Lapas Cipinang Perluas Akses Pendidikan bagi Warga Binaan

Kamis, 23 April 2026 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, MNP Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus mengoptimalkan pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada penguatan pendidikan kesetaraan bagi Narapidana.

Kamis (23/4), jajaran Seksi Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas) aktif melakukan penjaringan peserta untuk program pendidikan setara SD, SMP, hingga SMA melalui PKBM Mandiri Lapas Cipinang.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pembinaan berbasis kebangsaan, di mana pendidikan dipandang sebagai hak dasar sekaligus fondasi penting dalam membentuk Warga Binaan yang sadar, bertanggung jawab, dan siap kembali berperan di tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan merupakan instrumen penting dalam proses pembinaan yang berkelanjutan.

“Pendidikan bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi membentuk cara berpikir dan sikap hidup. Melalui program ini, kami ingin memastikan Warga Binaan memiliki bekal yang cukup untuk bangkit dan kembali sebagai warga negara yang produktif,” tegasnya.

Di lapangan, proses penjaringan tidak selalu berjalan mudah. Petugas harus melakukan pendekatan persuasif untuk membangun kesadaran akan pentingnya pendidikan.

Staf Bimkemas, Kusdie Fauzan, mengakui bahwa tantangan utama adalah rendahnya minat awal Warga Binaan terhadap program tersebut.

“Awalnya memang tidak mudah, karena masih ada yang belum melihat pentingnya pendidikan, meskipun program ini gratis. Namun setelah kami lakukan pendekatan secara intensif, alhamdulillah hari ini semakin banyak yang tertarik dan mendaftar,” jelasnya.

Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh sisi personal—membangun kesadaran bahwa pendidikan adalah kesempatan kedua untuk memperbaiki masa depan.

Salah satu Warga Binaan berinisial HR, yang belum memiliki ijazah SMP, mengaku semakin termotivasi untuk mengikuti program tersebut. “Saya ingin punya ijazah dan memperbaiki masa depan. Ini kesempatan yang tidak boleh saya lewatkan,” ungkapnya.

Melalui penguatan program pendidikan kesetaraan, Lapas Cipinang menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga pada pemenuhan hak dasar dan pembangunan kualitas manusia.

Upaya ini menjadi bagian dari Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA, dalam menciptakan Warga Binaan yang berpengetahuan, berkarakter, dan siap kembali berkontribusi bagi bangsa dan masyarakat.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

UNIMEN Tancap Gas! Bidik 26 Lektor Kepala dan 1 Profesor, Mutu Kampus Dipertaruhkan
Tiba di Garut, 10 Korban Selamat Kapal Virgo 8 Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Sekjen Imipas Tinjau Peternakan Lapas Kelas IIA Kendal, Cek Langsung Hasil Telur
Rizal Bawazier Bawa Pesan Persatuan di Tengah Ribuan Jamaah Maulid Akbar Habib Idrus Al Bahr Pekalongan
Kualitas Udara Capai Tingkat Ekstrem, 118 Orang Warga Kecamatan Paku Terpapar ISPA
TPP ASN Dipangkas, Efisiensi atau Alarm Fiskal Pemkot Tasikmalaya?
Sulitnya Menjaga Warisan Leluhur, Nasib Perajin Payung Geulis Tasikmalaya Makin Terpinggirkan
Senyum Bahagia Warga Desa Karelayu, Terima Sertifikat PTSL dari Bupati Jeneponto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 21:38 WIB

UNIMEN Tancap Gas! Bidik 26 Lektor Kepala dan 1 Profesor, Mutu Kampus Dipertaruhkan

Jumat, 18 September 2026 - 19:23 WIB

Tiba di Garut, 10 Korban Selamat Kapal Virgo 8 Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Jumat, 18 September 2026 - 19:08 WIB

Sekjen Imipas Tinjau Peternakan Lapas Kelas IIA Kendal, Cek Langsung Hasil Telur

Jumat, 18 September 2026 - 19:03 WIB

Rizal Bawazier Bawa Pesan Persatuan di Tengah Ribuan Jamaah Maulid Akbar Habib Idrus Al Bahr Pekalongan

Jumat, 18 September 2026 - 18:34 WIB

Kualitas Udara Capai Tingkat Ekstrem, 118 Orang Warga Kecamatan Paku Terpapar ISPA

Berita Terbaru