TANJUNG JABUNG BARAT, MNP -Aktivitas yang diduga sebagai praktik perjudian togel 303 di wilayah Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, kembali menjadi sorotan.
Setelah beberapa kali diberitakan oleh Media Nasional Potret, muncul informasi bahwa aktivitas tersebut diduga kembali beroperasi usai sempat berhenti sekitar dua Minggu.
Sebelumnya, pada 4 Juli 2026, awak Media Nasional Potret mengonfirmasi informasi tersebut kepada Kapolres Tanjung Jabung Barat melalui WhatsApp.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keterangannya, Kapolres menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Pasti kita tindak lanjuti bg… lokasi lumayan jauh…. Serse Polres udh sy perintahkan utk lidik dan tindak lanjuti,” tulis Kapolres melalui pesan WhatsApp,” katanya.
Usai pemberitaan tersebut, aktivitas yang diduga sebagai perjudian togel disebut-sebut sempat berhenti selama kurang lebih dua minggu.
Namun, berdasarkan hasil konfirmasi lanjutan yang dilakukan awak media melalui sambungan WhatsApp kepada seseorang bernama Tamba yang disebut sebagai pengelola, yang bersangkutan menyatakan bahwa operasional sementara ditutup dan dirinya berencana menemui pihak kepolisian.
“Saat ini tutup dulu, saya mau menghadap Polres dan Kanit, mudah-mudahan mendapatkan restu dari Polres dan Kanit,” ujar Tamba.
Dalam konfirmasi berikutnya, Tamba juga mengaku bahwa aktivitas tersebut berencana kembali dibuka. Selain itu, ia mengklaim telah menyerahkan uang sebesar Rp4 juta kepada seseorang bermarga Harahap untuk disampaikan kepada sejumlah rekan media.
“Rencana bg… dan kemarin kita sudah serahkan untuk media sama bg Harahap… itu yang saya titipin ke Harahap Rp4 juta untuk kawan-kawan,” kata Tamba,” bebernya.
Menanggapi hal tersebut, Harahap saat dikonfirmasi awak media membenarkan telah menerima uang tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa dana tersebut bukan berasal dari investor, melainkan menurut pengakuannya merupakan pemberian dari sejumlah rekan yang berprofesi sebagai jurnalis.
“Benar senior, namun kita garis bawahi ya, bukan dari investor akan tetapi perwakilan dari kawan-kawan dari profesi jurnalistik,” jelasnya.
Harahap juga menjelaskan bahwa nominal yang diterima dinilai belum mencukupi apabila harus dibagikan kepada seluruh pihak yang dimaksud.
“Saat ini masih 100 senior karena yang dikondisikan lebih dari 30 orang. Kalau saya kondisikan Rp200 ribu per orang tentu saya akan nomboki. Jadi kalau saya nombok rasanya nggak etis, senior, karena usaha orang,” ungkapnya.
Pernyataan Tamba maupun Harahap tersebut merupakan klaim masing-masing narasumber dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Sementara itu, seorang warga Kecamatan Batang Asam yang meminta identitasnya dirahasiakan mempertanyakan mengapa aktivitas yang diduga sebagai perjudian togel itu sempat berhenti namun kemudian disebut kembali beroperasi.
“Sempat berhenti dua minggu, sekarang buka kembali. Ada apa dengan APH di Polres Tanjung Jabung Barat?,” ujar warga tersebut, Sabtu (01/08).
Hingga berita ini diterbitkan, awak Media Nasional Potret masih berupaya memperoleh konfirmasi lanjutan dari Kapolres Tanjung Jabung Barat maupun pejabat terkait mengenai perkembangan hasil penyelidikan, termasuk menanggapi pernyataan para narasumber dalam pemberitaan ini.
Media Nasional Potret berkomitmen menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Apabila terdapat pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini merasa dirugikan atau memiliki penjelasan, redaksi membuka ruang penggunaan hak jawab dan hak koreksi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
![]()
Penulis : Jun
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan