Tasikmalaya, MNP – Pelayanan kesehatan di Kota Tasikmalaya mendapat sorotan tajam setelah insiden tragis menimpa seorang warga, Inisial D (53), dari Kelurahan Mangkubumi, pada Sabtu malam (03/10/2025).
Korban diduga tidak mendapatkan pelayanan yang layak dari Klinik Swasta Carmel Medika, bahkan ditolak saat akan meminjam ambulans, hingga terpaksa dibawa ke rumah sakit umum daerah menggunakan mobil pick up.
Sayangnya, korban mengembuskan napas terakhir sebelum tiba di RSUD Kota Tasikmalaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kejadian miris ini langsung memicu reaksi keras dari anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Angga Yogaswara dari Fraksi PKB.
Angga Yogaswara menyebut insiden ini sebagai citra buruk bagi kepemimpinan daerah di bawah program Gerakan Masyarakat Sehat (GEMAS).
“Kejadian yang menurut saya miris bahkan menjadi hal yang menakutkan dalam dunia pelayanan kesehatan di Kota Tasikmalaya,” kata Angga, Senin (06/10/2025).
Ia menuding klinik swasta Carmel Medika di Kecamatan Mangkubumi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penelantaran pasien ini.
Angga menegaskan, klinik swasta—terutama yang melayani peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan BPJS—wajib memberikan pelayanan maksimal tanpa diskriminasi.
“Dari segi keuangan Carmel Medika sudah bagus karena kerjasama dengan BPJS, akan tetapi dari segi pelayanan Carmel Medika saat ini bisa dikatakan sangat buruk,” tegasnya.
Angga menyoroti adanya dugaan penolakan pinjaman ambulans yang dilengkapi alat bantu napas/oksigen, sehingga pasien harus dibawa menggunakan mobil terbuka milik pihak persatuan. Hal ini disinyalir menjadi faktor fatal yang merenggut nyawa korban.
Lebih lanjut, Angga mengungkap masalah serius lain di Klinik Carmel Medika, yakni jam operasional yang tidak menentu.
“Di pamflet buka pukul 08 pagi akan tetapi dokter datang dari pukul 10 sampai dengan 12 siang. Dan ketika jam malam, di sana menuliskan 24 jam akan tetapi hanya buka sampai pukul 21.00,” bebernya.
Angga mendesak Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Kesehatan untuk segera bertindak dan melakukan sidak rutin ke semua fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun klinik swasta.
“Peringatan keras ini tidak hanya untuk Klinik Carmel Medika saja, tapi untuk semua. Yang penting ketika ada pasien silakan layani dulu jangan sampai ditelantarkan seperti kejadian tersebut,” pungkasnya.
Sebagai wakil rakyat, Angga menegaskan agar keselamatan masyarakat diutamakan di atas segala prosedur administratif.
Adapun sampai berita ini ditayangkan, wartawan belum bisa mengkonfirmasi pihak terkait.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan