Tasikmalaya, MNP – Musrenbang Lintas Sektoral Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya digelar di Hotel Harmoni Kota Tasikmalaya, Rabu (22/02).
Sekda Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan pada sambutannya menerangkan, bahwa urusan bencana bukan hanya urusan BPBD saja, tetapi merupakan kewajiban semua.
Ivan berharap, semua OPD harus memiliki orientasi mengantisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana dan tidak terjebak hanya pada runitas saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harus dilakukan proses evaluasi dari kejadian bencana sebelumnya, sehingga dapat memberikan rekomendasi untuk penanggulangannya,” kata Ivan.
Terkait permasalahan sampah, Sekda menyebut Kota Tasikmalaya menghasilkan sampah 300 ton/hari.
“Ini merupakan pekerjaan rumah kita bersama untuk mengatasi dan mencari solusi,” sebut Ivan.
Ditempat sama, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya Ucu Anwar menerangkan, di tahun 2022 kejadian bencana didominasi oleh genangan air, banjir, pohon tumbang dan longsor dengan total sebanyak 538 kejadian.
“Hal ini disebabkan karena faktor alam, cuaca ekstrim dan cuaca tidak menentu (anomali, red),” ungkap Ucu.
Pihak BPBD selama ini telah melaksanakn Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) terutama di wilayah pendidikan, dengan membuat simbol ketangguhan bencana ditengah masyarakat.
“Kami juga membentuk relawan dalam penanggulangan bencana, dijadikan sebagai leader atau pemicu bagaimana kesiapsiagaan bencana itu disampaikan kepada masyarakat, agar bisa melakukan evaluasi mandiri, kenali resikonya, pahami pencegahannya,” tegasnya.
Terkait permasalahan sampah, Ucu Anwar berpendapat itu merupakan salah satu yang bisa berpotensi bencana kalau kita tidak bisa mengatasinya.
Apalagi lanjut Ucu, selama ini tingkat kesadaran masyarakat akan larangan jangan buang sampah sembarangan susah dilaksanakan, seolah olah sudah menjadi kebiasaan.
“Kami ingin merubah maindset kata hangan buang sampah sembarangan menjadi simpanlah sampah pada tempatnya,” pungkasnya. (Eris)
![]()









Tinggalkan Balasan