Jakarta, MNP – Kreativitas Warga Binaan Lapas Kelas I Cipinang kembali menjadi sorotan di ajang Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest) 2025.
Di tengah kemeriahan perlombaan dan Family Gathering Semarak HUT RI ke-80 Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS), stan Lapas Cipinang tak pernah sepi dikunjungi.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, mengaku bangga karena karya-karya binaan Cipinang selalu mendapat perhatian, bahkan di antara ratusan produk kreatif dari Lapas dan Rutan se-Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami bersyukur hasil pembinaan ini menjadi tujuan kunjungan, termasuk oleh Bapak Menteri IMIPAS. Ini motivasi besar bagi Warga Binaan untuk terus berkarya,” ujar Wachid,Minggu (10/8/2025).
Setelah sehari sebelumnya memborong batik di Stan Batik Lintas Lima, Menteri IMIPAS Agus Andrianto kembali menyambangi stan kerajinan tangan Lapas Cipinang.
Usai menyaksikan berbagai perlombaan Family Gathering, Agus mengagumi miniatur Kapal Pinisi yang dibuat dengan presisi dan detail tinggi oleh Warga Binaan.
Wachid menegaskan bahwa Lapas Cipinang akan terus Bergerak PRIMA– Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel – serta memberikan pelayanan luar biasa.
Ia juga menegaskan komitmen penuh terhadap ZERO HALINAR (tidak ada handphone, pungutan liar dan narkoba).
Terkait berita yang beredar di salah satu media online, Wachid meluruskan bahwa setelah pengecekan menyeluruh, baik melalui Sistem Database Pemasyarakatan maupun pemeriksaan lapangan, nama yang disebutkan tidak ada di Lapas Kelas l Cipinang.
“Kami ingin menegaskan bahwa Lapas Cipinang transparan dan tegas dalam menjalankan tugas. Integritas adalah hal utama bagi kami,” tegasnya.
Dengan aneka karya kreatif, dari batik, kerajinan tangan, hingga sajian kuliner yang diracik langsung oleh Warga Binaan, Lapas Cipinang kembali menunjukkan bahwa pembinaan bukan hanya tentang menjalani hukuman, tetapi juga membangun keterampilan dan masa depan yang lebih baik.
Wachid menutup dengan pesan optimistis. “Setiap karya adalah langkah menuju perubahan. Tugas kami adalah memastikan Warga Binaan memiliki kesempatan, dukungan, dan kepercayaan diri untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Ragil
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan