Populisme Semu Wali Kota Tasikmalaya: Inkonsistensi Anggaran, Kontainer Sampah untuk Kamera, Mobil untuk Keluarga

Senin, 19 Mei 2025 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP — Pemerintahan Kota (Pemkot) Tasikmalaya dibawah komando Viman Alfarizi Ramadan terus menuai kritikan dari berbagai kalangan.

Kali ini, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Tasikmalaya memberikan catatan kritis atas inkonsistensi kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang mengemuka dalam beberapa waktu terakhir.

KAMMI menyoroti khususnya terkait dengan isu pengadaan mobil dinas dan pengalihan anggaran untuk kontainer sampah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, Wali Kota Tasikmalaya menyatakan bahwa anggaran pembelian mobil dinas akan dialihkan untuk pengadaan kontainer dan armada kebersihan, sebagai bentuk efisiensi dan komitmen terhadap persoalan lingkungan.

Pernyataan tersebut sempat mengundang apresiasi publik karena dinilai menunjukkan keberpihakan pada kebutuhan masyarakat.

Namun, di saat yang hampir bersamaan, muncul pengadaan tiga unit mobil dinas baru yang diperuntukkan bagi istri Wali Kota, istri Wakil Wali Kota, dan Sekretaris Daerah.

Keputusan ini menimbulkan pertanyaan serius, apakah kebijakan pengalihan anggaran benar-benar dilandasi semangat efisiensi, atau sekadar strategi pencitraan semu?

M. Syafiq Majdi, S.E., selaku Kabid Kebijakan Publik KAMMI Tasikmalaya, menyebut bahwa kebijakan ini mencerminkan populisme semu yakni pola pengambilan keputusan yang tampak pro-rakyat di permukaan, namun menyimpan paradoks di dalam pelaksanaannya.

“Yang tampak di depan kamera seolah penghematan, tapi yang terjadi di belakang layar tidak mencerminkan semangat yang sama,” tegas Syafiq.

Menurutnya, masyarakat hari ini semakin cerdas dan tidak bisa terus-menerus disuguhi kebijakan berbasis pencitraan.

Narasi efisiensi anggaran seharusnya diiringi dengan komitmen penuh terhadap transparansi dan keadilan dalam alokasi sumber daya publik.

“Kebijakan bukan soal panggung, tapi tanggung jawab. Pemerintah harus terus memperbaiki diri, belajar dari kekeliruan, dan menunjukkan konsistensi antara kata dan tindakan,” ujarnya menutup pernyataan.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kritik HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Ketua MUI Ingatkan Sumpah Jabatan: Rakyat Butuh Bukti, Bukan Seremoni
Publik Bertanya, Kenapa KDM Pilih Absen di Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya?
Hadiah atau Umpan? Tokoh Muda Ansor Pertanyakan Etika Promosi Komersial Menyasar Siswa SD
Kades Pematang Baru Ditahan, Diduga Korupsi APBDes, Rugikan Negara Hingga Rp585 Juta
Warga Pertanyakan Ketidakseragaman Aturan Barcode BBM di SPBU Kota Tasikmalaya
Distribusikan 2,34 Juta Liter Air Bersih, BPBD Kota Tasikmalaya Juga Petakan Risiko Banjir
Madrasah Al Musytari Lengo Resmi Kantongi Izin Operasional Kemenag Kota Tasikmalaya
Kepemimpinan Viman-Diky Stagnan, Ketua Gapura Dukung Aksi Pemakzulan Cipayung Plus dan Poros Pelajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Kritik HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Ketua MUI Ingatkan Sumpah Jabatan: Rakyat Butuh Bukti, Bukan Seremoni

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Publik Bertanya, Kenapa KDM Pilih Absen di Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Hadiah atau Umpan? Tokoh Muda Ansor Pertanyakan Etika Promosi Komersial Menyasar Siswa SD

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Kades Pematang Baru Ditahan, Diduga Korupsi APBDes, Rugikan Negara Hingga Rp585 Juta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Warga Pertanyakan Ketidakseragaman Aturan Barcode BBM di SPBU Kota Tasikmalaya

Berita Terbaru