Indragiri Hulu, Riau, MNP –
Pemberitaan salah satu media online yang menyebutkan adanya dugaan ketidaksesuaian pekerjaan peningkatan badan jalan di Gang Semeru II Lorong I, Desa Kuala Mulya, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, dinilai tidak objektif dan cenderung menyesatkan.
Pasalnya, pekerjaan tersebut telah selesai dilaksanakan dan dinyatakan sesuai spesifikasi teknis (spek) serta Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Pemerintah Desa Kuala Mulya menegaskan bahwa informasi yang menyebut ketebalan jalan hanya 8–10 cm dan pekerjaan diduga asal jadi tidak sesuai dengan fakta lapangan. Seluruh tahapan pekerjaan telah melalui pengukuran volume dan penyesuaian kondisi teknis di lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Kuala Mulya, Suroto, SE, menjelaskan bahwa karakteristik tanah di lokasi pekerjaan sangat mempengaruhi tampilan fisik hasil akhir jalan. “Di titik tersebut tidak ada badan jalan sebelumnya, dan tanah dasarnya adalah lumpur,” ucap Suroto.
“Material timbunan yang kita urug masuk ke dalam, sehingga secara kasat mata memang tidak terlihat tinggi seperti di titik lain,” jelasnya lagi.
Suroto juga menambahkan bahwa kondisi dasar jalan yang rendah serta adanya bekas galian lama membuat volume tanah timbunan yang digunakan justru lebih banyak, bukan lebih sedikit.
“Selain dasarnya rendah, sebagian lokasi merupakan bekas galian. Jadi volume tanah yang kita urug di sana lebih besar. Namun karena masuk ke dasar lumpur, tidak tampak menonjol. Empat titik yang kita tingkatkan sudah diukur dan seluruhnya tercapai volumenya,” tegasnya.
Terkait pernyataan narasumber anonim yang mengaku warga dan menyebut pekerjaan tidak sesuai RAB, Pemerintah Desa menilai klaim tersebut tidak disertai data teknis, pengukuran resmi, maupun identitas yang jelas, sehingga patut diduga sebagai informasi sepihak dan berpotensi hoaks.
Lebih lanjut, tudingan adanya unsur korupsi dan desakan audit ke Inspektorat Kabupaten Indragiri Hulu dinilai terlalu prematur, mengingat tidak adanya temuan resmi dari aparat pengawas maupun hasil pemeriksaan teknis yang menyatakan adanya penyimpangan.
Meski demikian, Pemerintah Desa Kuala Mulya menyatakan tidak menolak audit, justru mendukung langkah pengawasan sebagai bentuk transparansi penggunaan dana desa. “Kami terbuka jika memang ada audit. Tidak ada yang kami tutupi.
Pekerjaan ini dilakukan sesuai prosedur, kebutuhan lapangan, dan demi kepentingan masyarakat,” ujar Suroto saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, meski sedang berada di Batang Gansal untuk keperluan keluarga.
Pemerintah Desa berharap agar media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial mengutamakan konfirmasi berimbang, data teknis, dan narasumber yang jelas, sehingga informasi yang disampaikan kepada publik tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Dengan selesainya peningkatan badan jalan tersebut, aksesibilitas warga Desa Kuala Mulya kini semakin baik dan diharapkan dapat menunjang aktivitas sosial serta ekonomi masyarakat setempat.
![]()
Penulis : Jun
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan