Pelayanan DLH Enrekang Amburadul: Sampah Tak Diangkut, Warga Buang Sembarangan di BNI dan Pasar

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyakit mengintai, sampah menumpuk, meluber ketengah jalan di pasar sentral Enrekang

ENREKANG, MNP – Pemandangan memalukan kembali terjadi di jantung Kota Enrekang. Tumpukan sampah rumah tangga kini berserakan di titik-titik yang tidak semestinya.

Belakang Bank Negara Indonesia BNI dan Pasar Sentral Enrekang berubah jadi tempat pembuangan liar.

Penyebabnya satu, sampah di depan rumah warga sudah berhari-hari bahkan berminggu-minggu tidak diangkut oleh petugas kebersihan. Bau busuk menyengat dan lalat beterbangan, memicu keresahan warga.

Salah seorang warga yang ditemui saat membuang sampah di belakang BNI Enrekang mengaku terpaksa melakukan itu. Ia tidak punya pilihan lain.

“Sampah yang ada di depan rumahnya sudah beberapa minggu tidak diangkut sehingga dia berinisiatif untuk membuang sampah ke tempat tersebut karena sudah tidak tahan dengan bau busuk,” ujarnya dengan nada kesal.

Bagi warga, kesehatan keluarga lebih penting daripada menunggu truk sampah yang entah kapan datangnya.

Warga lain juga membenarkan hal yang sama. Dengan identitas yang tidak mau disebutkan, ia mengaku sudah putus asa.

“Duaji tempat saya membuang sampah jika sampah di depan rumahku berhari-hari tidak diangkut. Sehingga saya bungkus sampah saya buang di belakang BNI atau di samping Pasar Sentral Enrekang,” katanya.

Kalimat itu seharusnya menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah. Ketika warga sudah memilih membuang sampah ke area publik, itu artinya sistem pelayanan kebersihan sudah gagal total.

Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Sentral Enrekang. Seorang warga kota mengaku sering membuang sisa-sisa makanan ke area pasar karena tempat sampah di depan rumahnya sudah penuh meluap.

“Tempat sampah di depan rumahnya sudah penuh dan berhari-hari tidak diangkut sehingga mengeluarkan bau yang tidak sedap. Hal tersebut yang menyebabkan dirinya membuang sampah tersebut ke tempat pembuangan sampah pasar,” tuturnya.

Pasar yang seharusnya menjadi pusat ekonomi justru kini dikepung bau sampah.

Ini bukan lagi soal warga yang nakal. Ini adalah bukti nyata kelalaian pemerintah. DLH Enrekang sudah beberapa kali mengeluh soal armada tua dan anggaran cekak, tapi sampai hari ini tidak ada solusi konkret dari Pemda.

Akibatnya warga yang jadi korban. Jika dibiarkan, tumpukan sampah ini akan jadi sarang penyakit. DBD, diare, dan infeksi kulit tinggal menunggu waktu. Apakah Pemda mau menunggu sampai ada warga yang sakit baru bergerak?

Sudah cukup! Bupati Enrekang dan DPRD harus segera turun tangan. Jangan lagi beralasan anggaran atau armada. Kebersihan adalah urusan dasar pemerintah.

Segera tambah armada, tambah anggaran, dan evaluasi kinerja DLH. Jangan biarkan Enrekang dijuluki kota paling kotor di Sulawesi Selatan hanya karena pejabatnya abai.

Ingat, sampah yang hari ini dibuang di belakang BNI dan pasar, besok bisa jadi bumerang penyakit bagi kita semua. Bertindak sekarang, sebelum terlambat!

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Semarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Warga Desa Tambak Galang Dana, Siapkan Perlombaan
Jaga Kesehatan, Ibu-ibu RT 02/RW 01 Desa Tambak Rutin Olahraga Bola Voli 
Lahan SAE Berbuah, Lapas Kendal Panen 8 Ton Jagung
TMMD Ke-129, Kodim Tasikmalaya dan PLN Pasang KWH Listrik untuk Warga Parungponteng
Sempat Tutup Dua Minggu, Togel di Batang Asam Kembali Buka: Ada Apa APH Polres Tanjabbar?
Pasca Identifikasi Tim INAFIS, Misteri Mayat di Tol KM 306 Pemalang Akhirnya Terkuak
Warga Antusias Manfaatkan Layanan CKG Puskesmas Kuala Cenaku di Desa Teluk Sungkai
Bawa Kebahagiaan hingga Pintu Rumah, CV Assalam Santuni 32 Lansia dan Anak Terlantar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:07 WIB

Pelayanan DLH Enrekang Amburadul: Sampah Tak Diangkut, Warga Buang Sembarangan di BNI dan Pasar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Semarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Warga Desa Tambak Galang Dana, Siapkan Perlombaan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Jaga Kesehatan, Ibu-ibu RT 02/RW 01 Desa Tambak Rutin Olahraga Bola Voli 

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Lahan SAE Berbuah, Lapas Kendal Panen 8 Ton Jagung

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:13 WIB

TMMD Ke-129, Kodim Tasikmalaya dan PLN Pasang KWH Listrik untuk Warga Parungponteng

Berita Terbaru

Berita terbaru

Lahan SAE Berbuah, Lapas Kendal Panen 8 Ton Jagung

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:21 WIB