Oknum Centeng Proyek Tower Ancam Tembak Wartawan dan Ormas di Kabupaten Bogor

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, MNP – Bikin heboh, sekaligus meresahkan ke kalangan Wartawan serta Aktifis Ormas wilayah Kabupaten Bogor. Ya, kurang lebihnya seperti itu yang ditangkap oleh penulis berita ini, efek negatif ucapan tendensius seorang Centeng di proyek pembangunan tower Relay Komunikasi ‘Perusahaan A’ Provider pemilik towernya.

Yakni ungkapan intimidatif berupa ancaman verbalist, yang dilontarkan si oknum Centeng Proyek, terhadap para Wartawan dan Aktifis Ormas, wilayah Sukaharja Kec. Cijeruk – Kab. Bogor, yang mengancam nembak para wartawan atau aktifis ormas, kalau naik ke lokasi proyek yang dicentenginya, pada Senin (23/2/2026).

Lagi-lagi oknum, kali ini Centeng alias Pengawal proyek, di pembangunan tower suatu Perusahaan Provider Telekomunikasi, yang santer disebut telah melontarkan ancaman, ke para wartawan dan ormas yang berani nekad datangi hingga naiki lokasi proyek, diancam akan ditembak.

Kehebohan tersebut terjadi di area pembangunan dari tower yang berlokasi di kampung Pasir Tengah RT 004, Desa Sukaharja Kec. Cijeruk, Kab. Bogor.

Ketika sejumlah perwakilan dari kalangan ormas, bersama jurnalis mendatangi lokasi proyek tersebut tadi, untuk mengonfirmasikan terkait perizinan dan amdal pada proyek tersebut, antisipasi dampak negatif terhadap lingkungan sekitar proyek tersebut.

Menurut keterangan yang disampaikan perwakilan salah satu media massa, kedatangan mereka tadi bertujuan jelas, yakni guna menjalankan fungsi Sosial kontrol, datang pun secara baik-baik dan beradab juga beretika dan sopan santun, sesuai kearifan lokal.

Tapi situasi tiba-tiba memanas, gegara si oknum pengurus proyek mengeluarkan kata – kata kasar itu, pernyataan bernada keras juga berupa ancaman penembakan itu.

“Dia (Pepep : red) bilang, siapa pun orangnya, kalau ada yang berani nekat naik ke atas baik itu media atau pun ormas, maksa masuk ke area tertentu, akan saya tembak. Karang Taruna aja gak bakalan naik ke sini ini, karena mereka (Ketua dari Karang Taruna itu, Beben : red), itu Adik-adikan saya. Begitu yang dikatakan oleh Pepep,”_ kata perwakilan media massa.

Sejumlah wartawan lain di tempat kejadian tersebut pun membenarkan adanya ucapan tersebut. Mereka juga menilai pernyataan itu tak pantas, dan berpotensi melanggar hukum, karena mengintimidasi wartawan hingga aktifis ormas, juga amat potensial mengebiri kebebasan Pers di Negara Demokrasi Pancasila ini.

Hingga pemberitaan ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Provider Tower terkaitnya, tentang dugaan ancaman yang dilakukan oleh pihak perusahaan tersebut.

Pihak Desa dan dari Karang Taruna setempatnya, telah menerima laporan kejadiannya dan turut menelusuri kronologi kejadian yang menghebohkan tersebut.

Pengamat Hukum Pidana “anonim” menyatakan ini, bahwa kalau ancaman si oknum tersebut tadi benar adanya, terbuktikan secara pisik juga forensik, seperti dengan bukti rekaman dan kesaksian para saksi saat dia mengatakannya.

Maka pelaku dapat dijerat pasal perbuatan tak menyenang kan, serta pasal ancaman kekerasan, sesuai dengan ketentuan-ketentuan serta aturan perundangan yang berlaku di Negara ini.

Sementara itu masyarakat sekitar serta pemilik lahan, justeru berharap persoalan tersebut bisa diselesaikan secara damai dan terbuka, tanpa intimidasi dari pihak serta terhadap pihak mana pun.

Kasus seperti ini, kian menambah panjang daftar ketegangan sosial, antara pihak perusahaan dengan warga masyarakat sekitar, yang sering muncul dalam satu proyek pembangunan infrastruktur, lebih khusus lagi yang berkaitan dengan isu perizinan serta dampak sosial di lingkungan warga sekitar proyek.

Terpisah, Komeng, selaku pengurus di aliansi ormas Kecamatan Tamansari, dirinya turut angkat bicara terkait kasus tersebut. Dia mengaku sangat kecewa dan menyayangkan hal itu.

Menurutnya, atas kejadian tersebut tentunya sebagai pengurus aliansi ormas di wilayah Tamansari, sangat kecewa dengan ungkapan yang telah dilontarkan oleh Pepep.

Masih menurutnya, hal negatif seperti itu tidak perlu diucapkan, terlebih di hadapan para awak media resmi, yang jelas dilindungi hukum dalam melakukan tugas reportase beritanya.

“Jelas sangat disayangkan sekali dengan kejadiannya, Saudara Pepep yang telah melakukan pengancaman serta intimidasi, terhadap rekan-rekan Awak Media, juga terhadap ormas yang mana Saya sendiri adalah Pengurus Ormas. Sangat menyayangkan terucapnya ungkapan bodoh dari Saudara Pepep tersebut,” tandas Komeng di hadapan para awak media.

 

Loading

Penulis : Asep Didi/Tim

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Humas SPBU Codo 13.293.624 Diduga Memiliki 5 Mobil Pelangsir BBM Subsidi
Segera Dibuka! Legend Coffee 1 Kini Hadir di Jalur By Pass Mangkubumi
Audiensi Tantrib di Sukamaju Kidul, Bahas Peredaran Miras
Pangdam III/Siliwangi Kukuhkan Pengurus Pencak Silat Militer Jawa Barat dan Banten
Hari Bhayangkara ke-80, Sat Polair Polres Lampung Selatan Gelar Khitan Massal dan Donor Darah
Disdukcapil Jeneponto Rampungkan Pemadanan 13 Ribu Data KRS, Ini Rincian Hasilnya
Polres Pakpak Bharat Ringkus Dua Pria Pengedar dan Pengguna Sabu di Sibande
Perbaikan Lantai Jembatan Melintut Masuk Program Tahun 2026, Gunakan Teknik Konstruksi Siap Pakai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:16 WIB

Humas SPBU Codo 13.293.624 Diduga Memiliki 5 Mobil Pelangsir BBM Subsidi

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:43 WIB

Segera Dibuka! Legend Coffee 1 Kini Hadir di Jalur By Pass Mangkubumi

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:13 WIB

Audiensi Tantrib di Sukamaju Kidul, Bahas Peredaran Miras

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:02 WIB

Pangdam III/Siliwangi Kukuhkan Pengurus Pencak Silat Militer Jawa Barat dan Banten

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:47 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Sat Polair Polres Lampung Selatan Gelar Khitan Massal dan Donor Darah

Berita Terbaru

Berita terbaru

Segera Dibuka! Legend Coffee 1 Kini Hadir di Jalur By Pass Mangkubumi

Rabu, 10 Jun 2026 - 21:43 WIB

Berita terbaru

Audiensi Tantrib di Sukamaju Kidul, Bahas Peredaran Miras

Rabu, 10 Jun 2026 - 16:13 WIB