Siswa SMA di Kota Tasikmalaya Alami ‘Diffuse Axonal Injury’, Diduga Jadi Korban Penganiayaan

Minggu, 5 April 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Isak tangis menyelimuti ruang perawatan RSUD dr. Soekardjo (Dokar). Reihan Faras Abadi (18), warga Kp Gunung Salem, Bebedahan, Kota Tasikmalaya, kini terbaring kritis tak sadarkan diri.

Pihak keluarga menduga kuat Reihan menjadi korban penganiayaan berat dan meminta kepolisian segera mengungkap para pelaku.

Kondisi siswa kelas 3 SMA ini sangat memprihatinkan. Hingga Minggu (05/04/2026), Reihan masih koma di ruang ICU setelah sebelumnya sempat dirujuk ke RS Islam Tamansari untuk menjalani CT Scan akibat keterbatasan alat di RSUD.

Ibunda korban, Kusmiati (43), menceritakan bahwa peristiwa bermula pada Kamis malam (02/04) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, Reihan pamit untuk “ngopi” setelah dijemput oleh temannya, Geril (15), warga Kelurahan Lengkong.

“Saya izinkan dan berpesan jangan pulang terlalu malam. Akhirnya mereka pergi berboncengan,” ungkap Kusmiati dengan nada lara.

Namun, kecemasan mulai melanda saat Reihan tak kunjung pulang. Keesokan harinya, Jumat (03/04) pukul 09.30 WIB, kakak korban, Ranjani (20), menerima pesan singkat yang mengabarkan bahwa adiknya berada di IGD RSUD dr. Soekardjo dengan alasan kecelakaan.

Sesampainya di rumah sakit, keluarga mendapati Reihan dalam kondisi babak belur. Mata kanannya menghitam memar dan mulut mengeluarkan darah.

Berdasarkan keterangan petugas keamanan (security) RS, korban diantar oleh orang tak dikenal menggunakan sepeda motor sekitar pukul 05.00 WIB.

“Pengantarnya langsung pergi dengan alasan mau menjemput korban lain, tapi sampai sekarang tidak pernah kembali,” tambah pihak keluarga menirukan ucapan petugas keamanan.

Kecurigaan keluarga diperkuat oleh pernyataan tim medis. Dokter yang menangani menyebutkan bahwa luka-luka pada tubuh Reihan tidak menunjukkan indikasi kecelakaan murni.

Apalagi, menurut keluarga, kondisi sepeda motor korban dilaporkan hanya mengalami goresan tipis, tidak rusak layaknya kendaraan yang terlibat laka lantas hebat.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Reihan mengalami Cedera Kepala Berat (CKB) dengan diagnosis diffuse axonal injury.

“Ada penurunan kesadaran yang dalam. Hasil CT Scan tidak menunjukkan pendarahan sehingga tidak ada tindakan operasi, saat ini penanganan fokus oleh dokter spesialis saraf,” jelas dokter kepada keluarga.

Sementara itu, rekan korban, Geril, yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP, juga mengalami luka parah berupa patah tulang paha kanan serta bengkak di bagian wajah.

Berbeda dengan Reihan, Geril dalam kondisi sadar dan saat ini telah dipindahkan perawatannya ke pengobatan alternatif ahli tulang di Panjalu, Kabupaten Ciamis.

Kusmiati berharap pihak berwajib segera bergerak melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari saksi kunci, termasuk Geril, agar tabir gelap yang menimpa anaknya segera terungkap.

“Kami ingin keadilan. Anak saya sekarang berjuang antara hidup dan mati di ICU. Kami mohon kepada pihak kepolisian agar segera menangkap siapa pun yang telah tega menganiaya anak saya,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga berencana segera melengkapi laporan resmi ke Mapolres Tasikmalaya Kota agar kasus dugaan penganiayaan ini dapat diproses secara hukum.

Loading

Penulis : Red

Berita Terkait

Silaturahmi Hangat Bersama Baur SIM, Media Apresiasi Purnabakti Ipda Tata Setiawan
Wilayah Dusun Timur Gelap Gulita, Warga Pertanyakan Tanggung Jawab Pengelola PJU
Penanaman Padi Metode Demplot KSP, Upaya Tingkatkan Produktivitas Petani di Garut
Oknum Pegawai Kantor Pos Garut Diduga ‘Main Api’ dengan Istri Orang, Suami Sah Siap Lapor Polisi
Kuasa Hukum Penggugat, Sabtuno, S.H : Surat Hibah Pihak Tergugat Tidak Sah
Peluang di Tengah Sulitnya Kerja: PT Hini Daiki Indonesia Jadi Harapan Baru Warga Cisayong
Catat! Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat Dimulai 1 Mei, Ini Sasarannya
Alih Fungsi Gedung PAUD Jadi SPPG di Tasikmalaya, Masalah Sempadan, PBG dan SLF Dipertanyakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 12:50 WIB

Silaturahmi Hangat Bersama Baur SIM, Media Apresiasi Purnabakti Ipda Tata Setiawan

Rabu, 15 April 2026 - 07:58 WIB

Wilayah Dusun Timur Gelap Gulita, Warga Pertanyakan Tanggung Jawab Pengelola PJU

Selasa, 14 April 2026 - 22:54 WIB

Penanaman Padi Metode Demplot KSP, Upaya Tingkatkan Produktivitas Petani di Garut

Selasa, 14 April 2026 - 22:45 WIB

Oknum Pegawai Kantor Pos Garut Diduga ‘Main Api’ dengan Istri Orang, Suami Sah Siap Lapor Polisi

Selasa, 14 April 2026 - 20:27 WIB

Kuasa Hukum Penggugat, Sabtuno, S.H : Surat Hibah Pihak Tergugat Tidak Sah

Berita Terbaru