Tidak Ada Bukti Bayar Pajak, Kelompok P3A Tuding KPP Pratama dan BBWS Lakukan Pungli

Kamis, 21 September 2023 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Tiga bulan telah berlalu pengembalian kelebihan pajak yang dijanjikan oleh KPP Pratama dan BBWS kepada para Kelompok P3A sampai saat ini belum juga dilakukan tanpa adanya alasan yang jelas.

Hal tersebut dikatakan ketua umum Ormas Garuda Pusaka Nusantara (Gapura) Tatang Sutarman dikediamannya di Sukajaya kecamatan Bungursari kota Tasikmalaya, Kamis (21/09/2023).

Menurut Tatang, hal tersebut membuat para kelompok P3A menjadi bingung dan terheran heran kenapa uang itu belum di kembalikan.

Berdasarkan keterangan para kelompok P3A, kalau dilihat dari tatacara pemotongan PPh 4% itu jelas adanya kekeliruan yang tidak sesuai dengan aturan dan prosedur sebagaimana lazimnya wajib pajak melakukan pembayaran pajak.

“Sehingga kami patut curiga bahwa pemotongan uang senilai Rp.7.800.000/kelompok itu terindikasi adanya pungli (pungutan liar) dan malpraktek yang dilakukan KPP Pratama dan pihak BBWS,” kata Tatang menirukan salah satu ketua kelompok P3A.

Jawaban dari BBWS terkait pemotongan pajak

Pasalnya, pemotongan uang senilai itu kenapa tidak dimasukan ke dalam data pengeluaran atau RAB (Rancangan Anggaran Biaya) dan LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) di akhir kegiatan.

“Selain itu pihak P3A pun sampai saat ini tidak menerima resi atau bukti pembayaran. Saya mewakili kelompok P3A akan membawa hal tersebut ke ranah hukum,” tegas Tatang.

Loading

Penulis : Soni

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Refleksi Pemikiran Bung Karno, PDIP Kota Tasikmalaya Bakal Gandeng Akademisi dan Aktivis Mahasiswa
Warga Geger! Polsek Malangbong Cek Penemuan Mayat Mr. X di Blok Rengrang
Ketika Doa Menjadi Pondasi: Jembatan Garuda Merah Putih Siap Menyatukan Dua Kampung di Tamansari
Bukti Nyata Wakil Rakyat Hadir, Anggota DPR-RI Rizal Bawazier Desak RUU Perkoperasian
Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa
Bupati Franc Bernhard Tumanggor Dukung Penuh Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat
Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H
Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:55 WIB

Refleksi Pemikiran Bung Karno, PDIP Kota Tasikmalaya Bakal Gandeng Akademisi dan Aktivis Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:52 WIB

Warga Geger! Polsek Malangbong Cek Penemuan Mayat Mr. X di Blok Rengrang

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:38 WIB

Ketika Doa Menjadi Pondasi: Jembatan Garuda Merah Putih Siap Menyatukan Dua Kampung di Tamansari

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:01 WIB

Bukti Nyata Wakil Rakyat Hadir, Anggota DPR-RI Rizal Bawazier Desak RUU Perkoperasian

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:41 WIB

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa

Berita Terbaru

Ket foto : Instalasi Air Minum Milik Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, di Kp Geledug-Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang. (Photo : Jeffry Sukapura/Tim)

Berita terbaru

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa

Sabtu, 20 Jun 2026 - 10:41 WIB