling krusial dalam mengukur kualitas sebuah perguruan tinggi dan program studi.
“Setiap momen akreditasi, salah satu aspek penilaian asesor adalah jumlah dosen yang jabatan fungsionalnya Lektor Kepala atau Profesor. Sehingga kegiatan ini menjadi sebuah keniscayaan untuk kami laksanakan demi peningkatan mutu institusi,” ujar Syawal.

Dengan banyaknya Lektor Kepala dan Profesor, nilai akreditasi institusi dan prodi dipastikan akan terdongkrak naik.
Untuk mengejar target tersebut, UNIMEN tidak bergerak sendiri. Pihak kampus menghadirkan dua narasumber berkompeten dari LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, yakni Dr. Ichsan Kasnul Faraby, http://S.Sos., http://M.Si. dan Prof. Dr. Muhammad Yunus, http://M.Pd., untuk memberikan pendampingan intensif terkait strategi pengusulan jabatan fungsional.
Dalam paparannya, Dr. Ichsan Kasnul Faraby menekankan pentingnya dosen memandang jabatan fungsional sebagai bagian dari perencanaan karier akademik jangka panjang, bukan sekadar pemenuhan administrasi untuk kenaikan pangkat.
Ia menyebut jabatan fungsional adalah bukti nyata komitmen seorang dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Jabatan fungsional ini adalah bukti nyata komitmen terhadap pengembangan karier seorang dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu, jabatan fungsional ini juga berpengaruh langsung pada peningkatan kesejahteraan dosen,” kata Ichsan.
Ia pun mendorong para dosen untuk tidak cepat puas dan berhenti pada jenjang Lektor, tetapi mulai mempersiapkan diri secara sistematis menuju Lektor Kepala dan Profesor dengan membangun kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah maupun swasta.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan