Tagih Janji Dedi Mulyadi, Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya Masih “Slogan”, Apakah Menguap di Dinas Terkait?

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Pendidikan merupakan pondasi utama dalam membangun peradaban bangsa. Namun, cita-cita menghadirkan pendidikan yang berkualitas tidak cukup hanya dengan membangun gedung sekolah yang megah.

Sarana dan prasarana pendukung, termasuk akses jalan yang layak, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bermutu.

Kondisi tersebut kini menjadi sorotan di SMAN 11 Kota Tasikmalaya. Sekolah yang digadang-gadang memiliki potensi menjadi salah satu sekolah percontohan se-Nasional itu justru masih dihadapkan pada persoalan mendasar, yakni belum tersedianya akses jalan yang memadai menuju lingkungan sekolah.

Beberapa waktu lalu pada 5 Mei 2026, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung proses pembangunan sekolah tersebut.

Dalam kunjungannya, ia menyampaikan komitmen untuk merealisasikan pembangunan akses jalan sebagai bagian dari penunjang sarana pendidikan. Pernyataan tersebut sempat membangkitkan optimisme masyarakat bahwa persoalan tersebut akan segera terselesaikan.

Namun hingga pertengahan Juli 2026, realisasi yang dinantikan belum juga terlihat. Kondisi itu memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai keseriusan pemerintah dalam menindaklanjuti arahan gubernur.

Tokoh masyarakat Bungursari, Agus Afgan, mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, saat ini musim kemarau memang hanya menimbulkan debu yang mengganggu aktivitas para siswa.

Akan tetapi lanjut Agus Afgan, ketika musim hujan tiba, jalan tersebut dipastikan berubah menjadi kubangan lumpur yang menyulitkan akses keluar masuk sekolah.

“Saya yakin Pak KDM selalu serius dalam setiap ucapan dan kebijakannya. Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah arahan beliau tidak didengar oleh dinas terkait, atau memang sengaja diabaikan?” ujar Agus saat ditemui wartawan, Rabu (15/7/2026).

Senada dengan Agus, pemerhati pendidikan Tatang Sutarman juga mempertanyakan lambannya tindak lanjut terhadap janji tersebut.

Melalui pesan singkat WhatsApp, ia menyampaikan bahwa selama ini berbagai program yang disampaikan Gubernur Jawa Barat umumnya dapat direalisasikan dengan cepat.

“Saya merasa heran. Hampir semua janji Pak KDM selama ini terbukti direalisasikan. Tetapi mengapa khusus akses jalan menuju SMAN 11 Kota Tasikmalaya belum juga dikerjakan? Jika memang dinas terkait mengabaikan arahan gubernur, tentu ini menjadi preseden buruk dalam tata kelola pemerintahan,” ungkap Tatang.

Keterlambatan pembangunan akses jalan bukan hanya soal infrastruktur semata. Hal tersebut mencerminkan lemahnya koordinasi antarinstansi dalam menerjemahkan kebijakan menjadi tindakan nyata.

Pemerintah tidak boleh berhenti pada seremoni peninjauan lapangan atau penyampaian janji di hadapan publik. Masyarakat membutuhkan bukti, bukan sekadar narasi.

Ironisnya, pemerintah sering menggaungkan peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program besar, tetapi masih lalai memenuhi kebutuhan paling dasar yang langsung dirasakan peserta didik. Sulit membicarakan sekolah berstandar tinggi apabila akses menuju sekolah saja masih menjadi persoalan.

Pemerintah daerah maupun instansi terkait semestinya menjadikan persoalan ini sebagai prioritas. Bila benar arahan Gubernur telah disampaikan, maka sudah menjadi kewajiban perangkat pelaksana untuk segera menindaklanjutinya, bukan membiarkan masyarakat terus bertanya tanpa kepastian.

Harapan masyarakat sederhana, yakni melihat komitmen pemerintah diwujudkan melalui tindakan nyata. Sebab, kepercayaan publik tidak dibangun oleh pidato atau janji, melainkan oleh keberanian pemerintah menepati apa yang telah diucapkan.

Pendidikan yang bermutu harus dimulai dari keberpihakan terhadap kebutuhan dasar sekolah, bukan sekadar slogan yang indah didengar tetapi kosong dalam pelaksanaannya.

Loading

Penulis : Arrie Heryadi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Petani dan Warga Pakpak Bharat Dukung Kebijakan Pemerintah Terkait X Star Subsidi BBM
Polsek Dusun Tengah Olah TKP Jenazah Diduga Gantung Diri di Komplek Pasar Subuh Ampah
14 Tahun Mengabdi, IWO Berbagi Kebahagiaan di SD Muhammadiyah Bukit Duri
Bongkar Gudang Miras, Polsek Cibatu Sita 308 Botol Berbagai Jenis
Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Siswa-Siswi tentang Literasi Keuangan di UPT SD Negeri 11 Binamu
Bongkar-Pasang Jabatan ala Pemkab Tasikmalaya: Kenapa ‘Karpet Merah’ Diisi Pejabat Impor?
Bartim Peringati HUT ke-24, Sekda Kalteng Jadi Inspektur Upacara
72 Pekan Menjaga Kebersihan, Jumat Bersih Jadi Gerakan Nyata Wujudkan Jeneponto Bahagia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Petani dan Warga Pakpak Bharat Dukung Kebijakan Pemerintah Terkait X Star Subsidi BBM

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Polsek Dusun Tengah Olah TKP Jenazah Diduga Gantung Diri di Komplek Pasar Subuh Ampah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:14 WIB

14 Tahun Mengabdi, IWO Berbagi Kebahagiaan di SD Muhammadiyah Bukit Duri

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Bongkar Gudang Miras, Polsek Cibatu Sita 308 Botol Berbagai Jenis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Siswa-Siswi tentang Literasi Keuangan di UPT SD Negeri 11 Binamu

Berita Terbaru

Berita terbaru

Bongkar Gudang Miras, Polsek Cibatu Sita 308 Botol Berbagai Jenis

Sabtu, 8 Agu 2026 - 11:59 WIB