MAGELANG, MNP – Kegiatan Pradaksina dalam rangka peringatan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur, memiliki makna mendalam.
Ribuan peserta membawa bunga lotus berbahan kawat bulu yang merupakan hasil karya kreatif Warga Binaan Lapas Kelas I Cipinang.
Ketua Umum Wandani, Wenny Lo, menyampaikan, penggunaan bunga lotus karya Warga Binaan menjadi simbol kepedulian, kebersamaan, serta dukungan terhadap proses pembinaan yang berlangsung di dalam lembaga pemasyarakatan.
”Bunga lotus yang dibawa peserta Pradaksina merupakan hasil karya Warga Binaan Lapas Kelas I Cipinang. Kami ingin menunjukkan bahwa pembinaan mampu melahirkan karya yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki makna spiritual dan menjadi bagian dari perayaan Waisak di Candi Borobudur,” ujar Wenny Lo, Rabu (29/7).
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Warga Binaan untuk turut berkontribusi dalam kegiatan berskala nasional tersebut.
Menurutnya, keikutsertaan karya Warga Binaan merupakan bukti bahwa pembinaan yang berorientasi pada keterampilan dan kemandirian mampu menghasilkan produk berkualitas serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
”Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi Warga Binaan untuk terus berkarya dan memperbaiki diri. Kami berharap setiap hasil karya yang dihasilkan dapat menjadi jembatan bagi mereka untuk kembali diterima di tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif,” ujar Kalapas.
Sementara itu, salah seorang Warga Binaan berinisial TN mengaku bangga dan terharu karena hasil karyanya bersama rekan-rekan dapat menjadi bagian dari prosesi suci Pradaksina di Candi Borobudur.
”Saya tidak menyangka hasil karya kami bisa digunakan dalam kegiatan yang begitu besar dan penuh makna. Ini menjadi semangat bagi saya untuk terus belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ungkap TN.
Melalui karya bunga lotus tersebut, Lapas Kelas I Cipinang kembali menunjukkan bahwa proses pembinaan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga mendorong lahirnya kreativitas dan keterampilan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karya sederhana yang dihasilkan dari balik tembok pemasyarakatan kini menjadi simbol harapan, perubahan, dan kesempatan kedua bagi para Warga Binaan.
![]()
Penulis : Ragil
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan