Rembesnya Akuaduk Cikunten 2 di Sambongpari Sebabkan Kerusakan Jalan, Perlu Penanganan Segera

Sabtu, 22 Maret 2025 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Akuaduk Cikunten 2 yang mengalami rembes di daerah Sambongpari kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya mulai menimbulkan dampak serius terhadap infrastruktur jalan, Sabtu (22/023/2025).

Air yang bocor dari akuaduk tersebut terus meresap ke badan jalan, menyebabkan kerusakan yang semakin parah.

Jika tidak segera ditangani, hal ini bisa berakibat pada gangguan lalu lintas, kecelakaan, dan bahkan potensi kerusakan lebih luas pada akuaduk itu sendiri.

Akuaduk Cikunten 2, yang berfungsi sebagai saluran air utama, kini mengalami kebocoran atau rembes yang cukup signifikan.

Air yang seharusnya mengalir dengan lancar malah merembes keluar dari struktur akuaduk, menyebabkan genangan di sekitar jalan yang ada di bawahnya.

Akibatnya, aspal mulai terkikis, muncul retakan, dan akhirnya terbentuk lubang-lubang yang berbahaya bagi pengguna jalan.

Beberapa pengendara mengeluhkan kondisi ini karena jalan semakin sulit dilewati.

“Setiap hari saya lewat sini, dan sekarang jalan jadi makin rusak. Kalau hujan, lubangnya makin dalam, dan ini bahaya bagi pengendara motor seperti saya,” ujar Andi, salah seorang warga yang melintasi jalan tersebut.

Kondisi ini semakin diperparah oleh intensitas kendaraan yang cukup tinggi, terutama bagi warga yang menggunakan jalur ini untuk bekerja atau beraktivitas sehari-hari. Dengan jalan yang semakin rusak, risiko kecelakaan juga meningkat.

Warga sekitar mengaku sudah beberapa kali melaporkan masalah ini, tetapi hingga kini belum ada langkah konkret dari pihak terkait.

Beberapa upaya perbaikan jalan memang pernah dilakukan, tetapi karena sumber masalahnya yakni kebocoran akuaduk tidak diperbaiki, jalan yang telah ditambal kembali rusak dalam waktu singkat.

“Kalau cuma ditambal tapi air masih terus bocor, ya tetap aja rusak. Seharusnya perbaikan dilakukan dari sumbernya, bukan hanya tambal sulam,” kata Budi, warga Sambongpari yang ikut terdampak.

Kurangnya respons cepat dari pemerintah dan instansi terkait membuat warga semakin resah.

Mereka khawatir jika dibiarkan terlalu lama, kebocoran ini tidak hanya merusak jalan tetapi juga bisa melemahkan struktur akuaduk itu sendiri, yang berpotensi menyebabkan kerusakan lebih besar.

Jika rembesnya akuaduk ini tidak segera ditangani, dampaknya tidak hanya terbatas pada jalan yang rusak. Beberapa kemungkinan buruk yang bisa terjadi antara lain:

1. Kemacetan dan Gangguan Lalu Lintas – Jalan yang semakin rusak akan memperlambat arus kendaraan, menyebabkan kemacetan, terutama saat jam sibuk menunggu buka puasa seperti ini.

2. Peningkatan Risiko Kecelakaan – Lubang-lubang yang terus membesar bisa membahayakan pengendara, terutama motor yang lebih rentan tergelincir.

3. Kerusakan Lebih Parah pada Akuaduk – Jika kebocoran terus dibiarkan, struktur akuaduk bisa melemah, yang berpotensi menyebabkan kerusakan besar dan biaya perbaikan yang lebih tinggi.

4. Banjir dan Genangan Air – Air yang terus merembes tanpa saluran yang baik bisa menyebabkan genangan yang memperburuk kondisi lingkungan sekitar.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk menangani masalah ini secara menyeluruh.

Langkah yang diperlukan bukan hanya perbaikan jalan, tetapi juga pembenahan pada akuaduk Cikunten 2 agar kebocoran dapat dihentikan sepenuhnya.

– Perbaikan struktural pada akuaduk untuk menghentikan kebocoran secara permanen.

– Penguatan saluran drainase agar air tidak menggenangi jalan.

– Perbaikan jalan dengan material yang lebih tahan lama, setelah kebocoran diatasi.

– Pengawasan dan pemeliharaan rutin agar masalah serupa tidak terjadi lagi di masa depan.

Warga berharap ada tindakan cepat sebelum kerusakan semakin parah dan biaya perbaikannya semakin besar.

Infrastruktur seperti akuaduk dan jalan adalah fasilitas vital yang mendukung kehidupan masyarakat, sehingga pemeliharaannya harus menjadi prioritas. Jika tidak segera diperbaiki, maka masyarakatlah yang akan terus merasakan dampaknya.

Loading

Penulis : SN

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kebakaran Hanguskan 6 Rumah di Dusun Natam Julu Desa Majanggut, Bantuan Mulai Disalurkan
Kades Nagrak Diduga Diamankan Polisi, Terkait Kasus Lahan Summarecon
11 Hektare atau 1,1 Hektare? Penasehat Hukum Desak Kapolda Kalteng Klarifikasi Data Karhutla Hayaping
Fordayak Minta Penanganan Warga yang Diproses Kasus Ladang Dilakukan Bijak
Modus Hapus Berita Daring, Dua Oknum Wartawan Gadungan Diamankan di Tanjung Bintang 
Bupati Jeneponto Hadiri Penandatanganan Kerja Sama Desa Binaan Imigrasi
AMAN Barito Timur Desak Keadilan bagi Peladang Tradisional di Tengah Gelombang Penegakan Hukum Karhutla
Fantastis! Polsek Bayongbong Berhasil Sita 76.321 Butir Obat Keras

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:26 WIB

Kebakaran Hanguskan 6 Rumah di Dusun Natam Julu Desa Majanggut, Bantuan Mulai Disalurkan

Selasa, 29 September 2026 - 18:33 WIB

Kades Nagrak Diduga Diamankan Polisi, Terkait Kasus Lahan Summarecon

Selasa, 29 September 2026 - 16:16 WIB

11 Hektare atau 1,1 Hektare? Penasehat Hukum Desak Kapolda Kalteng Klarifikasi Data Karhutla Hayaping

Selasa, 29 September 2026 - 16:06 WIB

Fordayak Minta Penanganan Warga yang Diproses Kasus Ladang Dilakukan Bijak

Selasa, 29 September 2026 - 13:21 WIB

Modus Hapus Berita Daring, Dua Oknum Wartawan Gadungan Diamankan di Tanjung Bintang 

Berita Terbaru

Berita terbaru

Kades Nagrak Diduga Diamankan Polisi, Terkait Kasus Lahan Summarecon

Selasa, 29 Sep 2026 - 18:33 WIB