ENREKANG, MNP – Era transaksi tanpa uang tunai kini mulai digencarkan hingga ke bangku sekolah sebagai wujud implementasi menghadapi digitalisasi.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Enrekang menggandeng Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) menggelar Sosialisasi Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS di Era Digitalisasi, Kamis 7/5/2026.
Kegiatan yang menyasar ratusan pelajar UPT SMA Negeri 2 Enrekang ini menjadi langkah konkret mendorong literasi keuangan digital sekaligus mempercepat digitalisasi pembayaran di Bumi Massenrempulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para siswa diharapkan menjadi agen perubahan yang menularkan kebiasaan transaksi non-tunai ke keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Bertempat di aula UPT SMAN 2 Enrekang, sosialisasi berlangsung interaktif dan penuh antusias.
Narasumber dari Bank Indonesia dan Bapenda Enrekang memaparkan secara lugas apa itu sistem pembayaran digital, bagaimana cara kerja QRIS, hingga manfaat besar transaksi non-tunai: aman karena mengurangi risiko uang palsu, cepat karena cukup satu kali scan, mudah diakses lewat ponsel, dan efisien tanpa perlu repot kembalian.
Para pelajar juga langsung diajak praktik cara scan QRIS menggunakan aplikasi pembayaran di ponsel masing-masing, mulai dari bayar jajan di kantin sekolah hingga simulasi transaksi UMKM.
Sesi tanya jawab pun ramai, menunjukkan rasa ingin tahu generasi muda yang tinggi terhadap teknologi finansial.
Kepala Bapenda Enrekang menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi besar Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah atau P2DD.
“Kita mulai dari pelajar karena mereka digital native, cepat menyerap, dan bisa jadi influencer di rumah. Kalau anak-anak sudah terbiasa pakai QRIS, maka ekosistem cashless society di Enrekang akan lebih cepat terbentuk,” ujarnya.
Pihak Bank Indonesia menambahkan, QRIS adalah standar nasional yang menyatukan semua aplikasi pembayaran.
Artinya, satu QR bisa di-scan pakai dompet digital apapun, sehingga pedagang kecil pun tidak perlu repot menyediakan banyak barcode.
Dengan adanya sosialisasi ini, Pemkab Enrekang optimistis indeks digitalisasi daerah akan terdongkrak. Tak hanya memudahkan masyarakat, transaksi digital juga membuat pencatatan pendapatan daerah lebih transparan dan akuntabel.
Kedepan, Bapenda dan BI berkomitmen memperluas sosialisasi serupa ke sekolah lain, pasar tradisional, hingga pelaku UMKM.
“Harapannya, bayar pajak, retribusi, belanja di warung, semua cukup scan QRIS. Enrekang siap masuk era digital sepenuhnya,” tutup perwakilan Bapenda disambut tepuk tangan siswa SMAN 2.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan