‘Selamat Datang di Wisata Jalan Butut’, Sindiran Pedas Warga Citiis untuk Pemkab Tasikmalaya

Minggu, 5 April 2026 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP — Sebuah spanduk bernada satire bertuliskan “Selamat Datang Wisata Jalan Butut” menyambut setiap pelancong yang hendak menikmati hangatnya air panas Citiis di kaki Gunung Galunggung.

Tulisan itu bukan sekadar lelucon, melainkan tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya atas kontradiksi nyata.

Ya, potensi wisata yang melimpah namun dibiarkan terisolasi oleh infrastruktur jalan yang memprihatinkan, Minggu (05/04/2026).

Wisata Citiis yang berada di Desa Padakembang dikenal sebagai pemandian air panas alami yang bersumber langsung dari aktivitas vulkanik Gunung Galunggung.

Air panas tersebut menjadi daya tarik utama, ditambah suasana alami, area camping ground, serta jalur hiking yang kerap diburu wisatawan lokal saat akhir pekan.

Namun, di balik pesona tersebut, persoalan klasik justru terus membayangi: infrastruktur jalan yang memprihatinkan.

Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus menempuh sekitar 5 kilometer dari jalur utama dengan kondisi jalan sempit, rusak, bahkan di beberapa titik hanya cukup dilalui satu kendaraan.

Fakta di lapangan menunjukkan, kondisi ini bukan persoalan baru. Keluhan warga sudah berulang kali disuarakan.

Bahkan, dalam berbagai kesempatan, masyarakat secara terang-terangan menyayangkan minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap akses menuju destinasi tersebut.

Padahal, wisata Citiis terbukti mampu menarik kunjungan wisatawan secara konsisten, terutama di akhir pekan.

Ironisnya, di saat potensi ekonomi terbuka lebar, dukungan infrastruktur justru terkesan jalan di tempat. Padahal, sektor pariwisata menjadi salah satu tulang punggung penggerak ekonomi daerah, terutama di wilayah pedesaan seperti Padakembang.

Secara historis, kawasan Citiis awalnya merupakan wilayah yang dikembangkan secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Dengan luas mencapai sekitar 5 hektare dan fasilitas yang terus dibangun secara bertahap, tempat ini menjadi contoh nyata inisiatif lokal dalam mengangkat potensi wisata.

Namun, pengelolaan berbasis masyarakat tanpa dukungan serius dari pemerintah berisiko stagnan. Tanpa perbaikan akses jalan, potensi peningkatan jumlah wisatawan bisa terhambat.

Lebih jauh, kondisi ini juga berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung, terutama saat musim hujan ketika jalan menjadi licin dan rawan longsor.

Spanduk “jalan butut” yang terpampang di pintu masuk seolah menjadi bentuk kritik sosial yang telanjang bahwa masyarakat sudah lelah menunggu perubahan. Ini bukan lagi soal promosi wisata, melainkan soal komitmen pembangunan.

Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin wisata Citiis hanya akan menjadi destinasi “setengah jadi”: ramai, tapi tidak berkembang maksimal.

Padahal, dengan penataan serius, kawasan ini bisa menjadi alternatif unggulan selain Cipanas Galunggung yang lebih dulu populer.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dituntut untuk tidak menutup mata. Perbaikan akses jalan bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan investasi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Kini, pertanyaannya sederhana: sampai kapan potensi besar ini dibiarkan terhambat oleh jalan yang “butut”?

Loading

Penulis : Soni

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Silaturahmi Hangat Bersama Baur SIM, Media Apresiasi Purnabakti Ipda Tata Setiawan
Wilayah Dusun Timur Gelap Gulita, Warga Pertanyakan Tanggung Jawab Pengelola PJU
Penanaman Padi Metode Demplot KSP, Upaya Tingkatkan Produktivitas Petani di Garut
Oknum Pegawai Kantor Pos Garut Diduga ‘Main Api’ dengan Istri Orang, Suami Sah Siap Lapor Polisi
Kuasa Hukum Penggugat, Sabtuno, S.H : Surat Hibah Pihak Tergugat Tidak Sah
Peluang di Tengah Sulitnya Kerja: PT Hini Daiki Indonesia Jadi Harapan Baru Warga Cisayong
Catat! Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat Dimulai 1 Mei, Ini Sasarannya
Alih Fungsi Gedung PAUD Jadi SPPG di Tasikmalaya, Masalah Sempadan, PBG dan SLF Dipertanyakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 12:50 WIB

Silaturahmi Hangat Bersama Baur SIM, Media Apresiasi Purnabakti Ipda Tata Setiawan

Rabu, 15 April 2026 - 07:58 WIB

Wilayah Dusun Timur Gelap Gulita, Warga Pertanyakan Tanggung Jawab Pengelola PJU

Selasa, 14 April 2026 - 22:54 WIB

Penanaman Padi Metode Demplot KSP, Upaya Tingkatkan Produktivitas Petani di Garut

Selasa, 14 April 2026 - 22:45 WIB

Oknum Pegawai Kantor Pos Garut Diduga ‘Main Api’ dengan Istri Orang, Suami Sah Siap Lapor Polisi

Selasa, 14 April 2026 - 20:27 WIB

Kuasa Hukum Penggugat, Sabtuno, S.H : Surat Hibah Pihak Tergugat Tidak Sah

Berita Terbaru