Perkuat Zero HALINAR, Lapas Cipinang Hadirkan SILA sebagai Solusi Komunikasi Resmi Warga Binaan

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, MNP – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal terus diperkuat.

Tidak hanya melalui deteksi dini, pengawasan, dan penindakan, Lapas Cipinang juga menghadirkan solusi dengan memperluas akses komunikasi resmi bagi Warga Binaan melalui optimalisasi layanan Wartelsuspas (Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan), Kamis (4/6).

Penguatan layanan tersebut dilakukan bersama PT Digdaya Solusi Teknologi sebagai mitra penyedia layanan komunikasi resmi pemasyarakatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, sebanyak 16 unit KBU (Kamar Bicara Umum) Wartelsuspas telah tersedia di area Gazebo Lapas Cipinang dan dapat digunakan bersama perangkat komunikasi resmi yang sebelumnya telah beroperasi.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Sumaryo, menyampaikan arahan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, bahwa pemberantasan handphone ilegal harus dilakukan secara menyeluruh melalui keseimbangan antara penguatan pengawasan dan penyediaan layanan komunikasi yang aman serta terpantau.

“Komitmen Pak Kalapas sangat jelas, tidak boleh ada handphone ilegal di dalam blok hunian. Namun penguatan Zero HALINAR bukan hanya berbicara tentang penindakan, tetapi juga bagaimana menghadirkan solusi. Wartelsuspas menjadi fasilitas resmi agar kebutuhan komunikasi Warga Binaan dengan keluarga tetap terpenuhi secara aman, tertib, dan diawasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan Wartelsuspas menjadi bagian penting dari strategi pencegahan sekaligus mendukung proses pembinaan Warga Binaan.

“Ketika akses komunikasi resmi semakin mudah dijangkau, maka tidak ada alasan menggunakan alat komunikasi ilegal. Ini menjadi komitmen bersama untuk menjaga Lapas Cipinang tetap aman, tertib, dan bersih dari HALINAR,” tambahnya.

Sementara itu, Ajeng, Project Manager PT Digdaya Solusi Teknologi untuk Lapas Cipinang, menjelaskan bahwa pengembangan layanan akan dilakukan secara bertahap dengan menambah jumlah perangkat KBU hingga mencapai 50 unit.

“Saat ini 16 KBU sudah siap digunakan di area Gazebo. Ke depan, layanan akan terus dikembangkan hingga blok-blok hunian agar akses komunikasi Warga Binaan dengan keluarga semakin mudah, cepat, dan tetap sesuai ketentuan pemasyarakatan,” jelas Ajeng.

Layanan Wartelsuspas tersebut menggunakan aplikasi Sambungan Interaktif Lapas dengan Anggota Keluarga (SILA) yang dirancang sebagai sarana komunikasi resmi melalui sistem yang lebih tertib, transparan, dan dapat diawasi.

Salah satu Warga Binaan berinisial AR menyambut positif penambahan layanan Wartelsuspas tersebut. Menurutnya, hadirnya pilihan layanan komunikasi resmi memberikan kemudahan bagi Warga Binaan dalam menjaga hubungan dengan keluarga.

“Dengan adanya tambahan fasilitas Wartelsuspas, kami memiliki pilihan layanan yang lebih baik untuk menghubungi keluarga. Kami bisa menyesuaikan dengan kebutuhan, baik dari kualitas layanan maupun biaya, dan yang paling penting semuanya resmi sesuai aturan lapas,” ungkapnya.

Melalui penguatan Wartelsuspas dan perluasan akses komunikasi resmi, Lapas Cipinang terus menegaskan komitmennya menjalankan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pemberantasan handphone ilegal, narkoba, dan berbagai bentuk penyimpangan di lingkungan pemasyarakatan.

Langkah ini menjadi bukti nyata semangat Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA dalam menghadirkan lingkungan lapas yang aman, tertib, humanis, dan tetap menjaga hak komunikasi Warga Binaan dengan keluarga.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Pengaturan Tugas Personel Dishub Kota Bogor Dinilai Cacat SOP
Opini: Indikator Bencana Nasional Bukan Kitab Suci, Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Baru Menetapkan Status
Botok Suarakan Hilangnya Kepercayaan Rakyat Pada Hukum di Pengadilan Negeri Pati
Audiensi Tambang PT SJP di DPRD Berujung Tanya, Koalisi LSM Desak Kehadiran Bapenda dan DLH
Pengurus PPPK Teknis Garut Ucapkan Selamat Ultah ke Sekda Nurdin Yana
Bupati Jeneponto Kumpulkan Forkopimda Bahas Isu Kamtibmas hingga Kabut Asap
Merasa Masih Termarginalkan, FKKS SMK Swasta Kota Tasikmalaya Minta Keberpihakan Kebijakan
Proyek Asrama Mahasiswa Bartim Rp2,8 Miliar Disorot: Bangunan Belum Ditempati, Fasilitas Bermasalah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Pengaturan Tugas Personel Dishub Kota Bogor Dinilai Cacat SOP

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Opini: Indikator Bencana Nasional Bukan Kitab Suci, Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Baru Menetapkan Status

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Botok Suarakan Hilangnya Kepercayaan Rakyat Pada Hukum di Pengadilan Negeri Pati

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Audiensi Tambang PT SJP di DPRD Berujung Tanya, Koalisi LSM Desak Kehadiran Bapenda dan DLH

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Pengurus PPPK Teknis Garut Ucapkan Selamat Ultah ke Sekda Nurdin Yana

Berita Terbaru

Berita terbaru

Pengaturan Tugas Personel Dishub Kota Bogor Dinilai Cacat SOP

Kamis, 15 Okt 2026 - 08:28 WIB

Berita terbaru

Pengurus PPPK Teknis Garut Ucapkan Selamat Ultah ke Sekda Nurdin Yana

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:30 WIB