TASIKMALAYA, MNP – Setelah sempat vakum akibat pandemi Covid-19, Majelis Taklim Ibadurrohman kembali dihidupkan.
Revitalisasi majelis taklim yang melibatkan masyarakat dari berbagai wilayah tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni launching.
Ya, tetapi menjadi gerakan keagamaan yang istiqamah sekaligus ruang untuk menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra, mengapresiasi kembali hadirnya Majelis Taklim Ibadurrohman.
Menurutnya, keberadaan majelis taklim memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat, khususnya dalam menumbuhkan rasa kasih dan sayang terhadap sesama.
Diky menjelaskan, nama Ibadurrohman memiliki makna yang kuat. Ibadurrohman berarti hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih.
“Ibadurrohman ini, Ibadur itu adalah hamba Rohman. Artinya, target utamanya kemungkinan adalah melahirkan orang-orang yang memiliki rasa pengasih dan penyayang, supaya dapat kasih dan sayang juga dari Allah. Itu yang paling utama,” ungkap Diky.
Lebih jauh, ia menilai anggota majelis taklim tidak hanya berperan sebagai peserta kegiatan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari penjaga moral dan ketenteraman lingkungan.
Diky menyebut, menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat bukan semata-mata menjadi tugas aparat seperti Satpol PP, kepolisian maupun TNI.
Peran masyarakat, termasuk para ulama dan jamaah majelis taklim, juga dibutuhkan melalui doa dan keteladanan.
“Mereka adalah para anggota majelis taklim, adalah penjaga yang sesungguhnya. Tidak mungkin Satpol PP, polisi, tentara, KPK dan lainnya saja. Perlu ada penjaga-penjaga yang menjaga melalui doa, karena senjata utama kita salah satunya adalah doa,” katanya.
Diky meyakini, doa yang dipanjatkan orang-orang saleh dapat menjadi bagian dari ikhtiar menjaga suasana kehidupan masyarakat agar tetap tenteram dan nyaman.
“Dengan doa yang dipanjatkan oleh orang-orang saleh, insyaallah ketenteraman dan kenyamanan di suatu wilayah akan bisa terjadi. Majelis taklim ini adalah bagian dari penyelamat atau penjaga kita semua,” ujarnya.
Atas kembali aktifnya Majelis Taklim Ibadurrohman, Diky menyampaikan apresiasi kepada panitia, Yayasan Ibadurrohman serta seluruh pihak yang telah berikhtiar menghidupkan kembali kegiatan tersebut setelah cukup lama vakum.
“Saya sebagai bagian dari Pemerintahan Kota Tasikmalaya mengucapkan terima kasih kepada panitia, yayasan dan rekan-rekan yang sudah berikhtiar untuk membentuk majelis taklim di Ibadurrohman ini. Kembali lahir setelah sekian lama menghilang,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Ibadurrohman, Agus Salim, menjelaskan bahwa Majelis Taklim Ibadurrohman sebelumnya telah berjalan dan memiliki peserta dari berbagai wilayah Kota Tasikmalaya, bahkan hingga Cikoneng, Kabupaten Ciamis.
Namun, aktivitas majelis tersebut terhenti setelah pandemi Covid-19. Setelah situasi kembali memungkinkan, pihak yayasan bersama berbagai unsur kemudian bermusyawarah untuk merevitalisasi dan menghidupkan kembali kegiatan tersebut.
“Setelah Covid berhenti, tidak berjalan. Sekarang kami menghidupkan kembali, merevitalisasi kembali. Majelis Ibadurrohman itu dari berbagai penjuru Kota Tasikmalaya, dari Cibeureum dan lainnya, bahkan dari Cikoneng Ciamis juga ada.”
Menurut Agus, kegiatan majelis pada masa sebelumnya juga pernah dilaksanakan di Gedung Dakwah. Kini, melalui dorongan berbagai pihak, kegiatan tersebut kembali diluncurkan.
“Kita dari Yayasan Ibadurrohman kembali bermusyawarah untuk menghidupkan kembali. Alhamdulillah atas dorongan dari semuanya sekarang bisa terlaksana dan ini acara launching-nya kembali,” katanya.
Agus berharap momentum launching tersebut menjadi awal dari kegiatan yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Semoga ini bisa berjalan bukan hanya saat launching saja, tetapi berjalan istiqamah selamanya,” harapnya.
Ia menambahkan, keberadaan Majelis Taklim Ibadurrohman juga memiliki keterkaitan erat dengan ekosistem pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan.
Yayasan Ibadurrohman saat ini menaungi tujuh unit lembaga pendidikan, mulai dari Kober, TPA, TKIT, SDIT, SMP hingga SMA. Karena itu, majelis taklim juga diharapkan menjadi wadah pembinaan bagi para orang tua peserta didik.
Yayasan ini ada tujuh unit lembaga pendidikan anak-anaknya, sekolah mulai dari Kober, TPA, TKIT, SDIT, SMP dan SMA. Orang tuanya juga menjadi bagian dari majelis ini.
“Jadi, ini sebagai sarana taklim bagi orang tua dari anak-anak yang belajar di lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Ibadurrohman,” jelas Agus.
Ke depan, kegiatan Majelis Taklim Ibadurrohman direncanakan berlangsung secara rutin, baik mingguan maupun bulanan, dengan peserta yang tidak hanya berasal dari orang tua santri, tetapi juga masyarakat secara lebih luas.
Agus menegaskan, tujuan akhirnya bukan sekadar memperbanyak kegiatan keagamaan, melainkan mendorong lahirnya masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Tentu kita ingin melahirkan masyarakat yang peduli kepada sesama, kemudian masyarakat Kota Tasikmalaya yang kita cintai ini,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan