ENREKANG, MNP – Akhirnya terbongkar juga biang kerok pelayanan kebersihan di Kabupaten Enrekang yang semakin buruk. Dinas Lingkungan Hidup DLH mengaku kewalahan dan nyaris lumpuh.
Penyebabnya klasiknya, tidak ada armada dan tidak ada uang. Kondisi ini membuat tumpukan sampah di sejumlah titik semakin menumpuk dan memicu keresahan warga.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Enrekang, Bustamin, didampingi Kabid Pengelolaan Sampah dan LB3, Ikhsan, membeberkan persoalan ini di ruang kerjanya. Ia menyebut DLH saat ini sangat terkendala armada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Armada yang ada saat ini sangat minim dan hampir semua sebenarnya sudah tidak layak operasi. Hampir semua truk persampahan sudah berumur tua dan sebenarnya sudah tidak layak pakai. Tapi kita tetap paksakan karena armada tersebut belum cukup untuk melayani pengangkutan sampah rumah tangga,” ujar Bustamin, Selasa (28/07).
Masalah tidak berhenti di situ. Anggaran operasional juga cekak. Untuk tahun 2026, DLH hanya mendapat alokasi Rp800 juta khusus untuk pembelian BBM.
Setelah dihitung, uang itu hanya cukup sampai bulan Agustus 2026. Artinya, jika tidak ada tambahan, hanya dalam 1 bulan ke depan truk-truk sampah berpotensi mogok total. “Bayangkan kalau BBM habis, siapa yang angkut sampah warga?” tanya Bustamin retoris.
Di tengah situasi sulit itu, DLH mengaku sudah mengajukan telaah staf untuk permohonan anggaran parsial. Alhamdulillah, kata Bustamin, permohonan tersebut sudah disetujui pimpinan.
Rinciannya Rp800 juta untuk menutup kekurangan gaji personil tenaga pengangkut sampah dan biaya pemeliharaan kendaraan. Namun itu tetap tidak menyelesaikan masalah utama: armada yang sudah uzur dan BBM yang terbatas.
Keluhan warga pun bukan tanpa alasan. Aktivis LMR-RI Komda Enrekang, Suparman, ikut angkat bicara. Ia menilai pemerintah daerah seharusnya menjadikan pelayanan kebersihan sebagai prioritas utama, bukan program yang dianaktirikan.
“Masyarakat, Pemerintah daerah semestinya menjadikan pelayanan kebersihan menjadi prioritas. Pemda harus mendukung DLH dengan anggaran yang maksimal,” tegas Suparman.
Pernyataan Suparman menampar. Masa iya Kabupaten Enrekang dibiarkan kotor hanya karena alasan anggaran. Padahal kebersihan adalah kebutuhan dasar dan menyangkut kesehatan publik.
Jika armada tidak segera diganti dan anggaran tidak ditambah, bukan tidak mungkin Enrekang akan menghadapi masalah serius seperti banjir karena saluran tersumbat sampah dan potensi mewabahnya penyakit.
Ini saatnya Bupati Enrekang dan DPRD turun tangan. Jangan tunggu sampai kota dipenuhi gunungan sampah baru bergerak.
DLH sudah jujur soal keterbatasannya. Sekarang bola ada di tangan pemerintah daerah. Tambah armada, tambah anggaran, dan dukung penuh DLH.
Ingat, uang rakyat ada untuk melayani rakyat. Jangan sampai gara-gara truk rongsokan dan BBM habis, Enrekang kehilangan wajahnya sebagai kota yang bersih dan layak huni.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan