Potongan 4% diduga Maladministrasi, Poktan P3A Minta KPP Pratama Tasikmalaya Kembalikan Uang 

Rabu, 9 Agustus 2023 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – KPP Pratama diduga melakukan Maladministrasi terkait pemotongan pajak PPh dari Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Pasalnya, disaat para kelompok P3A akan membawa sisa pembayaran terakhir 30 persen senilai Rp 58.500.000 dari total anggaran Rp 195.000.000, malah cair Rp 50.700.000.

Tak ayal, Kelompok P3A merasa heran dan kecewa karena jumlah uang yang diterima ternyata tidak sesuai dengan jumlah yang direkomendasikan oleh Pihak BBWS.

Hal itu dibenarkan Tatang Sutarman salah satu Poktan di Kota Tasikmalaya. Dia menyebut, pihaknya hanya bisa mencairkan sisa anggaran Rp 50.700.000, padahal seharusnya Rp 58.500.000.

Menurut keterangan dari pihak BRI kepada para kelompok P3A, bahwa uang tersebut telah dipotong langsung KPP Pratama senilai Rp.7.800.000 dengan tidak ada barang bukti transaksi pembayaran yang bisa di pertanggung jawabkan.

Tatang mengaku sangat kaget dan merasa heran dengan adanya pemotongan PPh tersebut, dikarenakan awalnya tidak ada sosialisasi dan penjelasan baik dari pihak BBWS atapun KPP Pratama perihal potongan PPH 4%.

“Terus terang saja kami sangat keberatan dan kecewa, karena penarikan pajak itu kenapa tidak dilakukan diawal sebelum pembangunan itu dilaksanakan,” sebut Tatang Toke sapaan akrabnya.

Dia membeberkan, terkait dugaan adanya indikasi Maladministrasi di penarikan PPh ini, kenapa dalam LPJ dan RAB tidak dicantumkan masalah pajak dan jumlah nilai masih di angka Rp.195.000.000.

“Kalau begini caranya, ini akan bersebrangan dengan RAB dan Volume kontruksi yg telah di laksanakan,” keluhnya lagi.

Dalam hal ini kata Tatang Toke, pihaknya menuntut dengan tegas kepada pihak KPP Pratama dan pihak BBWS agar segera mengembalikan uang itu kepada para Kelompok P3A.

“Karena diindikasikan mereka telah melakukan Maladministrasi dalam penarikan PPh tersebut, kalau tidak kami tidak akan segan akan melaporkannya ke pihak yang berwenang,” tegasnya.

Loading

Penulis : Soni

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo
Diduga Buang Limbah Ilegal, LSM JSI dan SBT Laporkan Perusahaan di Tasikmalaya
Viral Aksi Dugaan Kekerasan di Medsos, Dandim 0612/Tasikmalaya Bantah Keterlibatan Anggota
BPBD Tasikmalaya Dinilai Lamban, Uus Janur Soroti Longsor di SDN Cikembang
Halal Bihalal Kawan Peduli Pendidikan Karib Koreak: Dorong Pendidikan Tasikmalaya Masuk 10 Besar Jawa Barat
Menanam Kehidupan: Cara Istimewa Persit KCK Kodim Tasikmalaya Maknai HUT ke-80
Klarifikasi PT KSL: Klaim RKAB Terbit, Bantah Tambang Ilegal dan Tudingan Pencemaran
Bupati Franc Tumanggor Suarakan Pemulihan Hutan Kemenyan di Tengah Sosialisasi PBPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 15:52 WIB

Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo

Sabtu, 18 April 2026 - 15:42 WIB

Diduga Buang Limbah Ilegal, LSM JSI dan SBT Laporkan Perusahaan di Tasikmalaya

Sabtu, 18 April 2026 - 15:00 WIB

Viral Aksi Dugaan Kekerasan di Medsos, Dandim 0612/Tasikmalaya Bantah Keterlibatan Anggota

Sabtu, 18 April 2026 - 13:43 WIB

BPBD Tasikmalaya Dinilai Lamban, Uus Janur Soroti Longsor di SDN Cikembang

Sabtu, 18 April 2026 - 13:28 WIB

Halal Bihalal Kawan Peduli Pendidikan Karib Koreak: Dorong Pendidikan Tasikmalaya Masuk 10 Besar Jawa Barat

Berita Terbaru