Kopi Enrekang Menaklukkan Negeri Ginseng: Ekspor Perdana ke Korea Selatan

Sabtu, 8 November 2025 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Enrekang, MNP – Koperasi Etika, sebuah koperasi yang berbasis di Enrekang, Sulawesi Selatan, telah mencapai prestasi yang membanggakan dengan melakukan ekspor perdana kopi arabika ke Korea Selatan.

Ekspor ini merupakan hasil kerja keras petani kopi Enrekang yang telah berjuang untuk meningkatkan kualitas kopi mereka.

Pada Jumat, 7 November 2025, sebanyak 1 ton kopi arabika Enrekang dikirim ke Korea Selatan, menandai awal dari sebuah perjalanan panjang untuk memperluas jangkauan kopi Enrekang di pasar global.

Kopi yang diekspor berasal dari empat wilayah penghasil terbaik, yakni Tobalu, Bontongan (Kalimbua), Benteng Alla Utara, dan Bungin Palembomban.

Ketua Koperasi Etika, Saim, bersama Ketua Gugah Nurani Indonesia (GNI), Magamo, menyampaikan bahwa ekspor ini menjadi tonggak awal bagi petani kopi Enrekang untuk memperluas jangkauan di pasar global.

“Kami berharap koperasi yang kami pimpin bisa menjadi sentra pemasaran utama bagi petani kopi di Enrekang, sekaligus memperluas jaringan kemitraan internasional,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Hasbar, menyebut keberhasilan ekspor perdana ini sebagai bukti bahwa kopi arabika Enrekang memiliki kualitas unggul dan diminati pasar luar negeri.

“Sesuai arahan bapak bupati, kita berharap ekspor perdana ke Korsel ini dapat membuka jalan ekspor yang lebih besar dengan menggandeng koperasi dan UKM lain di Enrekang,” ujar Hasbar.

Ekspor perdana ini menjadi langkah penting dalam memperkuat citra Enrekang sebagai daerah penghasil kopi arabika berkualitas tinggi di Indonesia, serta membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan petani lokal.

Dengan demikian, kopi Enrekang siap menaklukkan pasar global dan menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Misteri Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum, Antara Ada dan Tiada?
Tanda Tanya Besar di Balik Proyek Jalan Usaha Tani Bartim: Ketidakjelasan Objek, Pernyataan Berubah dan Tanggung Jawab yang Kabur
Seremonial Puncak Acara HJB di Citalahab Malasari, Hakikat Sebenarnya untuk Masyarakat atau Birokrat?
Waspada Hantavirus! Rutan Pemalang Screening Kesehatan Petugas dan Warga Binaan
Dinilai Ancam Kerusakan Alam, Kades Belik Tegaskan Tolak Tambang Galian C
Ditinggal Bakar Sampah, Lahan Milik Wakil Bupati Pemalang Hangus Terbakar
Sekdes Sukamanah Raih Apresiasi Masyarakat Berkat Pelayanan Prima
Tanggung Jawab Siapa? Diduga Keracunan, Puluhan Warga Peundeuy Garut Alami Mual dan Diare 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:52 WIB

Misteri Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum, Antara Ada dan Tiada?

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:36 WIB

Tanda Tanya Besar di Balik Proyek Jalan Usaha Tani Bartim: Ketidakjelasan Objek, Pernyataan Berubah dan Tanggung Jawab yang Kabur

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:30 WIB

Seremonial Puncak Acara HJB di Citalahab Malasari, Hakikat Sebenarnya untuk Masyarakat atau Birokrat?

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:58 WIB

Waspada Hantavirus! Rutan Pemalang Screening Kesehatan Petugas dan Warga Binaan

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:48 WIB

Dinilai Ancam Kerusakan Alam, Kades Belik Tegaskan Tolak Tambang Galian C

Berita Terbaru