Bayi Meninggal Akibat Kelalaian? Begini Klarifikasi RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto 

Jumat, 11 April 2025 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jeneponto, MNP — Sebuah video yang viral di media sosial mengundang perhatian warganet setelah mengklaim bahwa seorang bayi meninggal dunia akibat kelalaian pihak RSUD Lanto Daeng Pasewang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Video tersebut diunggah oleh keluarga korban yang menyoroti kondisi kritis ibu rumah tangga (IRT) di ruang persalinan rumah sakit.

Dalam video tersebut, disebutkan bahwa detak jantung janin tidak terdeteksi, dan penanganan medis yang dilakukan dianggap tidak sigap, membuat keluarga pasien merasa panik.

Hal ini menyebabkan berita tersebut menjadi sorotan publik, dan membawa Direktur RSUD Lanto Daeng Pasewang, dr. ST. Pasriany, Sp.GK., M.Kes., FISqua akhirnya angkat bicara.

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Selasa, 8 April 2025, dr. ST Pasriany menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut sambil menegaskan bahwa prosedur pelayanan di rumah sakit telah dilaksanakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Perawat dan dokter yang bertugas saat itu telah memberikan pelayanan sesuai SOP. Hasil investigasi internal menunjukkan bahwa melalui pemeriksaan Doppler fetal monitor, detak jantung janin sudah tidak terdeteksi, sehingga disimpulkan bayi sudah meninggal,” jelasnya.

Menanggapi isu mengenai seorang perawat yang dituduh sedang tidur dan dokter yang tidak hadir, dr. ST Pasriany menjelaskan bahwa perawat berada di ruang persalinan dan telah melakukan tindakan sesuai SOP.

Sementara itu, dokter yang sedang menangani 5 pasien dalam keadaan darurat di ruang operasi, dengan anaknya yang tidur di ruang tersebut.

Pihak rumah sakit menduga bahwa janin IRT inisial SD, warga Kelurahan Empoang Utara, sudah meninggal sebelum tiba di RSUD Latopas.

“Bayi lahir dalam keadaan meninggal, dan keluarga pasien mengaku telah mengurut ibu hamil tersebut sebanyak 4 kali sebelum tiba di rumah sakit,” tambahnya.

Direktur RSUD Latopas juga siap melakukan evaluasi jika terbukti ada staf medis yang melanggar SOP.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada pasien dan keluarga jika ada tenaga medis kami yang kasar dalam melayani. Kami akan evaluasi jika ada yang melanggar SOP,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kondisi ibu bayi saat ini dalam keadaan baik dan sedang menjalani perawatan di ruang perawatan.

“Alhamdulillah, pasien sekarang sudah dalam keadaan baik, Insya Allah beberapa hari ke depan sudah bisa pulang,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, keluarga pasien, melalui Riska, mengonfirmasi riwayat pengobatan sebelum masuk rumah sakit.

Riska menyatakan terhadap pelayanan yang diterima di ruang persalinan dan menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan detak jantung janin yang tidak konsisten membuat mereka bingung.

“Dalam ruang persalinan, kami merasa bingung harus percaya pada hasil pemeriksaan yang mana, karena ada perbedaan informasi dari beberapa bidan,” katanya.

Riska menegaskan bahwa video viral tersebut diunggah sebagai upaya untuk memperbaiki pelayanan di RSUD Latopas agar pengalaman serupa tidak terulang bagi pasien lainnya.

Loading

Penulis : Mahmud Sewang

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Diduga Lalai Hingga Tangki Bocor, SPBU 34-16609 Terancam Sanksi Hukum Berlapis
Fokus Pembangunan Kota Tasikmalaya 2026, Penata Kelolaan dan Peningkatan Kualitas SDM
Herbal ACB Tampil di Liga Produk Ciamis Jabar, Dorong Minuman Tradisional Lebih Dikenal
IWO Lampung Raih Penghargaan Anugerah Unila Be Strong 2026
Putra-Putri Kecamatan Kawalu Raih Prestasi Gemilang di FTBI Tingkat Kota Tasikmalaya 2026
Asep Rahmat Soroti Proyek Pokmas: “Kalau Kerjakan Semua, Kelurahan Berfungsi Apa?”
Semarakkan HUT ke-81 TNI, Korem 062/TN dan Kodim 0611/Garut Gelar Bazar Murah Serentak
Sosialisasi Karhutla Lebih Banyak Ancaman Hukum, Edukasi Dampak Kabut Asap Justru Minim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 16:29 WIB

Diduga Lalai Hingga Tangki Bocor, SPBU 34-16609 Terancam Sanksi Hukum Berlapis

Rabu, 23 September 2026 - 16:20 WIB

Fokus Pembangunan Kota Tasikmalaya 2026, Penata Kelolaan dan Peningkatan Kualitas SDM

Rabu, 23 September 2026 - 16:09 WIB

Herbal ACB Tampil di Liga Produk Ciamis Jabar, Dorong Minuman Tradisional Lebih Dikenal

Rabu, 23 September 2026 - 16:01 WIB

IWO Lampung Raih Penghargaan Anugerah Unila Be Strong 2026

Rabu, 23 September 2026 - 12:59 WIB

Putra-Putri Kecamatan Kawalu Raih Prestasi Gemilang di FTBI Tingkat Kota Tasikmalaya 2026

Berita Terbaru

Berita terbaru

IWO Lampung Raih Penghargaan Anugerah Unila Be Strong 2026

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:01 WIB