TASIKMALAYA, MNP — Perhelatan Grand Final Apresiasi Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Tasikmalaya Tahun 2026 berlangsung meriah di Mayasari Plaza pada Sabtu (1/8/2026).
Acara ini menjadi panggung apresiasi bagi remaja berprestasi yang siap menjadi agen perubahan menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bunda Genre Kota Tasikmalaya, Plt Asda 1, Kepala Dinas PPKBP3A, jajaran dewan juri, Keluarga Besar Forum Genre, Koordinator PLKB se-Kota Tasikmalaya, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan pentingnya peran Generasi Z dan milenial dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Menurutnya, ajang Duta Genre bukan sekadar formalitas seremonial, melainkan wadah pembentukan karakter dan pengalaman berharga.
“Hari ini adalah saatnya yang muda bicara dan berkarya. Generasi Berencana ini adalah cikal bakal ketahanan dan kemandirian ekonomi Indonesia ke depan. Jadikan ajang ini pengalaman untuk menjadi duta yang membawa Kota Tasikmalaya menuju kota kreatif,” ujar Viman.
Viman juga mengingatkan agar momentum Indonesia Emas 2045 tidak berubah menjadi “Indonesia Cmas”.
Hal itu sangat bergantung pada kesiapan para remaja saat ini. Ia berjanji Pemerintah Kota Tasikmalaya akan selalu melibatkan generasi muda dalam pembangunan daerah.
Di akhir sambutannya, Viman menutup dengan sebuah pantun bernuansa lokal.
“Selepas subuh dari Masjid Agung, sigap berbelanja ke Cikurubuk. Genre Tasik tumbuh makin tangguh, Indonesia Emas bersama kita bentuk”
Senada dengan hal tersebut, Plt Asda 1 Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar, M.M., memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan acara ini.
Ia menilai ajang Duta Genre sangat efektif membekali remaja dengan kemampuan menyampaikan pendapat, merawat diri, serta merencanakan masa depan.
“Luar biasa, satu kata untuk kegiatan ini: AMAZING! Anak-anak muda sejak awal diberikan edukasi agar memiliki kompetensi yang cukup. Mereka adalah calon pengisi tahun 2045, sehingga kelak mereka berperan aktif dan bukan sekadar menjadi penonton,” ungkap Ade Hendar.
Ia juga berpesan kepada generasi milenial dan Gen Z untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, dan mengedukasi diri sebagai bekal utama menghadapi masa depan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Acara, Wildan Anugrah, menjelaskan bahwa Grand Final Duta Genre tahun ini mengusung tema unik berupa festival musim panas.
Konsep ini memadukan kehangatan warna kuning, keceriaan bunga, serta keindahan motif batik khas Tasikmalaya.
Wildan mengungkapkan, perjalanan para finalis cukup panjang. Dari total lebih dari 190 peserta yang mendaftar pada tahap technical meeting dan pembekalan, seleksi ketat melalui wawancara menghasilkan 20 finalis terbaik di babak Grand Final.
Para finalis tersebut merupakan perwakilan dari berbagai kecamatan, di antaranya Indihiang, Mangkubumi, Bungursari, Tawang, Kawalu, Cipedes, Cibeureum, dan Cihideung.
“Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan proses membentuk figur teladan (role model). Kami ingin memilih remaja yang memiliki karakter, kecerdasan, kepedulian sosial, serta kemampuan komunikasi untuk menyuarakan program Generasi Berencana kepada masyarakat,” jelas Wildan.
Ia juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemkot Tasikmalaya, Dinas PPKBP3A, para sponsor, dan seluruh mitra yang telah mendukung suksesnya acara ini.
“Sejatinya sebagai pelajar, kita tidak perlu hebat untuk memulai, tetapi kita harus memulai untuk menjadi hebat,” tutup Wildan.
![]()
Penulis : Mon/Hendrik
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan