FATAS dan APAR ingin Poktan di Sukapancar Sukses Budidaya Anggur

Rabu, 29 Juni 2022 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Tasikmalaya – Forum Anggur Tasikmalaya (FATAS) dan Komunitas Anggur Parahiangan (APAR) dari Kabupaten Bandung jadi pemateri pelatihan budidaya anggur kepada Kelompok Tani Subur Tani Lima Desa Sukapancar Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya.

Engkus Kusnadi dari Komunitas FATAS mengungkapkan, dengan adanya pelatihan budidaya anggur ini, dirinya berharap semua pemaparan bisa diserap oleh kelompok tani yang berada di wilayah desa Sukapancar.

“Kita itu jangan hanya program saja, tapi memang harus menghasilkan apa yang kita tanam, apa yang kita rawat harus menghasilkan dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelas Engkus, Rabu (29-06-2022).

Untuk proses pembesaran sampai berbuah itu, Engkus menyarankan minimal 10 bulan, jadi di tahun pertama sudah bisa menghasilkan. Apalagi, jika satu pohon anggur kalau kelompok tani bisa push, mencapai 15 kilo persatu pohon.

“Cuma, itukan ada panen pertama, ada panen kedua dan panen ketiga, jadi untuk pertama saya sarankan itu paling maksimal 5 kilo satu pohon,” ujar Engkus.

Jadi imbuhnya, kalaupun memang ada yang muncul buah atau bunga itu dibuang saja. Selain itu, untuk ketinggian pohon anggur tersebut harus 2 meter.

“Kami bermotivasi, mari kita tanam hijaukan lingkungan kita dengan hal hal yang menghasilkan,” imbaunya.

Ditempat yang sama, Komonitas APAR dari Kabupaten Bandung, Tosan Ajie ketika ditanya mengenai petani milenial berharap mereka bisa lebih potensial.

“Kalau untuk kaum milenial, harapan saya malah lebih hebat. Sekarang kaum petani milenial di Jawa Barat lebih hebat, karena sekarang lebih berkembang,” harapnya.

Sudah banyak caffe lanjut Tosan, tanaman anggur jadi biasan bahkan sudah banyak perkebunan dari kaum muda di milenial menanam anggur.

Malah tambah Tosan, untuk sekarang programnya adalah Urban Farming yang implementasinya tidak harus memiliki halaman yang luas, tapi memiliki tanaman untuk menghijaukan bumi atau mensedekahkan oksigen.

“Program kami, menanam anggur tiap rumah, sebagai Urban Farming hijaukan bumi dengan limpahan oksigen,” pungkasnya. (Lex).

Loading

Berita Terkait

Lapas Cipinang Perluas Akses Pendidikan bagi Warga Binaan
Bupati Pemalang Buka Resmi TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026
Alun-alun Tegal ‘Mencekam’, Simulasi Penanganan Ricuh Massa hingga Penjinakan Bom
Sidang Perdana Kematian Anak J Menguak Celah Serius: Bukti Medis Dipertanyakan
Penculikan Bermotif Cemburu di Cikajang, Korban Disiksa Secara Sadis
RDPU Mendadak Dibatalkan, DPRD Bartim Gelar Raker Tertutup: Aset Jalan Eks Pertamina Kian Sarat Tanda Tanya
TMMD ke-128, TNI Bangun Rutilahu Milik Warga Lansia di Garut
Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Bersatu di Gedong Cai, Komitmen Jaga Sumber Air Melalui Budaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 18:15 WIB

Lapas Cipinang Perluas Akses Pendidikan bagi Warga Binaan

Kamis, 23 April 2026 - 18:06 WIB

Bupati Pemalang Buka Resmi TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026

Kamis, 23 April 2026 - 17:47 WIB

Alun-alun Tegal ‘Mencekam’, Simulasi Penanganan Ricuh Massa hingga Penjinakan Bom

Kamis, 23 April 2026 - 17:34 WIB

Sidang Perdana Kematian Anak J Menguak Celah Serius: Bukti Medis Dipertanyakan

Kamis, 23 April 2026 - 17:00 WIB

Penculikan Bermotif Cemburu di Cikajang, Korban Disiksa Secara Sadis

Berita Terbaru

Berita terbaru

Lapas Cipinang Perluas Akses Pendidikan bagi Warga Binaan

Kamis, 23 Apr 2026 - 18:15 WIB

Berita terbaru

Bupati Pemalang Buka Resmi TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026

Kamis, 23 Apr 2026 - 18:06 WIB

Berita terbaru

Penculikan Bermotif Cemburu di Cikajang, Korban Disiksa Secara Sadis

Kamis, 23 Apr 2026 - 17:00 WIB