Tasikmalaya, MNP – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menghentikan sementara penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU 34.46109 Jalan Raya Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, pada Sabtu malam, 01/11/2025 pukul 20.00 WIB.
Langkah cepat ini diambil setelah muncul laporan dari sejumlah konsumen yang mengeluhkan dugaan adanya campuran air pada bahan bakar Pertalite yang mereka beli dari SPBU tersebut, bahkan sampai kendaraannya mogok.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pelayanan publik, Pertamina langsung menginstruksikan penghentian sementara operasional penyaluran Pertalite di SPBU itu sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Pertamina juga meminta pihak pengelola SPBU untuk segera mendirikan posko pengaduan konsumen, yang berfungsi untuk menampung dan menindaklanjuti laporan masyarakat yang terdampak akibat dugaan kualitas bahan bakar yang tidak sesuai.
Menurut keterangan resmi Pertamina Patra Niaga Regional JBB, pihak SPBU bertanggung jawab untuk menindaklanjuti setiap laporan dari konsumen, termasuk melakukan perbaikan kendaraan bagi pengguna yang terdampak akibat pembelian bahan bakar tersebut.
Pertamina memastikan setiap pengaduan yang masuk akan ditangani secara terbuka, cepat, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Susanto August Satria, menegaskan bahwa langkah penghentian sementara ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk memastikan kualitas dan keamanan produk yang dijual di seluruh SPBU.
“Kami bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat. Penghentian sementara dilakukan agar penanganan dan investigasi bisa berjalan optimal tanpa mengganggu konsumen lainnya,” ujar Susanto dalam keterangan resminya.
Selain menangani kasus di SPBU Kawalu, Pertamina Patra Niaga Regional JBB juga melakukan monitoring dan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh infrastruktur SPBU di wilayah Jawa Bagian Barat, termasuk sistem tangki pendam yang menjadi tempat penyimpanan bahan bakar.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada kebocoran, kontaminasi air, atau gangguan teknis lain yang bisa memengaruhi kualitas bahan bakar di lapangan.
Susanto menambahkan, kejadian ini menjadi perhatian serius Pertamina, terutama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas BBM yang dipasarkan.
“Kami terus berupaya melakukan evaluasi dan pengawasan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di masa mendatang,” jelasnya.
Pertamina juga menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan setiap keluhan atau dugaan ketidaksesuaian kualitas BBM melalui Call Center Pertamina 135 atau email pcc135@pertamina.com.
Laporan masyarakat, kata Susanto, sangat penting untuk memastikan pelayanan yang transparan dan akuntabel.
Dengan langkah-langkah cepat ini, Pertamina berharap seluruh pihak dapat memahami bahwa penghentian sementara penyaluran Pertalite di SPBU Kawalu merupakan bagian dari upaya menjaga mutu dan kepercayaan konsumen, sekaligus memastikan setiap masalah yang muncul dapat terselesaikan dengan baik.
![]()
Penulis : SN
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan