TANJUNG JABUNG BARAT, MNP –
Dugaan aktivitas perjudian togel 303 di wilayah Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, kembali menjadi sorotan.
Sebelumnya, aktivitas tersebut telah beberapa kali diberitakan oleh Media Nasional Potret. Setelah sempat berhenti sekitar dua pekan usai pemberitaan, kini muncul dugaan bahwa praktik tersebut kembali beroperasi. 01 Agustus 2026 –
Pada 4 Juli 2026, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kapolres Tanjung Jabung Barat menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pasti kita tindak lanjuti bg… lokasi lumayan jauh…. Serse Polres udah saya perintahkan untuk lidik dan tindak lanjuti,” ungkap Kapolres.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Polres telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan atas dugaan praktik perjudian yang dilaporkan masyarakat dan diberitakan media.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setelah pemberitaan pertama terbit, aktivitas perjudian togel diduga sempat berhenti selama kurang lebih dua minggu.
Namun, saat awak media kembali melakukan konfirmasi melalui sambungan WhatsApp kepada seseorang yang disebut sebagai pengelola berinisial Tamba, ia menyatakan bahwa aktivitas tersebut untuk sementara ditutup karena hendak menghadap pihak kepolisian.
“Saat ini tutup dulu, saya mau menghadap Polres dan Kanit, mudah-mudahan mendapatkan restu dari Polres dan Kanit,” katanya.
Pernyataan tersebut merupakan pengakuan dari narasumber yang bersangkutan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada bukti yang dapat memverifikasi kebenaran klaim mengenai adanya “restu” dari aparat kepolisian.
Dalam konfirmasi berikutnya, Tamba juga mengaku bahwa aktivitas togel tersebut akan kembali dibuka.
“Iya, ini kami baru buka lagi. Rencana, bg… dan kemarin kita sudah serahkan untuk media sama bg Harahap. Itu yang saya titipkan ke Harahap Rp4 juta untuk kawan-kawan,” bebernya.
Awak media kemudian menghubungi seseorang bernama Harahap untuk meminta klarifikasi mengenai pernyataan tersebut. Harahap membenarkan telah menerima dana, namun membantah bahwa dana itu berasal dari investor.
“Benar senior, namun kita garis bawahi ya, bukan dari investor akan tetapi perwakilan dari kawan-kawan dari profesi jurnalistik,” tegasnya.
Harahap juga menjelaskan bahwa dana yang diterima masih terbatas.
“Saat ini masih Rp100 ribu, senior, karena yang dikondisikan lebih dari 30 orang. Kalau saya kondisikan Rp200 ribu per orang tentu saya akan nomboki. Jadi kalau saya nombok rasanya nggak etis, senior, karena usaha orang,” cetusnya.
Pernyataan tersebut merupakan keterangan dari narasumber yang bersangkutan. Media belum memperoleh bukti independen yang dapat memverifikasi tujuan maupun penggunaan dana tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan resmi dari Kapolres Tanjung Jabung Barat maupun pejabat kepolisian terkait atas pernyataan Tamba mengenai dugaan permintaan “restu” maupun dugaan penyerahan uang tersebut.
Media Nasional Potret tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan memiliki hak untuk memberikan klarifikasi, bantahan, maupun penjelasan.
Apabila terdapat tanggapan resmi dari pihak kepolisian atau pihak lain yang disebutkan dalam berita ini, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari keberimbangan informasi.
![]()
Penulis : Jun
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan