DPRD Kota Tasikmalaya Soroti Pelanggaran Tata Bangunan, 769 Bangunan Diduga Langgar Aturan

Rabu, 24 September 2025 - 22:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Maraknya pembangunan yang diduga melanggar sempadan sungai dan jalan di Kota Tasikmalaya kembali menjadi sorotan.

Menindaklanjuti audiensi dengan Aliansi LSM/Ormas Bungursari, Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Anang Sapaat, menggelar rapat koordinasi dengan dinas-dinas terkait pada Rabu (24/09/2025).

Rapat yang mengundang Dinas PUTR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, dan dinas teknis lainnya ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan mencari solusi atas permasalahan tata bangunan.

“Semua hadir untuk menyamakan persepsi, agar kedepan pembangunan tidak lagi menjadi masalah. Aturan teknis harus jelas, kalau boleh ya boleh, kalau tidak ya tidak,” tegas Anang.

Politikus Partai Demokrat ini mengungkapkan bahwa permasalahan ini adalah warisan dari masa lalu, di mana banyak pihak tidak menyadari pelanggaran yang terjadi.

Ia menyebut ada sekitar 769 bangunan di Kota Tasikmalaya yang diduga melanggar aturan. Menurutnya, penindakan terhadap ratusan bangunan ini tidak bisa dilakukan secara instan.

“Kalau diselesaikan sekarang, tidak akan cukup waktu dua tahun. Minimal, harus diverifikasi dulu, apakah bangunan itu mengganggu sungai hingga menyebabkan banjir atau mengganggu tata jalan,” jelas Anang.

Ia juga mencontohkan kasus-kasus kompleks seperti bangunan yang berdiri di atas sungai, seperti di kawasan HZ atau Asia Plaza.

“Jika dibongkar, bagaimana reaksi masyarakat? Sekarang, bagaimana solusinya agar tidak mengganggu, terutama banjir? Pemerintah harus menata dan mengkroscek kembali mana yang layak dilanjutkan dan mana yang tidak,” katanya.

Terkait dugaan pelanggaran yang juga dilakukan oleh bangunan milik pemerintah, Anang menegaskan bahwa aturan harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

“Yang namanya peraturan, walaupun itu milik pemerintah, harus tetap ada tindakan,” katanya.

Untuk mempercepat penanganan masalah ini, Anang Sapaat menyarankan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk segera mengaktifkan kembali Pengendalian dan Pengawasan Bangunan (P2B).

“P2B ini tugasnya bukan eksekusi pembongkaran, tapi sebagai alat koordinasi. Besok surat dari Komisi III akan masuk, dan kami menyarankan Wali Kota segera memperbaiki SK P2B,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bhabinkamtibmas Kuala Cenaku Dorong Warga Budidayakan Timun, Perkuat Ketahanan Pangan
Warmindo Naik Kelas Jadi Ruang Musyawarah, Warga Bojongbata Bongkar Persoalan Kabel dan LPMK
Kecewa Janji Rp650 Juta Tak Terealisasi, Pemilik Lahan Tutup Akses Jalan SMAN 11 Kota Tasikmalaya
Bupati Tasikmalaya Dorong Optimalisasi PAD Berbasis Digital, Integrasi Data Jadi Kunci Peningkatan Pendapatan Daerah
Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Dua Napiter Lapas Kendal Ucapkan Ikrar Setia NKRI
Alamat PKBM Bandar Yaman Dipersoalkan, Data Dapodik dan Pengelolaan BOSP Jadi Sorotan
Residivis Penggelapan Motor Kembali Beraksi, Polsek Candipuro Tangkap Pelaku di Lampung Timur
Modus Mobil Modifikasi, Polres Lamsel Gagalkan Penyelundupan 40,26 Kg Sabu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:44 WIB

Bhabinkamtibmas Kuala Cenaku Dorong Warga Budidayakan Timun, Perkuat Ketahanan Pangan

Kamis, 5 November 2026 - 18:14 WIB

Warmindo Naik Kelas Jadi Ruang Musyawarah, Warga Bojongbata Bongkar Persoalan Kabel dan LPMK

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Kecewa Janji Rp650 Juta Tak Terealisasi, Pemilik Lahan Tutup Akses Jalan SMAN 11 Kota Tasikmalaya

Kamis, 5 November 2026 - 15:17 WIB

Bupati Tasikmalaya Dorong Optimalisasi PAD Berbasis Digital, Integrasi Data Jadi Kunci Peningkatan Pendapatan Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 12:44 WIB

Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Dua Napiter Lapas Kendal Ucapkan Ikrar Setia NKRI

Berita Terbaru