Pasukan Emak-emak di Inhu Unjuk Rasa, Geram dengan Pengusaha Batu Bara 

Jumat, 19 Juli 2024 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inhu, Riau, MNP – Beginilah nasib masyarakat yang selama ini telah memakan debu, yang diduga kuat faktor kendaraan mobil truk tronton pengangkut batu bara.

Karena merasa geram, akhirnya pasukan Emak – emak melakukan aksi di tengah jalan lintas Provinsi, Kota Taluk Kuantan menuju Kota Rengat.

Aksi yang sudah viral ini demi menuntut keadilan kepada pengusaha tambang galian Batubara, yang setiap hari membawa debu batu bara dari armada kendaraan mobil truk tronton.

Nurmaini, salah satu warga Desa Bungkal Malang Kecamatan Kelayang Kabupaten Indra Giri Hulu (Inhu) melakukan aksi di tengah jalan lintas Sumatera Taluk Kuantan Rengat dengan lantang menuntut keadilan yang seadil – adilnya.

“Kami menuntut kepada pemerintah agar secepatnya melakukan penindakan tegas terhadap pihak pengusaha tambang galian Batubara yang ada di wilayahnya,” ucap Nurmaini.

Aksi ini dilakukan karena kurangnya perhatian (not care) pemerintah daerah dan pusat atas keberadaan dan kondisi jalan yang digunakan oleh pihak pengusaha Batu Bara.

“Aktivitas angkutan mobil tronton yang beroperasi sangat menggangu aktivitas warga, bahkan mengakibatkan dampak kesehatan masyarakat memburuk khususnya terhadap kesehatan bagi anak – anak kita,” tegasnya.

Pastinya, selama mobil angkutan batu bara beroperasi mengunakan jalan umum (Fasum), acab kali menganggu dan meresahkan warga sekitar.

Dimana, saat mobil batu bara melintas di jalan tersebut diduga selama ini mengakibatkan jalan rusak.

“Parahnya lagi, udara tidak sehat lagi karena debu tebal berterbangan hingga masuk ke rumah warga sehingga kami selama ini harus memakan kotoran debu Batu bara,” jelasnya.

Nurmaini menyebut, tujuan gerakan aksi ini menuntut minta keadilan ke pihak pemerintah daerah dan pusat, ( Provinsi Riau), khususnya penguasa pengakuan (mobil) batu bara agar dapat memperbaiki dan memperhatikan atas kondisi jalan saat ini.

“Jangan hanya debu (udara) yang di dapat serta dinikmati masyarakat tanpa mempedulikan lingkungan juga kesehatan masyarakat,” cetus Nurmaini.

Bila perlu lanjutnya, pihak Batu bara suruh memperbaiki jalan atau bahkan di suruh buat jalan sendiri

“Bagi kami kendaraan truk tronton pengangkut batubara tidak layak melewati depan rumah kami,” tegasnya.

Hampir setiap hari, masyarakat dan dipaksa menghirup udara bercampur debu kotor yang amat pengap,” jelas ini sangat merugikan kami, terutama terhadap kesehatan,” bebernya.

“Bukan itu saja, debu – debu yang berterbangan sampai masuk kedalam pemukiman (rumah) warga. Ditambah lagi, akibat debu tersebut atap rumah dan tembok rumah kami menjadi kotor,” kata Nurmaini.

Masyarakat menilai, mobil angkutan batu bara tersebut sangat merugikan, khususnya kesehatan terhadap warga. Bagaimana tidak udara bercampur debu membuat kami sangat sesak bernafas, pasti, atas ulah pengusaha baru bara.

“Mau tak mau kami wajib mengunakan masker seperti masa Covid -19 dulu. Kalau hal ini tidak kami lakukan, pastinya kesehatan kami sangat terganggu dan bisa berakibat fatal terhadap kehidupan kami,” tuturnya.

“Ini jelas polusi udara dan pencemaran lingkungan bagi kami dan anak – anak kami,” tutup Nurmaini dengan nada jengkel didepan awak media.

Namun sayangnya dalam aksi ini, pihak Petinggi Perusahaan Tambang Batu bara tak satupun yang nampak hidungnya, sehingga awak media tidak bisa mengkonfirmasi lebih lanjut tentang aksi tuntutan masyarakat, bahkan sampai berita ini diterbitkan.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Humas SPBU Codo 13.293.624 Diduga Memiliki 5 Mobil Pelangsir BBM Subsidi
Segera Dibuka! Legend Coffee 1 Kini Hadir di Jalur By Pass Mangkubumi
Audiensi Tantrib di Sukamaju Kidul, Bahas Peredaran Miras
Pangdam III/Siliwangi Kukuhkan Pengurus Pencak Silat Militer Jawa Barat dan Banten
Hari Bhayangkara ke-80, Sat Polair Polres Lampung Selatan Gelar Khitan Massal dan Donor Darah
Disdukcapil Jeneponto Rampungkan Pemadanan 13 Ribu Data KRS, Ini Rincian Hasilnya
Polres Pakpak Bharat Ringkus Dua Pria Pengedar dan Pengguna Sabu di Sibande
Perbaikan Lantai Jembatan Melintut Masuk Program Tahun 2026, Gunakan Teknik Konstruksi Siap Pakai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:16 WIB

Humas SPBU Codo 13.293.624 Diduga Memiliki 5 Mobil Pelangsir BBM Subsidi

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:43 WIB

Segera Dibuka! Legend Coffee 1 Kini Hadir di Jalur By Pass Mangkubumi

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:13 WIB

Audiensi Tantrib di Sukamaju Kidul, Bahas Peredaran Miras

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:02 WIB

Pangdam III/Siliwangi Kukuhkan Pengurus Pencak Silat Militer Jawa Barat dan Banten

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:47 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Sat Polair Polres Lampung Selatan Gelar Khitan Massal dan Donor Darah

Berita Terbaru

Berita terbaru

Segera Dibuka! Legend Coffee 1 Kini Hadir di Jalur By Pass Mangkubumi

Rabu, 10 Jun 2026 - 21:43 WIB

Berita terbaru

Audiensi Tantrib di Sukamaju Kidul, Bahas Peredaran Miras

Rabu, 10 Jun 2026 - 16:13 WIB