Mengenal Logo HJG ke-212, Perpaduan Budaya, Alam dan Semangat Inovasi Garut

Sabtu, 1 Februari 2025 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Pemerintah Kabupaten Garut resmi mengeluarkan surat edaran terkait peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke-212 yang akan digelar pada 16 Februari 2025.

Mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 30 Tahun 2011, perayaan ini akan dilaksanakan secara khidmat dan sederhana dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Dalam edaran yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, pemerintah mengajak instansi pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, serta dunia usaha untuk turut serta menyukseskan peringatan HJG tahun ini.

Sejumlah agenda telah disusun, di antaranya:

1. Ziarah ke Makam RAA Adiwijaya, dilaksanakan pada Jumat, 14 Februari 2025, Pukul 07.30 WIB di Makam Cipeujeuh, Garut Kota.

2. Upacara Puncak Peringatan, pada Senin, 17 Februari 2025, Pukul 07.30 WIB di Lapangan Otista, Alun-alun Garut, dan disiarkan langsung melalui YouTube GarutKab TV

3. Rapat Paripurna Istimewa DPRD, pada Senin, 17 Februari 2025, Pukul 10.00 WIB di Gedung DPRD Kabupaten Garut.

Selain agenda resmi, HJG ke-212 juga akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung seperti acara keagamaan, bakti sosial, perlombaan, olahraga, serta pertunjukan seni dan budaya yang mencerminkan kearifan lokal Garut.

Pemerintah Kabupaten Garut juga mengimbau masyarakat untuk turut memeriahkan HJG dengan memasang spanduk, baliho, umbul-umbul, dan dekorasi bernuansa HJG sejak 1 hingga 28 Februari 2025, dengan tetap memperhatikan estetika, keamanan, dan ketertiban.

Perayaan ini diharapkan dapat mempererat persatuan, menumbuhkan kebanggaan daerah, serta menjadi momentum refleksi untuk terus membangun Garut yang lebih maju dan sejahtera.

Makna Logo HJG ke-212: Refleksi Semangat dan Identitas Garut

Sebuah logo sederhana namun sarat makna terpampang: “Garut”. Bukan sekadar nama, namun representasi sebuah daerah dengan sejarah dan budaya yang kaya. Di bawahnya, lima kata berawalan huruf “G” tertulis dalam aksara Sunda, masing-masing membawa pesan mendalam.

1. Gagah, simbol keberanian dan kegigihan masyarakat Garut dalam menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.

2. Rucita, cerminan pribadi yang berilmu, berwawasan luas, dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

3. Rahayu, harapan akan keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Garut.

4. Mangun, semangat untuk membangun dan mengembangkan daerah agar semakin maju dan berdaya saing.

5. Raharja, cita-cita untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan lahir batin.

Gambar ini bukan sekadar rangkaian kata, namun sebuah refleksi mendalam tentang nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Garut. Nilai-nilai yang menjadi landasan dalam membangun daerah, menciptakan harmoni, dan meraih kemajuan

Dalam logo ini pula menampilkan, meliputi :

Tanduk Domba Garut – Melambangkan keberanian dan inovasi daerah.

Batik Garutan – Simbol kekayaan budaya dan potensi SDM Garut yang unggul.

Angka 1 Berwarna Merah – Mewakili ambisi Garut untuk terus maju.

Ikon Digitalisasi – Menunjukkan adaptasi Garut dalam era teknologi.

Daun Hijau – Simbol kesuburan dan kelestarian alam Garut.

Gunung dan Air – Mencerminkan keindahan alam Garut yang damai dan asri.

Secara keseluruhan, logo ini menggambarkan Garut sebagai daerah yang terus berkembang, inovatif, dan tetap menjaga nilai-nilai budaya serta keindahan alamnya.

Dengan semangat HJG ke-212, masyarakat Garut diajak untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur dalam membangun daerah yang gagah, rucita, rahayu, mangun, dan raharja.

Loading

Penulis : Wawan Uje

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

DARURAT SAMPAH! Armada DLH Enrekang Tua dan Rusak, Anggaran BBM Cuma Cukup Sampai Agustus
Karya Warga Binaan Lapas Cipinang di President University: Bukti Nyata Hasil Pembinaan Humanis
Mahasiswa KKN-T Unhas Wujudkan Peta Administrasi Berbasis SIG di Kelurahan Panaikang, Jeneponto
Mata Air Kuta dan Karangsari, Oase Penyelamat Krisis Air Warga Pemalang
Sita 1.075 Ml Cairan Haram, Polres Pemalang Ringkus Dua Produsen Ganja Sinte
Camat Karusen Janang Geram! PT Anglo Eastern Plantations Plc Diduga Bebaskan Lahan Diam-diam 
Modal Gotong Royong Tanpa Anggaran: Bungursari Tancap Gas Siapkan HUT RI dan Tasik Gemas
Diduga Tak Transparan, Warga Pertanyakan Pengelolaan Dana BUMDESMA Sejahtera Bersama Rp240 Juta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:15 WIB

DARURAT SAMPAH! Armada DLH Enrekang Tua dan Rusak, Anggaran BBM Cuma Cukup Sampai Agustus

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Karya Warga Binaan Lapas Cipinang di President University: Bukti Nyata Hasil Pembinaan Humanis

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:46 WIB

Mahasiswa KKN-T Unhas Wujudkan Peta Administrasi Berbasis SIG di Kelurahan Panaikang, Jeneponto

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:44 WIB

Mata Air Kuta dan Karangsari, Oase Penyelamat Krisis Air Warga Pemalang

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:21 WIB

Sita 1.075 Ml Cairan Haram, Polres Pemalang Ringkus Dua Produsen Ganja Sinte

Berita Terbaru