TASIKMALAYA, MNP – Dalam upaya mengakselerasi penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, Puskesmas Bungursari menggelar kegiatan Pembekalan Pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan Berbahan Pangan Lokal.
Kegiatan strategis ini berlangsung di Aula Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, pada Kamis (04/06/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 40 kader posyandu dari wilayah kerja Puskesmas Bungursari, serta jajaran pemerintahan kelurahan setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mewakili Kepala Puskesmas, Kasubag TU Puskesmas Bungursari, H. Ujang Andi Irawan, menjelaskan bahwa sosialisasi PMT lokal ini merupakan agenda rutin yang kini disesuaikan dengan regulasi terbaru. Program ini berfokus pada intervensi gizi spesifik, khususnya bagi balita.
“Ini adalah bentuk PMT lokal yang didistribusikan di tiap posyandu. Tujuannya untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama balita, agar mereka lebih sehat dan berat badannya naik secara konsisten dari waktu ke waktu,” ujar H. Ujang.
Ia juga berharap adanya sinergi yang lebih kuat dari berbagai pihak untuk mendukung program ini, bukan hanya dari sektor kesehatan tetapi juga ekonomi.
“Kami berharap ada supporting yang lebih besar dari pihak kelurahan dan instansi terkait. Jika kesejahteraan dan ekonomi masyarakat meningkat, maka pendapatan mereka naik, sehingga pemenuhan gizi keluarga pun akan tertunjang dengan baik,” tambahnya.
Program yang diinisiasi oleh Puskesmas Bungursari ini mendapat respons positif dan apresiasi tinggi dari para kepala kelurahan di wilayah kerja puskesmas tersebut.
Lurah Bungursari, Hendi, S.IP., menyatakan bahwa program PMT berbahan pangan lokal ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dalam menjaga tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu hamil.
“Kegiatan ini sangat membantu, khususnya untuk anak balita dan ibu hamil dalam pemenuhan gizinya. Dengan adanya PMT, kita dapat mencegah terjadinya stunting baru. Alhamdulillah, angka penurunan stunting di wilayah Kelurahan Bungursari menunjukkan tren yang signifikan,” kata Hendi.
Senada dengan hal tersebut, Lurah Cibunigeulis, Denni Rafiudin Ahmad Fauzi, S.T., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas komitmen dan konsistensi Puskesmas Bungursari dalam memberantas stunting. Keberhasilan program ini terbukti dari penurunan data riil di lapangan.
“Alhamdulillah, salah satunya berkat program ini, angka stunting di Kelurahan Cibunigeulis mengalami penurunan. Dari semula 71 anak, kini di tahun 2026 turun menjadi 61 anak,” ungkap Denni.
Denni berharap tren positif ini terus berlanjut hingga mencapai target wilayah bebas stunting.
“Mudah-mudahan ke depan bisa zero stunting. Dengan penurunan yang konsisten, kualitas masa depan anak-anak kita—baik dari segi kesehatan mental maupun pemenuhan gizi sebagai kebutuhan dasarnya—dapat benar-benar terjamin,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Momon
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan