Tanggung Jawab Siapa? Diduga Keracunan, Puluhan Warga Peundeuy Garut Alami Mual dan Diare 

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT, MNP – Dugaan kejadian luar biasa (KLB) berupa kasus keracunan massal menggegerkan wilayah Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut.

Sedikitnya puluhan warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita, anak sekolah hingga ibu hamil, mendatangi Puskesmas Peundeuy untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka setelah mengalami keluhan mual dan diare.

Informasi yang beredar menyebutkan sekitar 50 warga datang ke fasilitas kesehatan tersebut karena diduga mengalami gangguan kesehatan akibat mengonsumsi makanan tertentu. Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Tokoh pemuda Kecamatan Peundeuy, Ucu Turun Bahtiar, saat dikonfirmasi media membenarkan adanya lonjakan jumlah warga yang memeriksakan diri ke Puskesmas Peundeuy.

“Betul, tadi saya juga sempat datang ke puskesmas. Ada sekitar 50 orang lebih yang memeriksakan kesehatannya. Saya juga menengok beberapa warga dan tetangga yang sedang mendapatkan penanganan medis,” ujar Ucu Turun Bahtiar, Senin Malam (08/06/2026).

Sementara itu, Camat Peundeuy, H. Dani Ramdani, S.Ag., M.Si., membenarkan bahwa hingga selepas Magrib tercatat sebanyak 59 warga datang secara bergantian ke Puskesmas Peundeuy untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Data sementara ada 59 warga yang datang ke puskesmas, mulai dari balita, anak-anak hingga ibu hamil. Mereka datang secara bertahap sejak siang hari sampai setelah Magrib,” ungkap Dani saat dikonfirmasi Senin Malam (08/06/2026).

Menurutnya, unsur Forkopimcam yang terdiri dari pihak kecamatan, Polsek, Koramil, serta para kepala desa hingga elemen masyarakat lainnya , saat ini masih bersiaga memantau perkembangan situasi di lapangan.

“Kami bersama Kapolsek, Danramil dan para kepala desa masih terus memantau perkembangan kondisi warga serta berkoordinasi dengan pihak kesehatan,” katanya.

Terkait dugaan penyebab kejadian tersebut, Camat Dani menjelaskan bahwa hingga kini belum ada kesimpulan resmi. Berdasarkan laporan awal dari pihak puskesmas, mayoritas pasien mengeluhkan diare atau buang air besar cair.

“Penyebab pastinya masih didalami. Petugas kesehatan dari kabupaten juga sudah mengambil sejumlah sampel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Dari total 59 warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan medis, sebagian besar diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Namun, sekitar 16 pasien masih berada dalam pengawasan atau observasi tenaga kesehatan.

Meski situasi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, Camat Peundeuy menegaskan agar warga tidak panik dan tetap mengikuti arahan petugas kesehatan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Jika ada warga yang mengalami keluhan kesehatan seperti mual, muntah, atau diare, segera periksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat,” tegas Dani.

Lebih lanjut, Camat Peundeuy menjelaskan bahwa di wilayahnya saat ini terdapat tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi. Setiap dapur melayani sekitar 1.200 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah kecamatan telah menginstruksikan para kepala desa untuk menyampaikan imbauan hingga tingkat dusun, RT dan RW agar masyarakat yang menerima makanan dari program MBG lebih teliti sebelum mengonsumsinya.

“Kami sudah mengimbau para kepala desa agar meneruskan informasi ini sampai ke tingkat bawah. Warga yang menerima makanan MBG diminta memeriksa kondisi makanan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi dan mengikuti petunjuk konsumsi yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses investigasi terkait penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami puluhan warga tersebut masih berlangsung.

Pemerintah Kecamatan Peundeuy bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan guna memastikan kondisi warga tetap terkendali dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang diperlukan.

Loading

Penulis : M.Karno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Aspal Boleh Mengering, Gotong Royong Tak Boleh Pudar: Satgas TMMD dan Warga Parungponteng Bersihkan Jalan
Hadir di Kala Duka, Satgas TMMD 0612/Tasikmalaya Buktikan Kemanunggalan TNI Bersama Rakyat
Wisuda UNIGA ke-XLIV, Bupati Garut Ajak Lulusan Jadi SDM Berakhlak Mandiri dan Kompeten
Impian Terwujud, Warga dan Santri Parungponteng Sambut Pembangunan MCK TMMD Ke-129
Kibar Budaya 2026: Geliat Anyaman Bambu Situbeet Dongkrak Ekonomi Kreatif
Utamakan Kepuasan Konsumen, SPBU 34.44129 Selaawi Garut Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik
Milangkala ke-394 Kabupaten Tasikmalaya, Momentum Memperkuat Persatuan dan Mewujudkan Tasik Raharja
Kawal Laporan Penghinaan Suku Pakpak, Tokoh Muda Zulkarnain Berutu Penuhi Panggilan Polres Dairi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:06 WIB

Aspal Boleh Mengering, Gotong Royong Tak Boleh Pudar: Satgas TMMD dan Warga Parungponteng Bersihkan Jalan

Minggu, 26 Juli 2026 - 03:20 WIB

Hadir di Kala Duka, Satgas TMMD 0612/Tasikmalaya Buktikan Kemanunggalan TNI Bersama Rakyat

Minggu, 26 Juli 2026 - 03:11 WIB

Wisuda UNIGA ke-XLIV, Bupati Garut Ajak Lulusan Jadi SDM Berakhlak Mandiri dan Kompeten

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:18 WIB

Impian Terwujud, Warga dan Santri Parungponteng Sambut Pembangunan MCK TMMD Ke-129

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:54 WIB

Kibar Budaya 2026: Geliat Anyaman Bambu Situbeet Dongkrak Ekonomi Kreatif

Berita Terbaru