TASIKMALAYA, MNP – Pelayanan Manajemen Rumah Sakit Tasik Medika Citratama (RS TMC) yang berlokasi di Jalan KH. Zaenal Mustofa, Kota Tasikmalaya, menuai sorotan tajam. Pihak rumah sakit diduga mengabaikan sisi kemanusiaan dan lebih memprioritaskan urusan administratif ketimbang keselamatan pasien darurat.
Peristiwa kelam ini menimpa Dedi Majen (59), warga Kampung Gunung Kondang RT 004/RW 007, Kelurahan Mangkubumi, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Dedi merupakan korban kecelakaan lalu lintas tunggal yang terjadi di tikungan Mie Baso Echo, Jalan Mangkubumi-Singaparna.
Menurut keterangan anak korban, Shova Siti Nur Sya’ban, S.Sos (33), peristiwa bermula saat sang ayah dalam perjalanan pulang dari arah Singaparna menuju Tasikmalaya. Sepeda motor yang dikendarai korban tergelincir akibat kerikil pasir yang berserakan di jalan aspal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibat kecelakaan tersebut, korban tak sadarkan diri karena mengalami benturan keras di kepala, luka robek di tangan, serta luka-luka di kaki.
Sesampainya di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS TMC, korban awalnya langsung mendapatkan penanganan dari dokter jaga berinisial Dr. M.
Berdasarkan konfirmasi awal, Dr. M menyatakan bahwa kondisi pasien bersifat urgent (mendesak) karena terindikasi mengalami pendarahan di dalam kepala. Penanganan kemudian dilanjutkan oleh Dr. A, termasuk tindakan CT Scan dan rontgen.
Pihak RS TMC menyatakan bahwa korban harus dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo. Namun, pihak keluarga dan awak media menemukan adanya kejanggalan dalam proses administrasi rujukan tersebut.
Supervisor (Spv) Manajemen RS TMC berinisial D, sempat menyatakan bahwa pihaknya sedang menunggu tembusan rujukan dan sudah mengonfirmasi pihak RSUD dr. Soekardjo.
Ironisnya, di tengah kondisi korban yang kritis dan meronta-ronta hingga harus dipegang oleh empat orang anggota keluarga, terungkap bahwa pihak IGD RS TMC baru melakukan konfirmasi rujukan ke RSUD dr. Soekardjo pada pukul 22.01 WIB.
Ketika dikonfirmasi ulang, Dr. M mengklaim telah berkoordinasi dengan Dr. A dan menyebut kondisi korban dalam keadaan stabil.
“Gawat tapi Tidak Darurat,” ujar Dr. M menirukan hasil koordinasinya, sebuah pernyataan yang langsung dipertanyakan oleh pihak keluarga yang melihat langsung kondisi kritis korban.
“Kenapa baru beberapa menit yang lalu pihak RS TMC konfirmasi mau buat rujukan? Kenapa tidak dari tadi?” tegas pihak keluarga dengan nada kecewa.
Adu mulut antara pihak keluarga dan Supervisor berinisial D tidak terhindarkan ketika korban hendak dipindahkan ke RSUD dr. Soekardjo.
Pihak manajemen RS TMC dinilai kaku dan tidak memberikan kebijakan kelonggaran administrasi, meskipun pasien dalam kondisi tidak stabil.
Melihat kondisi darurat dan keterbatasan biaya tak terduga dari keluarga, wartawan media ini yang berada di lokasi bahkan mencoba memediasi dengan niat baik menjaminkan KTP, STNK, hingga BPKB motor miliknya.
“Keluarga saya sekarang tidak punya uang, Pak. Saya mohon kebijakan dan kemanusiaannya, buka hati nurani,” rintih pihak keluarga.
Namun, pihak Spv berinisial D tetap bersikukuh pada prosedur perusahaan, di mana harus ada uang muka masuk sebesar kurang lebih 75% dari total tagihan sebesar Rp3.173.457.
Melihat jalan buntu tersebut, wartawan yang mendampingi akhirnya mengumpulkan uang Rp5.000 dari sakunya, ditambah uang Rp50.000 sisa membeli pampers dari saudara korban. Total uang Rp55.000 itulah yang akhirnya diterima oleh pihak RS TMC sebagai uang muka darurat agar pasien bisa segera dipindahkan.
Bobroknya pelayanan RS TMC semakin terkesosok setelah korban berhasil dievakuasi ke RSUD dr. Soekardjo.
Tim medis RSUD dr. Soekardjo yang menerima pasien mempertanyakan mengapa luka robek di tangan korban sama sekali belum dijahit atau ditangani secara profesional oleh pihak RS TMC selama berada di sana.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Direktur maupun Manajemen Tertinggi RS TMC terkait dugaan pelayanan yang tebang pilih dan lebih mengutamakan aspek komersial di atas keselamatan nyawa manusia.
![]()
Penulis : DK
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan