BARITO TIMUR, MNP – Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, PUPR Barito Timur, Hewuyanto, menyampaikan keterangan resmi terkait rencana penanganan kondisi pada jembatan Melintut yang saat ini lantainya mengalami kerusakan berat hingga jebol.
Menurut penjelasan beliau, penanganan terhadap struktur jembatan tersebut telah dimasukkan ke dalam program pemeliharaan dan perbaikan jalan serta jembatan melalui kegiatan Usaha Pemeliharaan Rutin (UPR) untuk tahun anggaran 2026.
Langkah ini diambil guna memulihkan kembali fungsi prasarana penghubung yang sangat vital bagi pergerakan masyarakat dan distribusi barang di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dihubungi via WhatsApp, Hewuyanto menguraikan bahwa metode pelaksanaan perbaikan nantinya akan menggunakan sistem konstruksi yang lebih praktis namun tetap menjamin kekuatan dan ketahanan bangunan.
Teknis pekerjaan yang direncanakan berupa pemasangan atau pembangunan bangunan bawah berupa bok culvert, atau dikenal juga dengan istilah gorong-gorong kotak.
Material yang akan digunakan berupa elemen beton pracetak atau precast, yaitu komponen bangunan yang telah diproduksi dan dicetak menjadi bentuk jadi di tempat khusus, sehingga saat pelaksanaan di lapangan tinggal dilakukan pemasangan saja,” katanya, Rabu (10/06/2026).
Penggunaan jenis konstruksi beton pracetak atau bok culvert ini dipilih dengan pertimbangan teknis dan efektivitas pelaksanaan.
Selain proses pemasangannya yang relatif lebih cepat dibandingkan metode pengecoran langsung di lokasi, material ini juga memiliki standar mutu yang terjamin karena diproduksi sesuai spesifikasi teknis yang ketat.
Hal ini diharapkan dapat mempercepat waktu penyelesaian pekerjaan, sehingga akses jalan yang sempat terputus atau terganggu akibat kerusakan jembatan dapat kembali berfungsi secara maksimal dalam waktu yang lebih singkat.
Pihak Bina Marga menegaskan bahwa perencanaan ini telah disusun dan disesuaikan dengan kondisi kerusakan yang ada di lapangan serta kemampuan anggaran yang tersedia.
Dengan masuknya penanganan jembatan Melintut ke dalam program tahun 2026, masyarakat diharapkan dapat bersabar dan memahami tahapan prosedur yang harus dilalui, mulai dari penyusunan dokumen, pengadaan, hingga pelaksanaan fisik.
Kedepannya, dengan adanya perbaikan menyeluruh menggunakan teknologi beton jadi ini, diharapkan bangunan jembatan akan lebih awet, kokoh, dan mampu menahan beban lalu lintas serta tekanan air agar kejadian atau kerusakan serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
![]()
Penulis : Adi Suseno
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan