Kreativitas Warga Binaan Lapas Cipinang, Rangkai Hiasan Teratai untuk Waisak

Selasa, 13 Mei 2025 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, MNP – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang kembali menghadirkan pembinaan kepribadian yang memadukan unsur spiritualitas dan kreativitas yang merupakan wujud dari pembinaan di dalam Lapas.

Dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2569 BE, para Warga Binaan beragama Buddha tidak hanya mengikuti kegiatan keagamaan, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam pelatihan pembuatan hiasan teratai.

Kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan Kepribadian untuk meningkatkan spiritual yang bermakna dan keterampilan yang membangun kemandirian.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa pembinaan di Lapas Cipinang tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan, tetapi juga membentuk karakter dan memperkuat nilai-nilai batin.

“Pembuatan hiasan teratai ini bukan sekadar aktivitas kerajinan tangan, melainkan bagian dari proses refleksi diri. Kami ingin menyentuh kesadaran terdalam Warga Binaan, menumbuhkan semangat untuk berubah, dan memberi mereka ruang untuk mengenal potensi diri secara lebih utuh,” tegasnya, Selasa (13/5/2025).

Dalam kegiatan ini, sebanyak 400 hiasan teratai berhasil dirangkai oleh tangan-tangan terampil para Warga Binaan.

Dengan bahan sederhana seperti kawat bulu dan kertas warna, mereka membentuk bunga teratai—simbol kesucian, ketekunan, dan harapan dalam ajaran Buddha.

Proses kreatif ini tidak hanya melatih keterampilan tangan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesabaran, ketelitian, serta ketenangan jiwa di tengah suasana menjalani masa pidana.

Hiasan-hiasan tersebut kemudian dikirim dan dipasang di Wihara Saung Paramita, Ciapus – Bogor, dalam rangkaian perayaan Hari Raya Waisak yang jatuh pada Senin (12/5).

Keindahan karya para Warga Binaan berhasil memukau umat Buddha yang hadir, menjadikan hiasan teratai sebagai simbol transformasi diri: bahwa di balik jeruji dan keterbatasan, cahaya harapan tetap dapat menyala.

Iwan Setiawan, Kepala Bidang Pembinaan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari pembinaan terintegrasi yang menggabungkan keterampilan praktis dengan penguatan karakter.

“Lewat proses kreatif ini, Warga Binaan belajar untuk berdamai dengan masa lalu, membangun harapan, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih positif. Setiap karya yang dihasilkan adalah wujud dari proses pemulihan diri,” jelasnya.

Salah satu peserta kegiatan, ED (44 tahun) Warga Binaan kasus narkotika, mengungkapkan pengalaman batinnya selama mengikuti pelatihan ini.

“Membuat hiasan teratai mengajarkan saya banyak hal—tentang kesabaran, ketenangan, dan harapan. Dari masa lalu yang kelam, saya belajar bahwa masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri dan menciptakan sesuatu yang berarti,” ucapnya.

Dengan pembinaan kepribadian yang menyentuh aspek spiritual dan emosional, Lapas Kelas I Cipinang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendekatan pemasyarakatan yang humanis, inklusif, dan transformatif.

Selain itu, juga mendorong setiap individu untuk bertumbuh, berubah, dan kembali menjadi bagian yang berdaya dalam masyarakat.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung
Polsek Patangkep Tutui Selidiki Temuan Mayat Perempuan Lansia dengan Luka Bakar
Bupati Tasikmalaya Soroti Minimnya Minat MIPA, STEM Didorong Sejak PAUD hingga SMP
Warga Keluhkan Proyek Drainase di Kelurahan Sukamenak, Pejabat Pemkot dan Pelaksana Bungkam
Kemendikdasmen Dorong Terwujudnya Sekolah Aman dan Berintegritas di Tasikmalaya
Dugaan Pungli di Jembatan Ciloa Jadi Sorotan, Pemkab Tasikmalaya Siapkan CCTV dan Penerangan
Berlaku Hingga 17 November, Ini Syarat Manfaatkan Program Keringanan PBB-P2 Kota Tasikmalaya
Kopi Cakbrun, Hadirkan Aroma Khas Lereng Gunung Cakarabuana, Siap Tembus Pasar Internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Polsek Patangkep Tutui Selidiki Temuan Mayat Perempuan Lansia dengan Luka Bakar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Bupati Tasikmalaya Soroti Minimnya Minat MIPA, STEM Didorong Sejak PAUD hingga SMP

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Warga Keluhkan Proyek Drainase di Kelurahan Sukamenak, Pejabat Pemkot dan Pelaksana Bungkam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Kemendikdasmen Dorong Terwujudnya Sekolah Aman dan Berintegritas di Tasikmalaya

Berita Terbaru

Berita terbaru

Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:15 WIB