Cabut Perwalkot Tasikmalaya Jika Potongan Zakat Profesi Tidak Sesuai Aturan 

Minggu, 19 Oktober 2025 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP — Dugaan adanya pemotongan zakat profesi secara otomatis terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai negeri sipil, serta pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya menuai sorotan tajam dari aktivis.

Salah satunya Ketua Dewan Pimpinan Pusat Garuda Pusaka Nusantara (Gapura) Tatang Toke yang menyebut pihaknya telah melakukan audiensi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tasikmalaya.

Tujuannya untuk meminta penjelasan terkait dasar hukum dan mekanisme pemotongan zakat profesi yang dilakukan melalui kerja sama antara Baznas dan Bank BJB. Namun, hasil pertemuan tersebut belum memberikan kepastian yang jelas.

“Kami sudah bertemu langsung dengan Ketua Baznas Kota Tasikmalaya, tapi tidak ada jawaban pasti apakah pemotongan zakat profesi bagi ASN dan pegawai BUMD itu benar dilakukan sesuai aturan atau tidak. Padahal, masyarakat menunggu kejelasan,” ujar Tatang, Minggu (19/10/2025).

Menurut Tatang , pemotongan zakat profesi terhadap ASN dan pegawai BUMD harus berlandaskan regulasi yang sah serta dilakukan atas dasar persetujuan sukarela.

Ia menegaskan bahwa meskipun telah ada Peraturan Wali Kota (Perwalkot) Tasikmalaya yang mengatur tata cara pengumpulan zakat profesi, hal itu tidak bisa dijadikan pembenaran untuk melakukan pemotongan otomatis tanpa izin dari para muzaki.

“Perwalkot bukan hukum yang absolut. Jika penerapannya tidak sesuai prinsip syariah, tanpa sosialisasi, dan tanpa persetujuan muzaki, maka regulasi itu patut dikaji ulang bahkan bisa dicabut. Kami tidak menolak zakat, tapi jangan jadikan zakat sebagai beban paksaan bagi ASN dan pegawai BUMD,” tegasnya.

Tatang menambahkan, zakat profesi merupakan ibadah individual yang harus dijalankan dengan keikhlasan dan kesadaran pribadi. Pemotongan otomatis tanpa persetujuan jelas justru berpotensi menimbulkan persoalan hukum, etika, maupun keagamaan.

“Zakat adalah ibadah, bukan iuran wajib yang bisa langsung dipotong dari gaji tanpa izin. Ini persoalan serius yang harus disikapi pemerintah daerah,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti peran Bank BJB yang diduga turut memfasilitasi pemotongan zakat profesi tanpa dasar administrasi yang sah.

“Kami sangat menyayangkan jika benar pihak Bank BJB melakukan pemotongan tanpa adanya surat kuasa atau persetujuan tertulis dari ASN dan pegawai BUMD yang bersangkutan. Tindakan itu jelas menyalahi prosedur dan bisa berdampak hukum,” tambah Tatang Toke.

Ia juga mengkritik sikap Baznas Kota Tasikmalaya yang dinilai belum transparan dalam memberikan keterangan kepada publik.

“Baznas harus terbuka. Kalau memang ada potongan dari gaji ASN atau pegawai BUMD, tunjukkan datanya. Kalau tidak ada, sampaikan dengan tegas. Jangan membuat masyarakat bingung,” ujar Tatang menegaskan.

DPP Gapura mendesak Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Perwalkot tentang zakat profesi tersebut.

Jika ditemukan adanya penyimpangan atau pelaksanaan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah dan asas keadilan, Gapura menilai Perwalkot tersebut layak dicabut atau direvisi.

Hingga berita ini diturunkan, Baznas Kota Tasikmalaya dan Bank BJB belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan pemotongan zakat profesi terhadap ASN dan pegawai BUMD.

Masyarakat kini menanti langkah konkret dari Pemkot Tasikmalaya untuk memastikan bahwa kebijakan zakat profesi benar-benar dijalankan sesuai aturan hukum dan nilai keikhlasan yang menjadi dasar ajaran zakat itu sendiri.

Loading

Penulis : SN

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Doa Warga Parungponteng Kuatkan Langkah Pengabdian TMDD Kodim 0612/Tasikmalaya
Camat Batang Asam Bungkam, Polemik BUMDes Desa Lubuk Bernai Kembali Disorot
Stadion Wiradadaha Tak Layak, Tasikmalaya Batal Jadi Tuan Rumah Liga Suratin Jawa Barat 2026
Ikhtiar Hadapi Kemarau, Satgas TMMD dan Warga Parungponteng Siapkan Shalat Istisqa
JANGAN BIASAKAN PLT! Mantan Ketua DPRD Tampar Bupati: Segera Anggarkan Pilkades, Jangan Langgar Aturan
Patroli Dini Hari, Polisi Amankan Dua Terduga Pelaku Pembawa Senjata Tajam
Razia Tempat Hiburan Malam di Garut, Petugas Amankan 2 Orang Positif Narkoba dan Puluhan Botol Miras
Momen Nostalgia Ummi Emil: Reuni Hangat dengan Kader Sukalaksana di Grand Final Duta GenRe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:06 WIB

Doa Warga Parungponteng Kuatkan Langkah Pengabdian TMDD Kodim 0612/Tasikmalaya

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:49 WIB

Camat Batang Asam Bungkam, Polemik BUMDes Desa Lubuk Bernai Kembali Disorot

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Stadion Wiradadaha Tak Layak, Tasikmalaya Batal Jadi Tuan Rumah Liga Suratin Jawa Barat 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Ikhtiar Hadapi Kemarau, Satgas TMMD dan Warga Parungponteng Siapkan Shalat Istisqa

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:28 WIB

JANGAN BIASAKAN PLT! Mantan Ketua DPRD Tampar Bupati: Segera Anggarkan Pilkades, Jangan Langgar Aturan

Berita Terbaru