Tasikmalaya, MNP – Kurang lebih satu bulan pasca pembongkaran bangunan yang diduga menghalangi normalisasi perairan irigasi di wilayah Jl. RAA Wirataningrat, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, kini menyisakan persoalan baru.
Puing-puing bongkahan beton dari hasil pembongkaran masih terlihat menumpuk di sekitar lokasi. Kondisi ini menimbulkan kesan kumuh dan mengganggu estetika kawasan pusat kota, Rabu (27/08/2025).
Salah satunya, SN (45), warga Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Ia mengaku sangat terganggu karena setiap pagi harus melintas ke lokasi tersebut untuk mengantar anaknya bersekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setiap hari kan dua kali antar jemput anak sekolah persis di dekat Alun-alun. Otomatis jalan yang dilalui ke sana, apalagi kalau pagi hari penuh yang ngantar anak, sering macet. Ditambah ada gundukan bongkahan beton, jadi kalau jalan ke pinggir suka waswas. Takutnya tumpukan batu itu ambruk ke jalan, apalagi musim hujan,” ungkapnya kepada wartawan,
Selain mengganggu kenyamanan, kondisi tersebut juga menimbulkan pertanyaan besar dari masyarakat terkait kinerja instansi terkait. Pasalnya, lokasi bongkahan puing itu berada tepat di depan kantor UPTD PSDA Citanduy.
Warga pun mempertanyakan mengapa hingga kini puing-puing tersebut belum dibersihkan, padahal sangat mengganggu pandangan dan aktivitas lalu lintas di kawasan vital kota.
Masyarakat berharap ada tindakan cepat dari pihak berwenang untuk menuntaskan persoalan ini. Selain demi kenyamanan pengguna jalan, juga untuk menjaga estetika pusat Kota Tasikmalaya yang menjadi wajah daerah.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan