Gegara Sengketa Batas Tanah, Warga Jeneponto Disabet Parang

Selasa, 19 Agustus 2025 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jeneponto, MNP – Sebuah insiden penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis parang terjadi di Dusun Karampuang, Desa Datara, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto.

Korban diketahui bernama Firman (38), seorang petani asal Dusun Karampuang. Ia mengalami luka serius setelah disabet parang oleh H. Raniarto (60), seorang pensiunan guru yang juga warga setempat, Selasa (19/08/2025).

Kepala Desa Datara, M. Jufri Lau, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler oleh Media Nasional Potret, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa laporan dari Babinsa Jeneponto mengungkap kasus ini dipicu masalah sengketa batas tanah kebun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 07.00 Wita, pelaku H. Raniarto berangkat ke kebunnya untuk mengairi sawah yang ditanami jagung. Saat tiba, ia mendapati korban Firman sedang berada di kebun sebelah untuk memetik cabai.

Keduanya diketahui sudah lama berselisih soal batas tanah. Pelaku kemudian menegur korban dengan kalimat: “Kenapa kamu selalu memindahkan batas tanah?,” Teguran itu memicu emosi Firman yang kemudian menendang pelaku.

Tak terima, H. Raniarto langsung mengambil parang dan menganiaya korban hingga tiga kali sabetan. Akibatnya, Firman mengalami luka terbuka di dahi, luka di belakang telinga, serta luka pada pergelangan tangan.

Korban segera dilarikan ke RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, pelaku telah diamankan oleh Polres Jeneponto guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Permasalahan sengketa tanah ini sebelumnya pernah akan dimediasi oleh aparat desa, namun korban tidak hadir dalam pemanggilan.

Kepala Desa Datara mengimbau agar keluarga kedua belah pihak menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu yang beredar.

“Kami harap masalah ini tidak diperkeruh. Jangan ada aksi balas dendam maupun main hakim sendiri. Serahkan sepenuhnya pada pihak berwenang,” ujarnya.

Loading

Penulis : Mahmud Sewang

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Aklamasi di Graha Pena: Amrullah Mundur, Suwardi Tahir Nahkodai PWI Sulsel 2026–2031
Kantongi 3 Suara di Konferprov Sulsel, PWI Enrekang Sepakat Pilih Ketua Visioner
Lalui Masa Pasca-Pandemi dan Perubahan Kurikulum, Angkatan Hebat SDN 1 Lewo Lulus 100 Persen
Jeneponto Kembali Raih WTP, Bupati Paris Yasir: Bukti Komitmen Transparansi Tata Kelola Keuangan
Bangkit dari WDP, Enrekang Sabet WTP BPK 2025: Energi Baru Tata Kelola Keuangan Daerah
Bantu Warga Penderita Asma, Baznas Kota Tasikmalaya Salurkan Bantuan Alat Kesehatan Nebulizer
Polisi Turun ke Ladang, Polsek Kuala Cenaku Tanam ‘Harapan’ bersama Petani 
Diduga Lebih Prioritaskan Administrasi, Pelayanan RS TMC Tasikmalaya Dikeluhkan Keluarga Korban Laka Lantas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:52 WIB

Aklamasi di Graha Pena: Amrullah Mundur, Suwardi Tahir Nahkodai PWI Sulsel 2026–2031

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:44 WIB

Kantongi 3 Suara di Konferprov Sulsel, PWI Enrekang Sepakat Pilih Ketua Visioner

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:22 WIB

Lalui Masa Pasca-Pandemi dan Perubahan Kurikulum, Angkatan Hebat SDN 1 Lewo Lulus 100 Persen

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:42 WIB

Jeneponto Kembali Raih WTP, Bupati Paris Yasir: Bukti Komitmen Transparansi Tata Kelola Keuangan

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:35 WIB

Bangkit dari WDP, Enrekang Sabet WTP BPK 2025: Energi Baru Tata Kelola Keuangan Daerah

Berita Terbaru