BPN Kota Tasik dinilai tidak Pro Aktif Tangani Masalah Tanah

Kamis, 16 Maret 2023 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Status kepemilikan tanah Kota Tasikmalaya sangat kritis, pasalnya hampir 38% tidak lagi berada ditangan Pribumi dan bermasalah, apalagi lahan lahan yang strategis misalnya di wilayah Mangin.

Statement tersebut diutarakan Evi Hilman salah seorang pegiat masalah tanah saat menghadiri aksi Solidaritas Warga Asli Pribumi (SWAP) di BPN kota Tasikmalaya, Kamis (16/03).

Menurutnya, kalau dari daerah kelurahan Bantar belok kiri arah Mangkubumi disitu nanti bakal ada perumahan kota Mandiri milik PT Cipta Mangin Lestari itu, tentunya akan sangat membahayakan.

“BPN dinilai tidak profesional, dimana kapabilitasnya, minimalnya tahu pertanahan,” kata Evi kepada MNP.

Sementara lanjut dia, pemimpin di BPN kapabilitasnya itu sebagai sarjana komputer yang harus bisa membawahi teknis.

“Karena ada pengukuran, hukum pertanahan dan ada sengketa,” itu versi menurut kacamata saya,” ujarnya.

Evi menegaskan, BPN tidak pro aktif untuk penanganan pertanahan dan tidak menutup kemungkinan masalah ini hanya sebagian kecil saja.

“Kota Tasikmalaya itu terancam dengan keberadaan bangunan Kota Mandiri, dimana ekosistem Situ Gede kalau memang itu terjadi (tetapi sudah ada ijinnya, red) dalam 5 tahun Situ Gede akan punah,” cetusnya.

Lanjut Evi, dengan tidak adanya serapan air yang berada di bumi, sementara Situ Gede itu mengandalkan aliran dari sungai Cikunten satu.

“Makanya terjadi abrasi, pemerintah kota dan kabupaten harus bisa melihat kearah sana, karena kalau BPN teknis,” paparnya.

Lantaran itu, jangan heran dengan keadaan kota Tasikmalaya yang sering banjir ditambah drainase yang jelek, air arah hulu dari Galunggung tidak bisa masuk Situ Gede karena tertutup banyak bangunan daerah Mangin.

“Ujungnya otomatis air larinya ke Ciloseh dan sungai Ciloseh tidak mampu menampung debit air dan terjadilah banjir dimana mana,” ungkapnya.

“Saran saya untuk menghindari masalah banjir dengan menghentikan pembangunan dilahan hijau, sebagai upaya agar tidak terjadi banjir yang sekarang ini terjadi di kota Tasikmalaya,” tutup Evi. (Gobreg)

Loading

Berita Terkait

Warga Resah! Ulah Pungli Jukir Mabuk Berakhir di Mapolsek Garut Kota
Lapas Kendal Fasilitasi Peninjauan Ruang Sidang Daring oleh PN Kendal
Lansia ‘Linglung’ di Kawasan Batang Rengat, Camat Kuala Cenaku Pimpin Evakuasi ke RSUD Indrasari
Antusiasme Warga Tawang Banteng Sulap Jalur Galunggung Jadi “Mentereng” Jelang Kemerdekaan
Diperiksa KPK Belasan Jam, Kadisdikpora Pemalang Lolos Tidak Dibawa ke Jakarta
Menggustungken Sebban Mi Nangguru Ketaring” Tandai Pembukaan Pesta Budaya Oang-Oang Pakpak Bharat 2026
Wabup Pakpak Bharat Apresiasi Kemeriahan Festival Bunga dan Buah Berastagi
Mengapa Karaoke Tanpa PBG dan SLF Bebas Beroperasi? AMT Desak Pemkot Tasikmalaya Jangan Ompong!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Warga Resah! Ulah Pungli Jukir Mabuk Berakhir di Mapolsek Garut Kota

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:26 WIB

Lapas Kendal Fasilitasi Peninjauan Ruang Sidang Daring oleh PN Kendal

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:19 WIB

Lansia ‘Linglung’ di Kawasan Batang Rengat, Camat Kuala Cenaku Pimpin Evakuasi ke RSUD Indrasari

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:05 WIB

Antusiasme Warga Tawang Banteng Sulap Jalur Galunggung Jadi “Mentereng” Jelang Kemerdekaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:53 WIB

Diperiksa KPK Belasan Jam, Kadisdikpora Pemalang Lolos Tidak Dibawa ke Jakarta

Berita Terbaru

Berita terbaru

Warga Resah! Ulah Pungli Jukir Mabuk Berakhir di Mapolsek Garut Kota

Sabtu, 1 Agu 2026 - 09:21 WIB

Berita terbaru

Lapas Kendal Fasilitasi Peninjauan Ruang Sidang Daring oleh PN Kendal

Jumat, 31 Jul 2026 - 19:26 WIB