Tasikmalaya, MNP – Koordinator Pergerakan Solidaritas Ummat (PSU) yang juga A’wan MWC NU Cisayong, Septyan Hadinata, menegaskan perlunya membangun koneksi emosional yang rasional antara Bupati dan DPRD Kabupaten Tasikmalaya.
Menurutnya, ego politik yang berlebihan hanya akan memperlambat tata kelola pemerintahan dan menghambat pembangunan daerah.
“Ketika hubungan Bupati dan DPRD tidak harmonis, publik akan menangkap sinyal negatif. Masyarakat melihat bukan kerja sama, melainkan konflik, dan ini bisa merusak kepercayaan terhadap institusi politik,” ujar Septyan kepada media, Minggu (24/8/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyoroti sikap sebagian anggota DPRD yang kerap mengumbar kritik di ruang publik tanpa mekanisme resmi. Menurutnya, hal tersebut justru memunculkan kegaduhan dan memperkuat asumsi publik bahwa komunikasi politik di Tasikmalaya tidak sehat.
“Parlemen, apalagi yang berasal dari koalisi, seharusnya memberi contoh yang baik. Kritik tetap diperlukan, tapi harus disampaikan melalui forum resmi, rapat, atau rekomendasi kebijakan. Bukan dengan mengumbar kegaduhan yang justru menimbulkan polarisasi,” tegasnya.
Septyan menekankan bahwa koneksi emosional yang rasional adalah kunci untuk meredam ego politik. “Emosional artinya ada kedekatan, empati, dan saling menghormati.
“Rasional artinya tetap berbasis data, argumentasi logis, dan kepentingan rakyat. Jika itu dijalankan, sinergi antara Bupati dan DPRD akan tercipta,” jelasnya.
Septyan menyebut, jika relasi eksekutif dan legislatif harmonis, maka pembangunan daerah bisa berjalan lebih cepat, birokrasi tidak gamang dalam bekerja, dan masyarakat bisa merasakan manfaat langsungnya.
“Solusinya sederhana: buat forum komunikasi rutin antara Bupati dan DPRD, perkuat etika politik dalam menyampaikan kritik, dan selalu ingat bahwa mandat kekuasaan berasal dari rakyat. Ego politik harus disingkirkan, kepentingan rakyat harus diutamakan,” tutup Septyan.
![]()
Penulis : Ist
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan