Tasikmalaya, MNP – Status kepemilikan tanah Kota Tasikmalaya sangat kritis, pasalnya hampir 38% tidak lagi berada ditangan Pribumi dan bermasalah, apalagi lahan lahan yang strategis misalnya di wilayah Mangin.
Statement tersebut diutarakan Evi Hilman salah seorang pegiat masalah tanah saat menghadiri aksi Solidaritas Warga Asli Pribumi (SWAP) di BPN kota Tasikmalaya, Kamis (16/03).
Menurutnya, kalau dari daerah kelurahan Bantar belok kiri arah Mangkubumi disitu nanti bakal ada perumahan kota Mandiri milik PT Cipta Mangin Lestari itu, tentunya akan sangat membahayakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“BPN dinilai tidak profesional, dimana kapabilitasnya, minimalnya tahu pertanahan,” kata Evi kepada MNP.
Sementara lanjut dia, pemimpin di BPN kapabilitasnya itu sebagai sarjana komputer yang harus bisa membawahi teknis.
“Karena ada pengukuran, hukum pertanahan dan ada sengketa,” itu versi menurut kacamata saya,” ujarnya.
Evi menegaskan, BPN tidak pro aktif untuk penanganan pertanahan dan tidak menutup kemungkinan masalah ini hanya sebagian kecil saja.
“Kota Tasikmalaya itu terancam dengan keberadaan bangunan Kota Mandiri, dimana ekosistem Situ Gede kalau memang itu terjadi (tetapi sudah ada ijinnya, red) dalam 5 tahun Situ Gede akan punah,” cetusnya.
Lanjut Evi, dengan tidak adanya serapan air yang berada di bumi, sementara Situ Gede itu mengandalkan aliran dari sungai Cikunten satu.
“Makanya terjadi abrasi, pemerintah kota dan kabupaten harus bisa melihat kearah sana, karena kalau BPN teknis,” paparnya.
Lantaran itu, jangan heran dengan keadaan kota Tasikmalaya yang sering banjir ditambah drainase yang jelek, air arah hulu dari Galunggung tidak bisa masuk Situ Gede karena tertutup banyak bangunan daerah Mangin.
“Ujungnya otomatis air larinya ke Ciloseh dan sungai Ciloseh tidak mampu menampung debit air dan terjadilah banjir dimana mana,” ungkapnya.
“Saran saya untuk menghindari masalah banjir dengan menghentikan pembangunan dilahan hijau, sebagai upaya agar tidak terjadi banjir yang sekarang ini terjadi di kota Tasikmalaya,” tutup Evi. (Gobreg)
![]()









Tinggalkan Balasan