Usut Tuntas!! Ketua Kelompok Tani Tunas Ngukha Pekon Penanggungan Diduga Jual Bantuan Mesin Bajak

Kamis, 29 Februari 2024 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanggamus, MNP – Pemerintah Pusat dan Daerah memberikan banyak bantuan untuk pengolahan lahan ataupun penyuburan tanaman agar mendapat hasil yang baik.

Hal itu demi mewujudkan program dan kesuksesan para petani khususnya di bidang persawahan, salah satunya di Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggmus Lampung.

Bantuan tersebut di salurkan kepada ketua Kelompok Tani di seluruh Pelosok Desa serta Kabupaten dan Kota agar bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, bukan dijadikan aji mumpung mencari keuntungan.

Namun beda yang dilakukan oleh Ketua kelompok Tani Tunas Ngukha (Tunas Muda) yang berada di pekon Penanggungan kecamatan Kota Agung Pusat kabupaten Tanggamus.

Sebut saja Arsal salah satu ketua kelompok tani yang diduga menyalah gunakan bantuan yaitu berupa satu unit mesin bajak untuk keuntungan pribadi.

Pasalnya, bantuan mesin bajak itu sendiri telah dijual kepada salah satu warga Pekon Pejajaran kecamatan Kota Agung Barat kabupaten Tanggamus.

Perbuatan pidana tersebut dilakukan oknum Ketua Poktan sekitar lima tahun yang lalu dengan berdalih berbagi hasil.

Arsal selaku ketua Poktan Tunas Ngukha (Tunas muda) saat dikonfirmasi di kediamannya memberikan keterangan palsu terkait dugaan atas penjualan aset negara tersebut.

“Ya, memang benar kelompok tani kita Tunas Ngukha telah mendapatkan bantuan mesin bajak beberapa tahun lalu,” ucap Arsal, Kamis (29/02024).

Tapi terang dia, Mesin itu bukan dijual akan tetapi dikelola oleh warga Pekon Pejajaran kecamatan Kota Agung Barat kabupaten Tanggamus

“Yang mana mesin bajak tersebut dengan perjanjian bagi hasil karna saya juga ada persetujuan berupa tanda tangan seluruh anggota saya,” dalihnya.

“Adapun permasalahan akan dikumpulkan anggota kelompok taninya, itu kan nanti, seperti klompok tani yang lain karena surat bagi hasil tersebut ada,” ucapnya.

Berbeda saat awak media mencari keterangan ke salah satu warga Pekon Pejajaran Kota Agung Barat Berinisial AS yang diduga selaku pembeli bantuan mesin bajak tersebut.

AS nampak menyuguhkan raut wajah yang kurang senang atas kedatangan tim Investigasi saat berkonfirmasi di kediamannya

“MasyaAllah mesin bajak itu sudah sangat lama hampir 5 Tahun dan nyatanya sampai hari ini aman-aman saja tidak ada kendala, kalau memang mau di usut salah, sudah ketinggalan fakta dilapangannya tidak komplain. Ya, untuk lebih jelasnya tanya saja sama Arsal,” cetusnya.

Selang beberapa menit kemudian Istri inisial AS melontarkan kata kata kepada Tim Investigasi.

“Banyak urusan, barang sudah lama, sekarang untuk makan saja susah, sudahlah tidak usah mencampuri urusan orang, tanya aja sama Arsal,” tandasnya. BERSAMBUNG

Loading

Penulis : Mirhan Samsi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Pelayanan Kilat Disdukcapil Jeneponto Urus Adminduk Pengantin: 100% Gratis!
Evakuasi Beres 30 Menit! Pohon Tumbang Tutup Jalur Nasional Bandung–Garut
Garut Utara Harga Mati! Perjuangan Nyata Kunci Lahirnya Daerah Otonomi Baru
Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Lahan Kering di Pemalang Terbakar
Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Perkuat Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi
Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah
Marak Pengamen dan Pengemis, Satpol PP Pemalang Turun Tangan Beri Pengarahan
Tangkap Pembobol Rumah di Kalianda, Polisi Ungkap Dua Kasus Curanmor Sekaligus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:24 WIB

Pelayanan Kilat Disdukcapil Jeneponto Urus Adminduk Pengantin: 100% Gratis!

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:02 WIB

Evakuasi Beres 30 Menit! Pohon Tumbang Tutup Jalur Nasional Bandung–Garut

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:10 WIB

Garut Utara Harga Mati! Perjuangan Nyata Kunci Lahirnya Daerah Otonomi Baru

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Lahan Kering di Pemalang Terbakar

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:48 WIB

Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Perkuat Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi

Berita Terbaru