Tanggamus, MNP – Pemerintah Pusat dan Daerah memberikan banyak bantuan untuk pengolahan lahan ataupun penyuburan tanaman agar mendapat hasil yang baik.
Hal itu demi mewujudkan program dan kesuksesan para petani khususnya di bidang persawahan, salah satunya di Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggmus Lampung.
Bantuan tersebut di salurkan kepada ketua Kelompok Tani di seluruh Pelosok Desa serta Kabupaten dan Kota agar bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, bukan dijadikan aji mumpung mencari keuntungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun beda yang dilakukan oleh Ketua kelompok Tani Tunas Ngukha (Tunas Muda) yang berada di pekon Penanggungan kecamatan Kota Agung Pusat kabupaten Tanggamus.
Sebut saja Arsal salah satu ketua kelompok tani yang diduga menyalah gunakan bantuan yaitu berupa satu unit mesin bajak untuk keuntungan pribadi.
Pasalnya, bantuan mesin bajak itu sendiri telah dijual kepada salah satu warga Pekon Pejajaran kecamatan Kota Agung Barat kabupaten Tanggamus.
Perbuatan pidana tersebut dilakukan oknum Ketua Poktan sekitar lima tahun yang lalu dengan berdalih berbagi hasil.
Arsal selaku ketua Poktan Tunas Ngukha (Tunas muda) saat dikonfirmasi di kediamannya memberikan keterangan palsu terkait dugaan atas penjualan aset negara tersebut.
“Ya, memang benar kelompok tani kita Tunas Ngukha telah mendapatkan bantuan mesin bajak beberapa tahun lalu,” ucap Arsal, Kamis (29/02024).
Tapi terang dia, Mesin itu bukan dijual akan tetapi dikelola oleh warga Pekon Pejajaran kecamatan Kota Agung Barat kabupaten Tanggamus
“Yang mana mesin bajak tersebut dengan perjanjian bagi hasil karna saya juga ada persetujuan berupa tanda tangan seluruh anggota saya,” dalihnya.
“Adapun permasalahan akan dikumpulkan anggota kelompok taninya, itu kan nanti, seperti klompok tani yang lain karena surat bagi hasil tersebut ada,” ucapnya.
Berbeda saat awak media mencari keterangan ke salah satu warga Pekon Pejajaran Kota Agung Barat Berinisial AS yang diduga selaku pembeli bantuan mesin bajak tersebut.
AS nampak menyuguhkan raut wajah yang kurang senang atas kedatangan tim Investigasi saat berkonfirmasi di kediamannya
“MasyaAllah mesin bajak itu sudah sangat lama hampir 5 Tahun dan nyatanya sampai hari ini aman-aman saja tidak ada kendala, kalau memang mau di usut salah, sudah ketinggalan fakta dilapangannya tidak komplain. Ya, untuk lebih jelasnya tanya saja sama Arsal,” cetusnya.
Selang beberapa menit kemudian Istri inisial AS melontarkan kata kata kepada Tim Investigasi.
“Banyak urusan, barang sudah lama, sekarang untuk makan saja susah, sudahlah tidak usah mencampuri urusan orang, tanya aja sama Arsal,” tandasnya. BERSAMBUNG
![]()
Penulis : Mirhan Samsi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan