TASIKMALAYA, MNP — Kawan Peduli Pendidikan Karib Koreak Kabupaten Tasikmalaya menggelar kegiatan halal bihalal yang berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan.
Kegiatan ini dihadiri para kepala sekolah, Ketua PGRI tingkat kecamatan, serta jajaran kepengurusan lainnya, Sabtu (18/4/2026).
Ketua Kawan Peduli Pendidikan Karib Koreak, Deni S.Pd., yang akrab disapa “Eyang”, menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan solidaritas seluruh anggota yang hadir dalam kegiatan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, kebersamaan ini menjadi modal penting dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya.
“Alhamdulillah, kebersamaan ini menunjukkan solidaritas yang tinggi. Semoga menjadi langkah baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan ke depan,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Uus selaku Ketua Janur sekaligus sesepuh Koreak, serta H. Asep Darisman dari kadis Kesbangpol yang juga sebagian dari anggota koreak.
Meski jumlah anggota mencapai sekitar 40 orang dan tidak semuanya dapat hadir, kegiatan tetap berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan di lapangan.
Deni juga menyampaikan doa bagi anggota yang berhalangan hadir agar segera diberikan kesehatan. Ia menambahkan, saat ini terdapat sekitar 17 anggota Koreak yang telah menjadi kepala sekolah, dan diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik.
“Semoga rekan-rekan yang belum hadir segera sehat. Dan bagi yang sudah dipercaya menjadi kepala sekolah, semoga bisa bekerja maksimal dan membawa perubahan positif,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Uus selaku sesepuh memberikan arahan terkait penguatan peran dunia pendidikan, khususnya dalam membangun karakter dan kualitas generasi muda.
Sementara itu, H. Asep Darisman kadis dari Kesbangpol dalam sambutannya menyampaikan bahwa sektor pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya masih memiliki pekerjaan rumah.
Ia menyebutkan bahwa posisi capaian pendidikan di Jawa Barat masih berada di peringkat 19 hingga 15 dari 27 kabupaten/kota.
“Kita berharap Karib Koreak bisa turut mendorong peningkatan hingga masuk 10 besar. Misi utama adalah mewujudkan manusia yang cerdas, berakhlak, dan berbudaya,” jelasnya.
Ia juga menyoroti persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang baru mencapai sekitar 10,29 persen.
Sementara sisanya masih belum tertangani dengan baik. Kabupaten Tasikmalaya pun disebut masih menghadapi tantangan dalam hal kebersihan.
“Kebersihan adalah sebagian dari iman. Kami berharap Koreak bisa menjadi contoh dalam penerapan budaya bersih,” tegasnya.
Selain itu, ia menyinggung pentingnya peningkatan indeks inovasi daerah yang saat ini masih perlu ditingkatkan.
Meski demikian, ia mengapresiasi adanya kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang telah mencapai angka 50 poin, sejajar dengan beberapa daerah lain di Jawa Barat.
Kegiatan halal bihalal ini ditutup dengan tausiah oleh Ustaz Aen, yang memberikan pesan-pesan keagamaan dan motivasi untuk terus memperkuat kebersamaan serta kontribusi dalam dunia pendidikan.
Acara berlangsung lancar, penuh kehangatan, dan diharapkan mampu mempererat silaturahmi serta menjadi momentum untuk bersama-sama memajukan pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya.
![]()
Penulis : DHS
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan