Cepy Avey Perbanyak Jam Terbang, Dorong Lahirnya Pilot Tandem Putra Daerah di Pasirgowong

Minggu, 20 September 2026 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Pengembangan olahraga paralayang di Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya membutuhkan atlet yang kompetitif, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu menjaga keberlanjutan olahraga dirgantara sekaligus menggerakkan potensi wisatanya.

Hal itu menjadi perhatian pilot paralayang Kabupaten Tasikmalaya, Cepy Avey Nugraha, yang kini terus memperbanyak jam terbang sembari mendampingi para atlet paralayang Kabupaten Tasikmalaya yang tengah menjalani persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.

Minggu (20/9/2026), Cepy terlihat membersamai para atlet dalam sesi latihan terbang di kawasan Pasirgowong, Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya.

Meski tidak menjadi ujung tombak kontingen Kabupaten Tasikmalaya pada Porprov 2026, Cepy tetap aktif berada di lingkungan latihan.

Baginya, mendampingi atlet sekaligus terus berlatih merupakan bagian dari proses membangun kapasitas dan menjaga eksistensi olahraga paralayang di daerah.

“Saya saat ini hanya ikut membersamai atlet paralayang Kabupaten Tasikmalaya. Sambil terus berlatih dan memperbanyak jam terbang,” ujar Cepy saat ditemui wartawan di sela latihan.

Menurut Cepy, jam terbang menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang pilot untuk meningkatkan kemampuan dan mencapai jenjang rating berikutnya.

Saat ini, ia tengah membidik target untuk meningkatkan rating sekaligus mempersiapkan diri menjadi pilot tandem.

Target tersebut dinilai bukan semata-mata pencapaian pribadi, melainkan dapat menjadi modal bagi pengembangan wisata paralayang di Kabupaten Tasikmalaya.

“Sekarang tujuan saya mengejar rating di paralayang. Ke depannya saya ingin bisa menjadi pilot tandem,” katanya.

Cepy melihat masih adanya kebutuhan terhadap pilot tandem yang berasal dari putra daerah. Selama ini, ketika wisatawan ingin menikmati wisata terbang tandem di kawasan Pasirgowong, pilot tandem masih kerap didatangkan dari luar daerah, antara lain Bandung, Majalengka hingga kawasan Puncak, Bogor.

Kondisi tersebut, menurut Cepy, menjadi salah satu peluang yang perlu dibaca sebagai bagian dari pengembangan ekosistem wisata paralayang lokal.

Keberadaan pilot tandem putra daerah diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak agar wisata terbang tandem di Pasirgowong kembali berkembang dan memiliki aktivitas yang lebih berkelanjutan.

“Harapannya ke depan wisata tandem paralayang bisa kembali ramai di Pasirgowong. Kalau kita memiliki pilot tandem dari putra daerah, tentu akan menjadi salah satu pendukung untuk mengembangkan wisata paralayang di sini,” tutur Cepy.

Menurutnya, pengembangan wisata paralayang tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam.

Dibutuhkan pula sumber daya manusia lokal, komunitas, pembinaan atlet, serta dukungan fasilitas yang mampu membentuk sebuah ekosistem wisata olahraga.

Cepy menilai Pasirgowong memiliki modal yang cukup untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata olahraga dirgantara di Kabupaten Tasikmalaya.

Kondisi alam yang sejuk dengan panorama kawasan pegunungan menjadi daya tarik tersendiri. Di sisi lain, sejumlah fasilitas pendukung seperti aula, MCK dan mushola juga telah tersedia untuk menunjang aktivitas wisatawan maupun komunitas.

“Suasana alam di Pasirgowong ini sejuk. Fasilitas seperti aula, MCK, dan mushola juga sudah memadai untuk menampung ratusan pengunjung. Tinggal bagaimana wisata paralayang ini terus dikembangkan sehingga semakin banyak orang tertarik datang ke Pasirgowong,” ujarnya.

Bagi Cepy, perpaduan antara olahraga dan pariwisata tersebut dapat menjadi kekuatan tersendiri bagi Pasirgowong.

Wisatawan tidak hanya ditawarkan panorama alam dari daratan, tetapi juga pengalaman menikmati kawasan pegunungan dari udara melalui aktivitas terbang tandem.

Karena itu, pengembangan paralayang di Pasirgowong dinilai memiliki dua sisi yang saling berkaitan: pembinaan olahraga dan penguatan potensi wisata daerah.

Di tengah aktivitas mendampingi atlet dan memperbanyak jam terbang, Cepy juga terus meningkatkan kapasitasnya sebagai pilot.

Ia mengaku telah menyelesaikan ujian untuk memperoleh rating PL2 atau Intermediate Pilot.

Cepy menyebut capaian tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan dirinya di olahraga paralayang.

“Alhamdulillah, saya sudah lulus ujian untuk rating PL2 atau Intermediate Pilot. Saat ini di Kabupaten Tasikmalaya, saya satu-satunya pilot paralayang yang sudah menyandang rating PL2,” ungkapnya.

Meski telah mengantongi rating PL2, Cepy tidak ingin berhenti pada capaian tersebut. Ia masih menjadikan penambahan jam terbang dan peningkatan rating sebagai bagian dari target pengembangan dirinya.

Bagi Cepy, semakin banyak pilot dan atlet lokal yang memiliki kemampuan serta kompetensi akan semakin membuka ruang bagi berkembangnya olahraga paralayang di Kabupaten Tasikmalaya.

“Yang terpenting sekarang terus berlatih, memperbanyak jam terbang, dan mengejar rating. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak atlet dan pilot paralayang dari Kabupaten Tasikmalaya,” pungkasnya.

Upaya tersebut sekaligus menempatkan Pasirgowong bukan hanya sebagai lokasi latihan, tetapi sebagai salah satu titik yang berpotensi dikembangkan menjadi ruang tumbuh olahraga paralayang sekaligus destinasi wisata olahraga berbasis potensi lokal Kabupaten Tasikmalaya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

DPD BBC Kota Tasikmalaya Ucapkan Selamat kepada Pengurus Karang Taruna Kecamatan Mangkubumi
Diikuti 37 Peserta, Ajang Kebaya dan Batik Tasik Jadi Benteng Regenerasi Budaya
Peringati Maulid Nabi 1448 H, Warga Margaluyu Garut Gelar Tausiyah di Masjid Al-Barokah
Pengukuhan Pengurus Pusat Akademi Indoboxing Indonesia, Olahraga Jadi Benteng Kenakalan Remaja
Tunggakan Renovasi Diduga Belum Lunas, Hotel Suminar Garut Ditutup Sementara
H. Wahid: Turnamen U-40 Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya Memasuki Babak Akhir Putaran Pertama
Pemkot Tasikmalaya Gagal Genjot PAD? TPP ASN Jadi Korban Pemangkasan 
Sikat Peredaran Obat Keras dan Miras, Pria 23 Tahun Diciduk Polsek Malangbong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:08 WIB

Cepy Avey Perbanyak Jam Terbang, Dorong Lahirnya Pilot Tandem Putra Daerah di Pasirgowong

Minggu, 20 September 2026 - 19:19 WIB

DPD BBC Kota Tasikmalaya Ucapkan Selamat kepada Pengurus Karang Taruna Kecamatan Mangkubumi

Minggu, 20 September 2026 - 19:13 WIB

Diikuti 37 Peserta, Ajang Kebaya dan Batik Tasik Jadi Benteng Regenerasi Budaya

Minggu, 20 September 2026 - 14:19 WIB

Peringati Maulid Nabi 1448 H, Warga Margaluyu Garut Gelar Tausiyah di Masjid Al-Barokah

Sabtu, 19 September 2026 - 16:27 WIB

Pengukuhan Pengurus Pusat Akademi Indoboxing Indonesia, Olahraga Jadi Benteng Kenakalan Remaja

Berita Terbaru