DPRD Kota Tasikmalaya Desak Audit Internal RSUD dr. Soekardjo Buntut Laporan Malapraktik

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan medis di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya kembali menjadi sorotan publik.

Seorang pasien mengadukan dugaan malapraktik serta pelayanan yang dinilai tidak profesional kepada Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, setelah mengaku mengalami kerugian akibat serangkaian tindakan medis yang diterimanya.

Apabila hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya pelanggaran, tindakan tersebut berpotensi bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Isinya mewajibkan setiap tenaga medis dan fasilitas pelayanan kesehatan memberikan pelayanan sesuai standar profesi, standar pelayanan, SOP, serta menghormati hak pasien untuk memperoleh informasi yang lengkap, jujur, dan transparan mengenai setiap tindakan medis.

Pelapor, Lina Marlina, warga Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, mengaku awalnya menjalani tindakan kuret karena mengalami pendarahan.

Namun, menurut pengakuannya, kondisi tersebut tidak kunjung membaik hingga akhirnya dokter menyarankan operasi pengangkatan rahim dengan alasan terdapat kista.

Lina mengaku menyetujui tindakan tersebut karena meyakini operasi merupakan langkah medis terbaik. Akan tetapi, pascaoperasi ia justru mengalami luka yang tidak kunjung sembuh dan disebut mengalami komplikasi.

Karena kondisinya terus memburuk, ia memutuskan menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit swasta. Menurutnya, setelah mendapatkan penanganan lanjutan, kondisi luka operasi mulai membaik.

Tidak hanya mempertanyakan dasar pertimbangan medis pengangkatan rahim, Lina juga menyoroti dugaan pelayanan yang dinilainya tidak mencerminkan profesionalisme di ruang operasi.

Ia mengklaim melihat adanya petugas yang bercanda saat tindakan operasi berlangsung, bahkan mengaku melihat seseorang membuka aplikasi YouTube ketika prosedur medis sedang dilakukan.

Selain itu, Lina mengaku hingga lebih dari satu bulan pascaoperasi belum menerima hasil pemeriksaan patologi anatomi terhadap organ rahim yang diangkat maupun penjelasan mengenai keberadaan organ tersebut.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi pelayanan yang diberikan rumah sakit.

Menanggapi laporan tersebut, Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Kepler Sianturi menyatakan akan mengawal kasus ini hingga memperoleh kepastian hukum dan kejelasan dari pihak rumah sakit.

Menurut Kepler, ini bukan sekadar persoalan administrasi pelayanan kesehatan, tetapi menyangkut keselamatan pasien, hak masyarakat, dan kepercayaan publik terhadap layanan rumah sakit pemerintah.

“Jika ditemukan adanya pelanggaran SOP ataupun unsur kelalaian, maka harus ada pertanggungjawaban secara terbuka sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kepler.

Dirinya juga mendesak manajemen RSUD dr. Soekardjo melakukan audit internal secara menyeluruh terhadap prosedur pelayanan, kepatuhan tenaga kesehatan terhadap SOP, serta penerapan kode etik profesi.

Kepler menyebut, pelayanan kesehatan tidak boleh mengabaikan prinsip keselamatan pasien maupun hak pasien untuk memperoleh informasi yang jelas atas setiap tindakan medis.

Selain mengacu pada UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dugaan tersebut juga berkaitan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien.

“Ya, yang mewajibkan setiap fasilitas pelayanan kesehatan menerapkan budaya keselamatan pasien, pelayanan sesuai standar, komunikasi yang efektif, serta evaluasi terhadap setiap dugaan insiden keselamatan pasien,” pungkas Kepler.

 

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

ITF Ar-Raniry Resmi Menjadi Lembaga Amil Zakat Tingkat Provinsi
Diduga Selingkuh dan Coba Suap Wartawan, Kepala SPPG Dramaga Babakan Berdalih ‘Friendly’
Berkedok Kedai Jamu, Bisnis Miras Bebas Beroperasi Diduga Akibat Main Mata dengan Oknum Forkopimcam
Kisah Amin Tukang Gali Kubur: Dapat Bantuan Material Bedah Rumah dari Swadaya Desa Ciadeg
BPR Malangbong Garut Optimistis Capai Target Lewat Semangat Kebersamaan
Bupati Cecep Dorong Digitalisasi PAD, SKPD Diminta Bongkar Potensi Retribusi
Gelar Aksi TasikUsik, KH Aminudin Bustomi Suarakan 5 Tuntutan Terkait Insiden Ponpes Sukoharjo
Aksi Bela Ponpes Hamalatul Qur’an Putri, Jangan Biarkan Marwah Pesantren Diinjak Atas Nama Penegakan Hukum 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 09:56 WIB

ITF Ar-Raniry Resmi Menjadi Lembaga Amil Zakat Tingkat Provinsi

Jumat, 6 November 2026 - 21:43 WIB

Diduga Selingkuh dan Coba Suap Wartawan, Kepala SPPG Dramaga Babakan Berdalih ‘Friendly’

Jumat, 6 November 2026 - 17:48 WIB

Berkedok Kedai Jamu, Bisnis Miras Bebas Beroperasi Diduga Akibat Main Mata dengan Oknum Forkopimcam

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kisah Amin Tukang Gali Kubur: Dapat Bantuan Material Bedah Rumah dari Swadaya Desa Ciadeg

Jumat, 6 November 2026 - 16:26 WIB

BPR Malangbong Garut Optimistis Capai Target Lewat Semangat Kebersamaan

Berita Terbaru

Berita terbaru

ITF Ar-Raniry Resmi Menjadi Lembaga Amil Zakat Tingkat Provinsi

Sabtu, 7 Nov 2026 - 09:56 WIB