Banten, MNP – Rangkaian acara HIMAS 2025 berjalan cukup meriah serta lancar dan kondusif. Antusiasme para warga sekitar hingga yang dari luar wilayah, juga turut menambah semarak berlangsungnya acara.
Acara digelar di Kasepuhan Masyarakat Adat Guradog, Kecamatan Curug Bitung, Kab Lebak-Provinsi Banten. Yang mengundang peserta (tamu undangan) beragam latar belakang, sebanyak 500 tamu undangan resmi.
Meski fakta yang terlihat di lokasinya mencapai ribuan orang, yang turut memadati lapangan tempat acaranya digelar. Pada puncak acara HIMAS (Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia) di Lapangan Kasepuhan Guradog, hari ini. Sabtu (9/8/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Membludaknya pengunjung selain tamu undangan tadi, disertai antusiasme warga beragam latar belakang itu, bukan tanpa alasan.
Tetapi didasari informasi, tentang akan dihadirinya acara HIMAS tersebut oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, didampingi Bupati dan Wakil Bupati Bogor.
Ya, KDM beserta dua tokoh sentral Pemda Kab Bogor tersebut, sebagai Tamu Kehormatan dalam acara tersebutlah, yang menjadi magnit dari membludaknya ribuan pengunjung di acara tersebut, termasuk puluhan simpatisan dari KDM (Kang Dedi Mulyadi : red).
Tetapi sangat disayangkan, antusiasme mereka semua seketika memudar, begitu mendengar kabar idolanya itu batal menghadiri acara tersebut, alasannya karena bentrokan agenda, sedang menghadiri Sapa Warga di Cianjur. Yang dihadiri oleh ketiganya tadi pasca hadiri Kirab Bendera pusaka, di Desa Malasari – Nanggung pada Pagi harinya tadi.

Sebagaimana disampaikan ke para Jurnalis, oleh salah seorang Kepala Desa dari wilayah setempatnya. Yang ekspresinya juga nampak memendam kekecewaan serupa dengan kecewanya para tamu undangan, serta ribuan pengunjung lainnya diluar tamu undangan itu.
Sebagaimana diungkapkan Kang Asep pengunjung dari Petir, Cibeureum-Dramaga Kabupaten Bogor misalnya. Dirinya mengaku, bersama beberapa orang temannya, sudah ada dua hari sengaja datang ke Guradog, tempat digelarnya kegiatan HIMAS 2025 yang diselenggarakan pengurus dan anggota dari AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) di sana.
Selain untuk menghadiri dinamika kegiatan HIMAS tersebut, dirinya mengaku sengaja ingin bertemu dan jabatan Tangan lagi dengan KDM, pasca terakhir kalinya sempat bertemu KDM saat di Acara Safari Kampanye pilkadanya, pada 5 hingga 6 November tahun 2024 yang lalu di Desa Setu-Jasinga.
Tapi sejak saat itu, terlebih setelah KDM jadi Gubernur Jabar, jangankan bertemu, untuk sekedar komunikasi saja sangatlah sulit. Kang Asep (sapaan akrabnya), bersama teman temannya sudah dua hari hadir di sini, sejak Jum’at Pagi kemarin.
“Kami telah sengaja datang jauh-jauh, itu karena saking ingin bertemu KDM, syukur syukur bisa bertatap muka langsung dengan Beliau itu.
Wajar, sebagai simpatisan dan pendukung Beliau di 27 November 2024,” ucap Kang Asep.
“Terakhir kali Kami bertemu, di acara safari kampanye Beliau, di lapangan Desa Setu, Kec Jasinga, hari Selasa-Rabu 5 hingga 6 November tahun 2024 lalu. Ya, kalau ditanya kecewa sangat kecewa lah Kami semua,” ungkapnya lagi dengan nada datar.
Namun, lanjut Kang Asep, justru di sini letak sebuah konsekuensi dari tanggung jawab moral saya dan Kita semua, sebagai simpatisan dan pendukung sejati untuk Beliau, jelas harus mau dan mampu mengingatkan saat Beliau mulai khilaf, sebagai sesama manusia biasa dan sebagai bentuk kepedulian, serta kasih sayang Kita ada buat Beliau.”
Agar KDM tidak dijerumuskan dan dirugikan orang-orang, terutama yang tidak suka pada Beliau, dari eks Lawan-lawan politiknya misalnya. Caranya, dengan membuat KDM tersanjung hingga terlena, setelah gitu mungkin menjatuhkan dan menghancurkan Beliau.
“Itu tujuan utama yang penting untuk selalu Kita jaga, demi kebaikan Beliau, Nota Bene demi kebaikan Kita sebagai Rakyat/warga Jawa Barat,” pungkas Kang Asep tegas.
![]()
Penulis : Tim
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan