KRISIS SAMPAH ENREKANG: Armada Ditambah, Tapi Kepedulian Pemimpin Jadi Kunci

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENREKANG, MNP —- Persoalan sampah di Kabupaten Enrekang kembali menjadi sorotan publik. Isu ini dianggap vital karena menyangkut kesehatan, kebersihan, dan wajah kota.

Berbagai keluhan warga, kritik lewat media sosial, hingga puisi sindiran “Sampah Serapah” menunjukkan bahwa masyarakat sudah tidak bisa lagi menunggu.

Pemerintah daerah merespons dengan menerima bantuan 1 unit Dump Truck Sampah dari CSR Bank Sulselbar Cabang Enrekang.

Sebelumnya, DLH telah mengoperasikan 15 unit armada sejak 2025. Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga mengakui salah satu kendala adalah armada yang sudah tua dan keterbatasan bahan bakar.

“Untuk itu, bantuan satu unit Dump Truck sampah diharapkan bisa mengurai persoalan sampah yang selama ini menjadi sorotan,” kata Yusuf Ritangnga saat bertemu Direktur Bank Sulselbar Cabang Enrekang, Hasdiana, Kamis 6/8/2026.

Bupati juga menegaskan telah meminta DLH untuk memberi pelayanan maksimal. Namun di tengah upaya penambahan armada, kritik dari masyarakat terus mengalir.

Tokoh masyarakat Dr. Siswanto Rawali menilai persoalan utama bukan hanya uang dan truk.

“Faktor utama masalah sampah itu kepedulian dan kehadiran pemimpin. Masalah uang dan armada urutan ke sekian. Byk solusi penyelesaian masalah walau tanpa uang,” ujarnya di grup WhatsApp Generasi Baru Massenrenpulu.

Senada, Nurdin Nanda juga menyoroti mentalitas “menunggu anggaran”. “Kl slalu mngedepnkn uang sbg alsan ut tdk berbuat, maka bismi di ukur kompetensinya, Kapabilitasnya, kepeduliannya, terlebih komitmen dan keberpihaknnya..” tulisnya.

Bagi warga, komitmen dan aksi nyata lebih penting dari sekadar seremonial. Selain armada, Bank Sulselbar juga akan membantu penataan kota melalui lampu hias dari dana CSR.

Ini diapresiasi karena menyangkut keindahan kota. Tetapi warga menekankan, Enrekang butuh kota yang bersih dulu baru cantik. Tanpa sistem pengelolaan sampah yang benar, lampu hias saja tidak cukup.

Ke depan, publik berharap ada 3 langkah konkret: 1. Evaluasi total sistem pengangkutan sampah, 2. Keterbukaan data titik penumpukan dan jadwal angkut, 3. Libatkan masyarakat dan sekolah dalam gerakan bersih.

Karena sampah adalah masalah bersama. Jika tidak diselesaikan dari sekarang, “Sampah Serapah” hari ini bisa jadi krisis lingkungan esok hari.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bupati Tasikmalaya Lantik 18 Pejabat, Tegaskan Penempatan ASN Berdasarkan Sistem Merit
SAMPAH SERAPAH VIRAL! Puisi Sindir Pemkab Enrekang, Tokoh: Masalahnya Bukan Cuma Uang
Bantuan Sosial atau Bancakan Anggaran? GMNI Cium Kejanggalan Anggaran Rp3,014 Miliar di Dinsos Tahun 2026
Sukses Curi Motor di Garut, Pria Bertato Diciduk Polisi, Ini Kronologisnya 
DPRD Tasikmalaya dan Aktivis Desak Pemkot Tindak SPBU Tanpa SIPA: Jangan Abaikan Aturan!
Diduga Abaikan Klakson Kereta, Seorang Wanita Misterius Tertemper KA 12 di Garut
Tanah Carik Siap Digarap, Warga Cigantang Tunggu ‘Lampu Hijau’ Aset Pemkot
Sopir Angkot Cibeureum – Petir Dirawat di Rumah Sakit, Diduga Dianiaya Oknum Polisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:30 WIB

KRISIS SAMPAH ENREKANG: Armada Ditambah, Tapi Kepedulian Pemimpin Jadi Kunci

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Bupati Tasikmalaya Lantik 18 Pejabat, Tegaskan Penempatan ASN Berdasarkan Sistem Merit

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:50 WIB

SAMPAH SERAPAH VIRAL! Puisi Sindir Pemkab Enrekang, Tokoh: Masalahnya Bukan Cuma Uang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Bantuan Sosial atau Bancakan Anggaran? GMNI Cium Kejanggalan Anggaran Rp3,014 Miliar di Dinsos Tahun 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:44 WIB

Sukses Curi Motor di Garut, Pria Bertato Diciduk Polisi, Ini Kronologisnya 

Berita Terbaru